A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Penyakit periodontal bukan lagi sekadar masalah “gusi berdarah”. Dengan prevalensi di Indonesia mencapai 56,9% (SKI 2023) dan kaitannya yang erat dengan penyakit sistemik seperti diabetes dan penyakit kardiovaskular, penanganannya menjadi krusial.

Kementerian Kesehatan telah menerbitkan Pedoman Nasional Pelayanan Klinis (PNPK) Tata Laksana Penyakit Periodontal terbaru (HK.01.07/MENKES/978/2025). Dokumen ini adalah panduan komprehensif kita.

Bagi rekan-rekan tenaga medis, baik di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun Tingkat Lanjut (FKTL), PNPK ini memberikan alur yang jelas. Mari kita bedah proses diagnosis dan terapinya.

Bagian 1: Alur Diagnosis—Dari Anamnesis ke Staging

Diagnosis periodontal modern tidak hanya berhenti pada “gingivitis” atau “periodontitis”. PNPK mendorong kita untuk melakukan staging dan grading untuk menentukan keparahan, kompleksitas, dan risiko progresi penyakit.

Berikut adalah alur diagnosis yang disederhanakan:

Kunci Pemeriksaan Klinis: CAL dan PPD

  • Clinical Attachment Loss (CAL): Pengukuran utama untuk menentukan keparahan. Diukur dari Cemento-Enamel Junction (CEJ) ke dasar poket.
  • Probing Pocket Depth (PPD): Kedalaman poket yang diukur dari margin gingiva ke dasar poket.
  • Bleeding on Probing (BoP): Indikator inflamasi aktif.

Tabel 1: Penentuan Stadium dan Grade Periodontitis (Sederhana)

PNPK mengadopsi klasifikasi AAP 2017. Ini adalah rangkuman yang mempermudah penentuan diagnosis di klinik:

KategoriStadium (Keparahan & Kompleksitas)Grade (Risiko Progresi)
DefinisiMenjawab: “Seberapa parah kondisi pasien saat ini?”Menjawab: “Seberapa cepat penyakit ini akan memburuk?”
Stage IRingan: CAL 1-2 mm, Kehilangan tulang <15% (1/3 koronal)Grade A (Lambat):
• Tidak ada bukti kehilangan tulang/CAL selama 5 tahun.
• Non-perokok.
• Normoglikemik.
Stage IISedang: CAL 3-4 mm, Kehilangan tulang 15%-33% (1/3 koronal)Grade B (Moderat):
• Kehilangan tulang/CAL <2 mm selama 5 tahun.
• Perokok (<10 batang/hari).
• Diabetes terkontrol (HbA1c <7.0%).
Stage IIIBerat: CAL ≥ 5
mm, Kehilangan tulang >33% (1/3 tengah akar atau lebih), bisa disertai kehilangan ≤ 4 gigi.
Grade C (Cepat):
• Kehilangan tulang/CAL ≥ 2 mm selama 5 tahun.
• Perokok ( ≥ batang/hari).
• Diabetes tidak terkontrol (HbA1c ≥ 7.0%).
Stage IVSangat Berat: CAL ≥ 5 mm, Kehilangan tulang >33%, disertai kehilangan ≥ 5 gigi, disfungsi kunyah, trauma oklusi sekunder.

Bagian 2: Jantung Tatalaksana—Pendekatan 4 Fase

PNPK menegaskan bahwa terapi periodontal adalah sebuah siklus berkelanjutan, bukan tindakan sekali jadi. Alur ini (diadaptasi dari Gambar 6 PNPK) adalah inti dari tatalaksana:

