Hari Keratoconus Sedunia diperingati setiap tanggal 10 November untuk meningkatkan kesadaran global tentang keratoconus—kondisi mata progresif yang dapat mengganggu penglihatan secara signifikan.
👁️ Apa Itu Keratoconus?
Keratoconus adalah kelainan pada kornea, yaitu lapisan bening di bagian depan mata. Pada penderita keratoconus, kornea menipis dan berubah bentuk menjadi seperti kerucut, sehingga menyebabkan:
- Penglihatan kabur atau distorsi
- Sensitivitas terhadap cahaya
- Kesulitan melihat di malam hari
- Perubahan ukuran kacamata yang sering
Kondisi ini biasanya mulai muncul pada usia remaja atau dewasa muda dan dapat berkembang selama bertahun-tahun.
📅 Makna Hari Keratoconus Sedunia
Hari Keratoconus Sedunia pertama kali diprakarsai oleh National Keratoconus Foundation (NKCF) dan komunitas pasien di seluruh dunia. Tujuannya adalah:
- 🧠 Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang gejala dan dampak keratoconus
- 🔍 Mendorong deteksi dini melalui pemeriksaan mata rutin
- 🤝 Memberikan dukungan kepada pasien dan keluarga melalui komunitas dan edukasi
Setiap tahun, kampanye global #WorldKeratoconusDay mengajak masyarakat untuk berbagi cerita, mengenakan warna biru, dan menyebarkan informasi melalui media sosial.
🛠️ Penanganan dan Dukungan
Walaupun keratoconus tidak bisa disembuhkan sepenuhnya, ada berbagai pilihan terapi yang dapat membantu:
- Kacamata atau lensa kontak khusus (seperti lensa RGP atau scleral)
- Corneal cross-linking (CXL) untuk memperkuat struktur kornea dan memperlambat progresi
- Transplantasi kornea pada kasus berat
Penting bagi penderita untuk berkonsultasi dengan dokter mata dan mengikuti perkembangan teknologi optik terbaru.
💬 Penutup
Hari Keratoconus Sedunia adalah momen untuk menyuarakan harapan dan solidaritas. Dengan edukasi, deteksi dini, dan dukungan komunitas, kita bisa membantu jutaan orang melihat dunia dengan lebih jelas—secara harfiah dan makna.

Tinggalkan komentar