Apakah Anda berjuang dengan berat badan berlebih dan merasa kewalahan dengan berbagai informasi diet yang membingungkan? Anda tidak sendirian. Jutaan orang di seluruh dunia menghadapi tantangan yang sama. Kabar baiknya, menurunkan berat badan tidak harus ekstrem atau menyiksa. Dengan pendekatan yang tepat—mengurangi kalori sambil meningkatkan asupan serat—Anda dapat mencapai penurunan berat badan yang aman, sehat, dan berkelanjutan.
Memahami Obesitas dan Dampaknya
Obesitas bukan sekadar masalah penampilan. Ini adalah kondisi medis serius yang meningkatkan risiko berbagai penyakit. Kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, stroke, tekanan darah tinggi, sleep apnea, masalah sendi, dan beberapa jenis kanker.
Bagaimana Mengetahui Apakah Anda Memiliki Kelebihan Berat Badan?
Indeks Massa Tubuh (IMT) adalah alat skrining yang umum digunakan:
- IMT 18,5-24,9: Berat badan normal
- IMT 25-29,9: Kelebihan berat badan (overweight)
- IMT ≥30: Obesitas
Penting untuk diingat: IMT hanyalah satu indikator. Lingkar pinggang dan komposisi tubuh juga penting untuk dinilai bersama dokter Anda.
Mengapa Diet Rendah Kalori dan Tinggi Serat?
Kekuatan Defisit Kalori
Pedoman klinis dari U.S. National Institutes of Health tentang obesitas merekomendasikan bahwa defisit kalori 500-1.000 kkal per hari harus diresepkan sebagai bagian integral dari program penurunan berat badan yang bertujuan mencapai laju penurunan berat badan yang aman sebesar 0,5-1 kg per minggu.
Mengurangi asupan energi harian sebesar 500-600 kkal dapat menyebabkan penurunan berat badan sederhana sekitar 0,5 kg per minggu atau 2 kg per bulan. Ini adalah pendekatan yang realistis dan dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
Peran Ajaib Serat dalam Penurunan Berat Badan
Penelitian terkini menunjukkan bahwa serat adalah kunci keberhasilan penurunan berat badan yang sering diabaikan.
Asupan serat makanan, secara independen dari asupan makronutrien dan kalori, mendorong penurunan berat badan dan kepatuhan diet pada orang dewasa dengan kelebihan berat badan atau obesitas yang mengonsumsi diet dengan pembatasan kalori.
Lebih mengejutkan lagi, dalam studi POUNDS Lost, perubahan berat badan dari awal hingga 6 bulan adalah -5,8 kg, -5,8 kg, -7,1 kg, dan -10,3 kg untuk kuartil 1, 2, 3, dan 4 perubahan asupan serat. Artinya, mereka yang paling meningkatkan asupan seratnya mengalami penurunan berat badan hampir dua kali lipat dibanding yang tidak!
Mengapa Serat Begitu Efektif?
Serat yang cukup dalam diet cenderung mencegah asupan makanan berlebihan dan akumulasi lemak depot dengan menurunkan kepadatan kalori diet, memperlambat laju menelan makanan, meningkatkan usaha yang terlibat dalam makan, meningkatkan rasa kenyang di usus, dan sedikit mengganggu efisiensi penyerapan energi.
Dengan kata lain:
- Membuat Anda kenyang lebih lama – serat memperlambat pencernaan
- Mengurangi kalori tanpa mengurangi volume makanan – Anda tetap makan banyak tapi dengan kalori lebih rendah
- Memerlukan lebih banyak waktu mengunyah – memberi tubuh waktu untuk merasakan kenyang
- Mendukung kesehatan pencernaan – mencegah sembelit dan menjaga mikrobiota usus
Berapa Kalori yang Harus Dikonsumsi?
Untuk menurunkan berat badan dengan laju yang aman dan berkelanjutan sebesar 0,5 hingga 1 kg per minggu, kebanyakan orang disarankan untuk mengurangi asupan energi mereka sebesar 600 kalori per hari. Untuk kebanyakan pria, ini berarti mengonsumsi tidak lebih dari 1.900 kalori per hari, dan untuk kebanyakan wanita, tidak lebih dari 1.400 kalori per hari.
