A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Indonesia sedang menghadapi krisis serius dalam sistem kesehatan publiknya—bukan hanya soal fasilitas atau obat-obatan, tetapi juga menyangkut kesejahteraan tenaga medis. Ironisnya, para dokter dan perawat yang menjadi garda terdepan justru sering menerima kompensasi jauh di bawah standar profesi.

Gaji yang Tidak Seimbang dengan Tanggung Jawab

Data menunjukkan bahwa 85% dokter umum di sektor publik menerima gaji di bawah rekomendasi Ikatan Dokter Indonesia, yaitu Rp 12,5 juta per bulan. Bahkan, sebagian dokter hanya sedikit lebih tinggi penghasilannya dibanding tukang parkir. Kondisi ini jelas tidak sebanding dengan tanggung jawab besar yang mereka emban.

Akar Masalah: Sistemik dan Struktural

Mengapa hal ini bisa terjadi? Ada beberapa penyebab utama:

  • Anggaran kesehatan rendah: Hanya 2,9% dari PDB, jauh di bawah rata-rata negara sekelas Indonesia.
  • Defisit BPJS Kesehatan: Membatasi tarif layanan dan menekan pendapatan tenaga medis.
  • Sistem birokrasi PNS yang kaku: Skema gaji tidak menyesuaikan kelangkaan tenaga medis.
  • Inflasi biaya medis: Kenaikan biaya kesehatan tidak diimbangi dengan penyesuaian tarif.

Dampak Nyata di Lapangan

Kondisi ini menimbulkan efek domino:

  • Burnout: Hampir setengah dokter mengalami kelelahan ekstrem.
  • Distribusi tidak merata: Daerah terpencil kekurangan tenaga medis.
  • Rasio dokter rendah: Hanya 0,20 per 1.000 penduduk, jauh di bawah standar WHO (1 per 1.000).

Tak heran, banyak tenaga medis terpaksa bekerja di beberapa tempat sekaligus, dengan jam kerja lebih dari 60 jam per minggu, hanya untuk mencapai penghasilan layak.

Jalan Keluar: Reformasi yang Mendesak

Beberapa solusi yang bisa dipertimbangkan:

  • Revisi tarif INA-CBG agar sesuai dengan inflasi biaya medis.
  • Reformasi struktur gaji PNS yang lebih responsif terhadap kebutuhan tenaga kesehatan.
  • Belajar dari model regional yang berhasil meningkatkan kesejahteraan tenaga medis tanpa membebani sistem.

Penutup

Kesehatan masyarakat tidak akan pernah bisa optimal jika tenaga medisnya terus dipaksa bekerja dalam kondisi yang tidak manusiawi. Krisis kompensasi ini bukan sekadar isu kesejahteraan, tetapi juga menyangkut mutu layanan kesehatan dan masa depan sistem kesehatan nasional.


📚 Sumber:
I Putu Cahya Legawa. Medical Professional Compensation Crisis in Indonesia’s Public Health Sector. Academia.edu, 2025. Link


Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan komentar