A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

21 Oktober: Hari Pencegahan Kekurangan Yodium Sedunia – Saatnya Peduli Garam Beryodium

Yodium mungkin hanya mineral mikro, tapi dampaknya sangat makro. Kekurangan yodium bisa menyebabkan gangguan perkembangan otak, gondok, bahkan keterbelakangan mental. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya konsumsi yodium secara cukup dan konsisten.

Setiap tanggal 21 Oktober, dunia memperingati Hari Pencegahan Kekurangan Yodium Sedunia untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya yodium dalam mencegah gangguan akibat kekurangan zat gizi mikro ini.

Mengapa Yodium Penting?

Yodium dibutuhkan tubuh untuk memproduksi hormon tiroid, yang mengatur metabolisme, pertumbuhan, dan perkembangan otak. Kekurangan yodium, terutama pada ibu hamil dan anak-anak, bisa berdampak serius:

  • 🧠 Gangguan perkembangan otak janin dan anak
  • 🗣️ Pembesaran kelenjar tiroid (gondok)
  • 📉 Penurunan kecerdasan dan prestasi belajar
  • 🧒 Risiko lahir mati, keguguran, atau bayi lahir cacat

Fakta yang Menggugah

  • 🌍 Sekitar 2 miliar orang di dunia berisiko kekurangan yodium
  • 👶 Kekurangan yodium adalah penyebab utama keterbelakangan mental yang bisa dicegah
  • 🇮🇩 Di Indonesia, meski program fortifikasi garam beryodium sudah berjalan, masih ditemukan daerah dengan prevalensi gondok tinggi

Siapa yang Berisiko?

  • Ibu hamil dan menyusui
  • Anak-anak usia dini
  • Masyarakat di daerah pegunungan atau jauh dari laut
  • Mereka yang tidak mengonsumsi garam beryodium secara rutin

Solusi Sederhana: Garam Beryodium

💡 Konsumsi garam beryodium adalah cara paling efektif dan murah untuk mencegah kekurangan yodium. Namun, pastikan:

  • 🧂 Gunakan garam beryodium yang terdaftar dan teruji
  • 🍳 Tambahkan garam setelah masakan matang agar yodium tidak rusak oleh panas
  • 🛒 Periksa label saat membeli garam: pastikan ada keterangan “beryodium”

Edukasi dan Aksi Nyata

🎉 Gunakan momen 21 Oktober untuk:

  • Mengadakan kampanye edukasi di sekolah dan pasar tradisional
  • Membagikan garam beryodium gratis di daerah rawan
  • Menyebarkan konten edukatif di media sosial dengan tagar #YodiumUntukBangsa
  • Mendorong kebijakan lokal untuk pengawasan kualitas garam

“Yodium bukan hanya soal garam, tapi soal masa depan anak-anak kita.”

Penutup: Kecil Tapi Krusial

Yodium mungkin tak terlihat, tak terasa, dan tak tercium. Tapi dampaknya bisa menentukan kualitas generasi. Hari ini, mari kita pastikan setiap rumah, setiap dapur, dan setiap anak Indonesia mendapat haknya: garam beryodium yang cukup.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Satu tanggapan

  1. asrohmandar69 Avatar

    Garam hidup garami dunia

    Suka

Tinggalkan komentar