Hari yang sama setiap tahunnya, 1 Desember, dunia bersatu dengan satu tujuan: mengingat, merenung, dan bertindak melawan HIV/AIDS. Hari AIDS Sedunia 2025 ini mengusung tema yang powerful: “Bersatu Melawan HIV/AIDS untuk Masa Depan Tanpa Stigma.” Tema ini mengingatkan kita bahwa musuh terbesar kita bukan hanya virusnya, tetapi juga stigma dan diskriminasi yang masih melekat erat.

Sudah lebih dari empat dekade kita berjuang melawan HIV/AIDS. Kemajuan ilmu pengetahuan telah luar biasa. Dari yang dulunya vonis mati, kini HIV adalah kondisi kesehatan kronis yang dapat dikelola dengan pengobatan Antiretroviral (ARV). Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) yang rutin minum ARV dapat memiliki kualitas hidup yang baik, berumur panjang, dan bahkan tidak dapat menularkan virus kepada pasangannya (konsep U=U atau Undetectable = Untransmittable).
Lalu, Mengapa Stigma Masih Menjadi Tantangan Besar?
Meski ilmu telah maju, ketakutan dan kesalahpahaman masih beredar. Stigma muncul dari ketidaktahuan. Banyak yang masih menganggap HIV/AIDS sebagai “aib”, penyakit yang hanya menimpa kelompok tertentu, atau ditularkan melalui kontak sosial biasa seperti berpelukan, berjabat tangan, atau berbagi makanan.
Stigma ini memiliki dampak yang sangat merusak:
· ODHA Menutupi Diri: Takut dikucilkan, banyak ODHA yang menyembunyikan statusnya, bahkan dari keluarga terdekat.
· Hambatan ke Fasilitas Kesehatan: Rasa malu dan takut dihakimi membuat orang enggan melakukan tes HIV, apalagi berobat.
· Gangguan Kesehatan Mental: Stigma dapat memicu depresi, kecemasan, dan perasaan terisolasi yang dalam pada ODHA.
· Penghambat Pencegahan: Diskriminasi membuat edukasi pencegahan HIV tidak menjangkau mereka yang paling membutuhkan.
Mewujudkan Masa Depan Tanpa Stigma: Apa yang Bisa Kita Lakukan?
Tema “Bersatu Melawan HIV/AIDS” menekankan pada kekuatan kolaborasi. Kita semua, tanpa terkecuali, bisa menjadi bagian dari solusi. Berikut adalah langkah konkret yang bisa kita ambil:
- Edukasi Diri dan Sekitar dengan Fakta, Bukan Mitos
· HIV tidak menular melalui: Berjabat tangan, berpelukan, berciuman, berbagi makanan/minuman, gigitan nyamuk, atau menggunakan toilet yang sama.
· HIV menular melalui: Darah, air mani, cairan vagina, dan air susu ibu. Hubungan seksual tanpa pengaman dan berbagi jarum suntik adalah cara penularan utama.
· Pahami Konsep U=U: Orang dengan HIV yang minum ARV secara teratur hingga viral load-nya tidak terdeteksi, TIDAK DAPAT menularkan HIV melalui hubungan seksual. Ini adalah fakta ilmiah yang harus disebarluaskan!
- Gunakan Bahasa yang Memberdayakan, Bukan Menghakimi
Hindari istilah-istilah yang menyudutkan seperti”pengidap AIDS”, “korban HIV”, atau “kelompok berisiko”. Gunakanlah bahasa yang manusiawi seperti “Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA)” atau “orang yang hidup dengan HIV”. Bahasa mencerminkan sikap kita. - Dukung, Jangan Kucilkan
Jika ada orang di sekitar Anda yang terbuka tentang status HIV-nya,dengarkan mereka tanpa menghakimi. Dukungan moral dan empati adalah “obat” terbaik selain ARV. Katakan, “Aku di sini untukmu,” atau “Apa yang bisa aku bantu?” - Ajak untuk Tes HIV dan Konseling
Tes HIV adalah langkah pertama yang pemberani.Normalisasikan tes HIV sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan rutin, seperti cek kolesterol atau gula darah. Dengan mengetahui status, seseorang bisa segera mendapatkan pengobatan dan melindungi pasangannya. - Kampanyekan Kesetaraan dalam Layanan Kesehatan
Pastikan bahwa teman atau keluarga kita yang hidup dengan HIV mendapatkan layanan kesehatan yang sama bermutu dan bebas diskriminasi.Jika Anda adalah tenaga kesehatan, jadiilah contoh dalam memberikan pelayanan yang inklusif dan penuh hormat.
Mari Bergerak Bersama!
Hari AIDS Sedunia 2025 bukan sekadar peringatan, tetapi sebuah seruan untuk aksi. Masa depan tanpa stigma bukanlah mimpi yang mustahil. Itu adalah tujuan yang dapat kita capai bersama-sama, dengan setiap langkah kecil yang kita ambil.
Mulai dari diri sendiri, sebarkan informasi yang benar, tolak segala bentuk diskriminasi, dan ulurkan tangan sebagai sahabat, keluarga, atau rekan yang mendukung.
HariAIDSSedunia2025 #BersatuTanpaStigma #UequalsU #StopStigmaHIV
Penutup:
Mari jadikan momentum 1 Desember 2025 sebagai titik balik.Di mana kita tidak hanya mengingat mereka yang telah meninggal, tetapi juga memperjuangkan kehidupan yang bermartabat dan bebas stigma bagi setiap orang yang hidup dengan HIV. Bersama, kita bisa.

Tinggalkan komentar