Memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi) dan gula darah tinggi (diabetes) bukan akhir dari segalanya. Dengan pengaturan pola makan yang tepat, Anda dapat mengendalikan kedua kondisi ini dan menjalani hidup yang lebih sehat. Artikel ini akan membantu Anda memahami bagaimana cara mengatur pola makan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipraktikkan.
Mengapa Pola Makan Itu Penting?
Penelitian menunjukkan bahwa dengan mengatur pola makan saja, kondisi diabetes dapat membaik hingga 70% (Mahajan et al., 2019). Diet yang sehat tidak hanya membantu mengontrol kadar gula darah, tetapi juga menurunkan tekanan darah, kolesterol, dan mengurangi risiko komplikasi jangka panjang seperti penyakit jantung, stroke, dan kerusakan ginjal.
Menurut panduan terbaru dari American Diabetes Association tahun 2024, pengelolaan yang komprehensif meliputi kontrol gula darah, tekanan darah, dan kadar lemak darah secara bersamaan akan memberikan manfaat terbesar untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah Anda (ElSayed et al., 2024).
Dua Pola Makan Terbukti Efektif: Diet DASH dan Diet Mediterania
Penelitian global menunjukkan dua pola makan yang paling efektif untuk mengelola hipertensi dan diabetes: Diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) dan Diet Mediterania. Kedua pola makan ini telah terbukti menurunkan kadar HbA1c (penanda gula darah jangka panjang) sebesar 0,3-0,47%, menurunkan tekanan darah, dan memperbaiki kadar kolesterol (Benson & Hayes, 2020).
Yang menarik, penelitian menemukan bahwa orang dengan diabetes yang menerapkan kombinasi kedua pola makan ini memiliki risiko kematian yang lebih rendah dibandingkan yang hanya mengikuti satu pola makan atau tidak sama sekali (Chen et al., 2022).
Apa Itu Diet DASH?
Diet DASH awalnya dikembangkan untuk menurunkan tekanan darah, tetapi ternyata juga sangat baik untuk diabetes. Diet ini menekankan:
Yang Diperbanyak:
- Buah dan sayuran segar (4-5 porsi sehari)
- Gandum utuh seperti nasi merah, roti gandum
- Kacang-kacangan (kacang merah, kacang hijau, kedelai)
- Produk susu rendah lemak
- Ikan dan daging unggas tanpa kulit
- Kacang-kacangan dan biji-bijian
Yang Dibatasi:
- Garam/natrium (maksimal 1 sendok teh sehari atau 2.300 mg)
- Lemak jenuh dan lemak trans
- Daging merah
- Makanan dan minuman manis
- Makanan olahan
Apa Itu Diet Mediterania?
Diet Mediterania terinspirasi dari pola makan masyarakat di negara-negara Mediterania yang terkenal sehat. Pola makan ini mencakup:
Yang Diperbanyak:
- Minyak zaitun sebagai sumber lemak utama
- Banyak sayuran dan buah segar
- Ikan (minimal 2 kali seminggu)
- Kacang-kacangan dan biji-bijian
- Biji-bijian utuh
Yang Dibatasi:
- Daging merah (hanya sesekali)
- Makanan olahan
- Gula tambahan
Prinsip-Prinsip Utama Pengaturan Makan
1. Kurangi Garam Secara Bertahap
Penelitian menunjukkan bahwa mengurangi asupan garam menjadi 2.300 mg per hari (sekitar 1 sendok teh) dapat menurunkan tekanan darah secara signifikan, terutama pada penderita diabetes dengan hipertensi (American Diabetes Association, 2024).
Tips praktis:
- Kurangi penggunaan garam saat memasak, ganti dengan bumbu rempah
- Hindari makanan kaleng, makanan beku, dan makanan instan yang tinggi garam
- Baca label makanan – cari produk dengan natrium <140 mg per sajian
- Batasi konsumsi kecap, saus, dan bumbu instan
2. Perbanyak Serat
Serat sangat penting untuk mengontrol gula darah dan kolesterol. Panduan merekomendasikan minimal 14 gram serat per 1.000 kalori, atau sekitar 25-28 gram per hari (American Diabetes Association, 2024).
