A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

CPR
Photo by Tahir Xu0259lfu0259 on Pexels.com

Pernahkah Anda mendengar istilah RJP atau CPR (Cardiopulmonary Resuscitation)? Prosedur sederhana namun krusial ini adalah kunci penyelamat nyawa ketika seseorang mengalami henti jantung. Dalam situasi darurat, setiap detik sangat berharga.

Yuk, kita bedah tuntas: siapa saja yang berhak menjadi pahlawan dengan melakukan RJP, dan bagaimana panduan global menentukan kapan upaya penyelamatan ini harus diteruskan atau dihentikan.


Bagian 1: Siapa yang Boleh Melakukan RJP (CPR)? Jawabannya: Anda!

Banyak orang berpikir bahwa RJP hanya boleh dilakukan oleh dokter atau tenaga medis. Faktanya, menurut konsensus global dari lembaga seperti American Heart Association (AHA) dan ILCOR (International Liaison Committee on Resuscitation), siapa pun dapat dan harus melakukan RJP jika berada di dekat korban yang tidak sadarkan diri dan tidak bernapas normal.

1. Penolong Awam (Bystander)

Jika Anda belum pernah mendapatkan pelatihan resmi, jangan panik! Anda tetap bisa menyelamatkan nyawa dengan:

  • Segera Hubungi Layanan Darurat: Panggil nomor darurat setempat (misalnya 112 atau 119 di Indonesia).
  • Hands-Only CPR (Kompresi Dada Saja): Panduan global sangat menganjurkan penolong awam untuk fokus pada kompresi dada—tekan kuat dan cepat di tengah dada—tanpa perlu memberikan napas buatan. Melakukan sesuatu jauh lebih baik daripada tidak melakukan apa-apa.

2. Penolong yang Terlatih

Bagi yang sudah pernah mengikuti pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), Anda bisa memberikan RJP yang lebih lengkap dengan kombinasi kompresi dada dan napas bantuan, sesuai dengan rasio yang disarankan (misalnya 30 kompresi : 2 napas buatan).

Mengapa Keterlibatan Awam Penting?

Otak manusia hanya bisa bertahan tanpa oksigen selama sekitar 4 hingga 6 menit sebelum terjadi kerusakan permanen. Kecepatan respons Anda sebagai penolong pertama adalah faktor terbesar penentu kelangsungan hidup korban.


Bagian 2: Kapan RJP Harus Diteruskan dan Kapan Harus Dihentikan?

Tidak ada batasan waktu RJP yang tunggal dan kaku. Panduan global menetapkan bahwa RJP harus dilakukan terus menerus hingga salah satu kondisi berikut tercapai.

Kondisi Ideal (RJP Diteruskan)Kondisi Penghentian
Bantuan Medis TibaUpaya RJP dialihkan kepada tenaga kesehatan profesional, yang memiliki peralatan dan obat-obatan yang lebih canggih.
Kembalinya Sirkulasi Spontan (ROSC)Korban mulai sadar, bergerak spontan, atau menunjukkan pernapasan normal. Tujuan RJP tercapai!
Penolong KelelahanPenolong sudah terlalu lelah dan tidak mampu lagi memberikan kompresi yang efektif. Solusi: Segera alihkan RJP ke penolong lain jika ada.
Penolong Terancam KeselamatanLingkungan menjadi berbahaya (misalnya ada kebakaran, lalu lintas, atau ancaman lain). Keselamatan penolong adalah nomor satu.
Tanda-tanda Kematian JelasDitemukan tanda-tanda ireversibel seperti rigor mortis (kaku mayat) atau cedera yang fatal dan tidak mungkin diselamatkan.
Keputusan Klinis/DNRAdanya keputusan dari tim medis profesional untuk menghentikan resusitasi setelah jangka waktu tertentu, atau jika pasien memiliki perjanjian Do Not Resuscitate (DNR) yang sah.

Pesan Kunci untuk Penolong Awam:

Jika Anda melakukan RJP di luar rumah sakit sebagai penolong awam, teruskanlah RJP tanpa henti atau interupsi minimal hingga:

  1. Korban bangun atau mulai bergerak.
  2. Bantuan medis tiba dan mengambil alih.
  3. Anda kelelahan dan tidak ada orang lain yang dapat menggantikan.

Penutup: Bersiaplah untuk Bertindak!

Memahami RJP bukan hanya tentang teori, tetapi tentang kesiapan mental untuk bertindak di saat-saat paling genting.

RJP adalah keterampilan hidup yang wajib dimiliki setiap orang. Jangan takut untuk bertindak! Bahkan dengan Hands-Only CPR, Anda meningkatkan peluang kelangsungan hidup korban secara signifikan hingga bantuan profesional tiba.

Yuk, cari informasi pelatihan RJP terdekat di kota Anda. Jadilah pahlawan di sekitar Anda!


Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Satu tanggapan

Tinggalkan komentar