A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Fedora 43 akhirnya resmi dirilis pada tanggal 28 Oktober 2025, membawa sejumlah pembaruan besar yang menyasar para power user, developer, hingga pengguna desktop Linux sehari-hari. Versi ini menjadi salah satu lompatan penting dalam perjalanan Fedora, terutama dengan semakin tegasnya langkah menuju desktop modern yang aman dan ramah pengguna.​

Fitur-Fitur Baru Fedora 43

Rilis Fedora 43 dikenal menghadirkan sederet fitur unggulan:

  • GNOME 49 dengan Aplikasi Baru: Fedora 43 dibekali GNOME 49 yang membawa sejumlah aplikasi anyar seperti Loupe, Papers, Showtime, dan Manuals, serta pengelolaan visual yang lebih dinamis.​
  • Wayland Only Desktop Environment: Fedora menanggalkan X11 pada desktop GNOME dan sepenuhnya mengadopsi Wayland, menghadirkan pengalaman grafis yang lebih mulus dan teknologi kompositor yang mutakhir.
  • Kernel Linux 6.17: Dukungan terhadap hardware terkini (termasuk Snapdragon X, AMD HFI, Intel Xe3), performa lebih cepat, dan kompatibilitas webcam yang lebih baik.
  • Anaconda WebUI Installer: Installer berbasis web yang kini menjadi default di semua varian Fedora, lebih user-friendly serta terintegrasi dengan DNF5 untuk pengelolaan paket yang lebih efisien.
  • Programming Stack & Keamanan: Termasuk Python 3.14, Java 25, GCC 15.2, LLVM 21, serta RPM 6.0 dengan peningkatan keamanan paket berbasis GPG.
  • Wallpaper Baru: Fedora menghadirkan wallpaper default homage kepada astronot Sally Ride, dengan dukungan JPEG XL agar ukuran tetap efisien namun kualitas visual tetap terjaga.

Pengalaman Pengguna Awal: Pro & Kontra

Pengguna awal Fedora 43 merespons rilis ini secara antusias, namun tetap memberikan beberapa masukan kritis. Berikut ringkasan impresi utama dari komunitas:

  • Kinerja dan Responsif: Banyak pengguna melaporkan bahwa Fedora 43 terasa lebih cepat dan responsif, terutama di perangkat keras terbaru berkat Linux Kernel 6.17. Performa desktop, booting, dan dukungan hardware mengalami peningkatan yang nyata.
  • Wayland Only: Tidak semua pengguna senang dengan penghapusan X11 di desktop GNOME. Sebagian merasa Wayland sudah cukup stabil dan modern, sementara lainnya mengkritik beberapa aplikasi legacy yang masih butuh X11. Ada yang menyebut keputusan ini sebagai “anti-user”, namun distribusi software kini semakin fokus pada interoperabilitas dan keamanan masa depan.
  • Installer Baru: WebUI Anaconda mendapat banyak pujian karena proses instalasi kini jauh lebih linear dan mudah dimengerti, cocok untuk pengguna baru maupun yang berpengalaman.
  • Tampilan & Visual: Fitur wallpaper dan dukungan JPEG XL diapresiasi karena membuat desktop lebih segar dan file sistem lebih efisien. Aplikasi baru berbasis Rust seperti Loupe juga menunjukkan performa tinggi dan integrasi touchscreen yang mulus.​
  • Bug dan Masalah: Beberapa bug minor sempat dilaporkan di forum komunitas; misal ikon UI di dark mode, serta sisa masalah kompatibilitas perangkat input tertentu yang diwariskan sejak Fedora 41.​

Kesimpulan

Fedora 43 menandai era baru distribusi Linux desktop dengan fokus ke stabilitas, kinerja, dan kemudahan penggunaan—meski keputusan kontroversial seperti Wayland only akan terus menjadi bahan diskusi dalam komunitas Linux. Secara keseluruhan, rilis ini patut dicoba, terutama bagi Anda yang menginginkan sistem operasi open source yang up-to-date, aman, dan modern.

Untuk detail fitur dan pembaruan lainnya, kunjungi halaman resmi Fedora 43 atau diskusi komunitas terkait.​

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Satu tanggapan

Tinggalkan komentar