Sumber serat yang baik:
- Sayuran hijau (bayam, kangkung, brokoli)
- Buah-buahan (apel dengan kulit, jambu biji, pepaya)
- Kacang-kacangan (kacang merah, kacang hijau, tempe, tahu)
- Biji-bijian utuh (oat, quinoa, nasi merah)
Penelitian menunjukkan asupan 25 gram serat per hari dapat menurunkan kolesterol total, kolesterol LDL, dan HbA1c (Di Chiacchio et al., 2023).
3. Pilih Lemak Sehat
Tidak semua lemak buruk! Lemak sehat justru penting untuk kesehatan jantung.
Lemak sehat (boleh dikonsumsi):
- Minyak zaitun
- Kacang-kacangan (almond, kenari, kacang mete)
- Alpukat
- Ikan berlemak (salmon, tongkol, sarden)
Lemak tidak sehat (harus dibatasi):
- Gorengan
- Mentega, margarin
- Santan kental
- Daging berlemak
- Makanan cepat saji
4. Atur Porsi Karbohidrat
Bukan berarti tidak boleh makan nasi, tetapi perlu diatur porsinya dan pilih jenis yang tepat.
Tips mengatur karbohidrat:
- Ganti nasi putih dengan nasi merah atau nasi merah campur putih
- Batasi porsi nasi (setengah piring atau sekitar 3/4 gelas nasi matang)
- Kombinasikan dengan protein dan sayuran
- Hindari makanan tinggi gula seperti kue, permen, dan minuman manis
5. Perbanyak Kalium
Kalium membantu menurunkan tekanan darah dengan menyeimbangkan efek natrium. Panduan terbaru American Heart Association 2025 merekomendasikan peningkatan asupan kalium dari makanan (Jones et al., 2025).
Sumber kalium:
- Pisang
- Alpukat
- Kentang
- Ubi jalar
- Bayam
- Tomat
- Kacang-kacangan
Menu Sehari-hari yang Mudah Diterapkan
Sarapan (Pilihan)
- Roti gandum dengan telur rebus + salad sayuran
- Oatmeal dengan potongan buah dan kacang almond
- Bubur kacang hijau tanpa gula tambahan
- Tempe goreng (sedikit minyak) + lalapan + nasi merah
Makan Siang
- Nasi merah (3/4 gelas) + ikan bakar/pepes + tumis sayuran + tahu/tempe
- Nasi merah + ayam tanpa kulit + sayur bening + tempe
Makan Malam
- Lebih sedikit dari porsi siang
- Perbanyak sayuran
- Protein ikan atau ayam tanpa kulit
- Nasi merah porsi kecil atau ganti dengan kentang rebus
Camilan Sehat
- Buah segar (1 potong sedang)
- Kacang-kacangan (segenggam)
- Yogurt tanpa gula
- Wortel mentah atau timun
Hal-Hal yang Perlu Dihindari
- Minuman manis – termasuk teh manis, sirup, soft drink
- Makanan olahan – sosis, nugget, kornet
- Gorengan berlebihan – batasi maksimal 2-3 kali seminggu
- Garam berlebihan – kecap, saus, MSG berlebihan
- Alkohol – sebaiknya dihindari atau dibatasi ketat
Manfaat yang Bisa Anda Rasakan
Penelitian menunjukkan bahwa dengan mengikuti pola makan DASH dan Mediterania secara konsisten, Anda dapat merasakan:
- Penurunan tekanan darah dalam 2-4 minggu
- Perbaikan kontrol gula darah (HbA1c turun 0,3-0,47%)
- Penurunan kolesterol jahat (LDL)
- Penurunan berat badan jika berlebih
- Risiko penyakit jantung dan stroke menurun hingga 50%
- Perlambatan kerusakan ginjal akibat diabetes
Studi jangka panjang (21 tahun) menunjukkan bahwa pasien diabetes yang menerapkan kontrol gula darah, tekanan darah, dan lemak secara bersamaan memiliki harapan hidup yang lebih panjang dan kualitas hidup yang lebih baik (Gæde et al., 2016).