Penjelasan Setiap Fase

  1. Fase Emergensi (Jika Diperlukan):
    • Tujuan: Mengatasi kondisi akut, nyeri, atau infeksi.
    • Contoh: Drainase abses (periodontal/gingiva), terapi NUG/NUP, perikoronitis akut.
  2. Fase I (Non-Bedah) – Fondasi Perawatan:
    • Tujuan: Menghilangkan faktor etiologi dan mengontrol inflamasi. Ini wajib untuk semua pasien.
    • Tindakan:
      • Dental Health Education (DHE) dan Oral Hygiene Instruction (OHI).
      • Scaling dan Root Planing (SRP) untuk menghilangkan plak dan kalkulus (supra dan subgingiva).
      • Kontrol faktor lokal (misal: perbaikan restorasi overhang).
      • Splinting (jika gigi goyang).
  3. Fase IV (Pemeliharaan/Maintenance) – Kunci Sukses Jangka Panjang:
    • Tujuan: Mencegah kekambuhan dan memonitor stabilitas.
    • Pasien yang telah stabil setelah Fase I akan langsung masuk ke fase ini.
    • Pasien yang selesai Fase II atau III juga wajib kembali ke fase ini.
    • Tindakan: Kontrol berkala, evaluasi ulang, OHI, dan scaling sesuai kebutuhan.
  4. Fase II (Bedah):
    • Indikasi: Dilakukan jika Fase I tidak berhasil mengeliminasi poket (biasanya PPD >5 mm pasca-Fase I) atau ada kebutuhan regenerasi/koreksi mukogingiva.
    • Tindakan: Kuretase, Gingivektomi, Open Flap Debridement (Bedah Flap), Guided Tissue Regeneration (GTR), Crown Lengthening, Frenektomi.
  5. Fase III (Restoratif/Rehabilitatif):
    • Tujuan: Mengembalikan fungsi kunyah dan estetika.
    • Indikasi: Setelah kondisi periodontal stabil (pasca Fase I, II, atau IV).
    • Tindakan: Pembuatan protesa (gigi tiruan), restorasi implan.

Bagian 3: Kapan Merujuk? Panduan FKTP vs FKTL

PNPK memberikan batasan yang jelas untuk alur rujukan:

FasilitasLingkup Tatalaksana
FKTP (Tingkat Pertama)• Deteksi dini dan penapisan.
• DHE dan OHI.
Scaling supragingiva (pada gigi tanpa goyangan / derajat 1).
• Perawatan emergensi tertentu (misal: drainase abses gingiva tanpa penyakit sistemik).
• Pemberian farmakologis dasar (Amoksisilin, Metronidazole, Analgesik).
FKTL (Tingkat Lanjut)Indikasi Rujukan:
1. Gigi goyang derajat 2 atau 3.
2. Kasus yang memerlukan tindakan bedah (Fase II).
3. Scaling subgingiva dan Root Planing (terutama pada poket dalam).
4. Kasus yang memerlukan tatalaksana multidisiplin (misal: Perio-Orto, Perio-Prosto).
5. Pasien dengan imunokompromis atau kondisi sistemik berat yang memerlukan pemantauan khusus.
• Melakukan semua fase perawatan (Emergensi, I, II, III, IV) yang kompleks.

Bagian 4: Pertimbangan Khusus pada Pasien Sistemik

Menangani pasien periodontal dengan komorbiditas memerlukan kehati-hatian ekstra. PNPK memberikan panduan spesifik:

Tabel 2: Poin Kritis Tatalaksana Pasien dengan Kondisi Sistemik

Kondisi SistemikPertimbangan Kritis Tatalaksana Periodontal
Diabetes Melitus• Waktu terbaik: Pagi hari.
Batas aman tindakan elektif: Gula darah sewaktu < 200 mg/dL, Gula darah puasa < 126 mg/dL, dan HbA1c < 7%.
• Tunda tindakan jika glukosa darah puasa > 300 mg/dL.
HipertensiBatas aman: < 140/90 mmHg.
• Hati-hati (140-159 / 90-99 mmHg): Batasi epinefrin (maks 0,04 mg).
Tunda tindakan: ≥ 160/100 mmHg.
Krisis (Rujuk UGD): ≥ 180/120 mmHg.
• Hindari NSAID jangka panjang (pilih Parasetamol).
Penyakit Kardiovaskular (Pengguna Antikoagulan/Antiplatelet)Warfarin: Tindakan aman jika INR < 3.
DOAC (Rivaroxaban, Apixaban, dll.): Cukup hentikan 1 dosis sebelum tindakan (konsultasikan).
Riwayat Endokarditis Infektif: Wajib profilaksis antibiotik (Amoksisilin 2g, 30-60 menit sebelum tindakan).
Kehamilan & MenyusuiWaktu teraman: Trimester Kedua.
Hindari (Trimester 1): Tetrasiklin, Metronidazol.
Hindari (Trimester 3): NSAID.
Menyusui: Awasi penggunaan Metronidazol dan NSAID.
Gangguan Imun (HIV/AIDS)• Tindakan bedah periodontal sebaiknya tidak dilakukan jika CD4 < 200 sel/mm³.

Kesimpulan

PNPK baru ini mempertegas peran tenaga medis dalam penatalaksanaan penyakit periodontal sebagai bagian integral dari kesehatan sistemik. Dengan alur diagnosis (staging/grading) dan alur terapi (berbasis fase) yang sistematis, kita dapat memberikan perawatan yang lebih terstruktur, efektif, dan aman bagi pasien.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan komentar