Tips Praktis Memulai Perubahan
- Mulai bertahap – Jangan mengubah semua sekaligus. Pilih 1-2 perubahan dulu, misalnya mengurangi garam atau menambah sayuran
- Catat makanan Anda – Tulis apa yang Anda makan untuk mengetahui pola makan
- Belanja cerdas – Buat daftar belanjaan, beli lebih banyak bahan segar
- Masak sendiri – Lebih mudah mengontrol garam, gula, dan lemak
- Libatkan keluarga – Makan sehat bersama akan lebih mudah dan menyenangkan
- Konsultasi rutin – Periksa gula darah dan tekanan darah secara teratur, konsultasi dengan dokter dan ahli gizi
Kesimpulan
Mengelola hipertensi dan diabetes melalui pola makan adalah investasi terbaik untuk kesehatan jangka panjang Anda. Diet DASH dan Diet Mediterania telah terbukti secara ilmiah efektif dalam mengontrol kedua kondisi ini. Ingat, perubahan kecil yang konsisten lebih baik daripada perubahan besar yang hanya bertahan sebentar.
Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan panduan yang disesuaikan dengan kondisi kesehatan Anda. Setiap orang unik, dan pola makan yang terbaik adalah yang bisa Anda jalani dengan konsisten dalam jangka panjang.
Referensi
American Diabetes Association. (2024). 10. Cardiovascular disease and risk management: Standards of care in diabetes—2024. Diabetes Care, 47(Suppl 1), S179–S218. https://doi.org/10.2337/dc24-S010
Benson, G., & Hayes, J. (2020). An update on the Mediterranean, vegetarian, and DASH eating patterns in people with type 2 diabetes. Diabetes Spectrum, 33(2), 125–132. https://doi.org/10.2337/ds19-0073
Chen, G.-C., Neelakantan, N., Huang, Y., Seet, E. M. W., Tham, Y. C., van Dam, R. M., Cheng, C.-Y., & Tai, E. S. (2022). Associations of adherence to the DASH diet and the Mediterranean diet with all-cause mortality in subjects with various glucose regulation states. Frontiers in Nutrition, 9, 828792. https://doi.org/10.3389/fnut.2022.828792
Di Chiacchio, M., Schimitt Cavallaro, P., Morais, G., Ferreira, F. G., Maioli, T. U., Jordão Júnior, A. A., & Faria, A. M. C. (2023). Nutritional strategies for the management of type 2 diabetes mellitus: A narrative review. Nutrients, 16(1), 4. https://doi.org/10.3390/nu16010004
ElSayed, N. A., Aleppo, G., Bannuru, R. R., Bruemmer, D., Collins, B. S., Das, S. R., Ekhlaspour, L., Hilliard, M. E., Johnson, E. L., Khunti, K., Kosiborod, M. N., Lingvay, I., Matfin, G., McCoy, R. G., Perry, M. L., Pilla, S. J., Polsky, S., Prahalad, P., Pratley, R. E., … Gabbay, R. A. (2024). 10. Cardiovascular disease and risk management: Standards of care in diabetes—2024. Diabetes Care, 47(Supplement_1), S179–S218. https://doi.org/10.2337/dc24-S010
Gæde, P., Oellgaard, J., Carstensen, B., Rossing, P., Lund-Andersen, H., Parving, H.-H., & Pedersen, O. (2016). Years of life gained by multifactorial intervention in patients with type 2 diabetes mellitus and microalbuminuria: 21 years follow-up on the Steno-2 randomised trial. Diabetologia, 59(11), 2298–2307. https://doi.org/10.1007/s00125-016-4065-6
Jones, D. W., Whelton, P. K., Kreutz, R., Ferdinand, K. C., Flack, J. M., Weber, M. A., Bakris, G. L., Lackland, D. T., Wallach, J. D., Zannad, F., Dasgupta, A., Flynn, J. T., & Shapiro, M. D. (2025). 2025 high blood pressure guideline-at-a-glance. Journal of the American College of Cardiology, 86(7), e001–e002. https://doi.org/10.1016/j.jacc.2025.07.010
Mahajan, A., Tabassum, R., Chavali, S., Dwivedi, O. P., Bharadwaj, M., & Tandon, N. (2019). Integrating lifestyle and genetic risk factors to predict individual risk of type 2 diabetes. Diabetologia, 62(Suppl 1), S235.
Catatan: Artikel ini bertujuan memberikan informasi umum berbasis penelitian ilmiah. Untuk saran diet yang disesuaikan dengan kondisi kesehatan pribadi Anda, silakan berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi.

Tinggalkan komentar