Panduan Kalori Harian:
- Wanita: 1.200-1.500 kalori per hari
- Pria: 1.500-1.900 kalori per hari
Catatan Penting: Ini adalah panduan umum. Kebutuhan individu dapat bervariasi berdasarkan usia, tingkat aktivitas, dan kondisi kesehatan. Selalu konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi sebelum memulai program penurunan berat badan.
Target Serat Harian
Semua diet dirancang untuk mencakup ≥20 gram serat makanan per hari, namun banyak orang tidak mencapai target ini.
Rekomendasi Serat Harian:
- Wanita dewasa: 25-28 gram per hari
- Pria dewasa: 30-38 gram per hari
Penelitian terbaru sangat menyarankan bahwa meningkatkan asupan protein dan serat sambil secara bersamaan mengurangi kalori diperlukan untuk mengoptimalkan keamanan dan efikasi diet penurunan berat badan.
Makanan Tinggi Serat: Sahabat Penurunan Berat Badan
1. Buah-buahan Kaya Serat
Buah Beri (Berry)
- Raspberry: 8 gram serat per cangkir
- Blackberry: 7,6 gram serat per cangkir
- Stroberi: 3 gram serat per cangkir
- Blueberry: 4 gram serat per cangkir
Buah Lainnya:
- Pir (dengan kulit): 5,5 gram serat per buah sedang
- Apel (dengan kulit): 4,4 gram serat per buah sedang
- Pisang: 3,1 gram serat per buah sedang
- Jeruk: 3,1 gram serat per buah sedang
- Pepaya: 2,5 gram serat per cangkir
Tips praktis: Selalu makan buah utuh, bukan jus. Jus menghilangkan sebagian besar serat dan meninggalkan gula terkonsentrasi.
2. Sayuran Tinggi Serat
Sayuran Hijau:
- Bayam (matang): 4,3 gram serat per cangkir
- Kangkung (kale): 2,6 gram serat per cangkir
- Brokoli (matang): 5,1 gram serat per cangkir
- Sawi hijau: 5 gram serat per cangkir
Sayuran Lainnya:
- Wortel (mentah): 3,6 gram serat per cangkir
- Labu kuning: 3,6 gram serat per cangkir
- Ubi jalar (dengan kulit): 4 gram serat per ubi sedang
- Jagung manis: 3,5 gram serat per cangkir
- Kembang kol: 3 gram serat per cangkir
Sayuran dengan Serat Tertinggi:
- Artichoke: 10 gram serat per artichoke sedang
- Kacang polong hijau: 8,8 gram serat per cangkir
- Lobak bit (beets): 3,8 gram serat per cangkir
3. Kacang-kacangan dan Polong-polongan
Individu yang mengonsumsi sayuran dan buah dalam jumlah lebih tinggi memiliki penurunan berat badan yang lebih besar karena makanan ini tinggi serat tetapi lebih rendah kalori dibandingkan makanan tinggi serat lainnya seperti kacang-kacangan, biji-bijian, dan kacang.
Pilihan Terbaik:
- Kacang merah: 13,1 gram serat per cangkir (matang)
- Kacang hitam: 15 gram serat per cangkir (matang)
- Kacang hijau (mung bean): 15,4 gram serat per cangkir (matang)
- Lentil (dal): 15,6 gram serat per cangkir (matang)
- Kacang tanah: 8,5 gram serat per cangkir
- Kacang polong (chickpeas): 12,5 gram serat per cangkir (matang)
- Edamame: 8 gram serat per cangkir
4. Biji-bijian Utuh (Whole Grains)
Penting: Ganti biji-bijian olahan (putih) dengan yang utuh (cokelat/merah).
- Oat (gandum utuh): 4 gram serat per cangkir (matang)
- Quinoa: 5,2 gram serat per cangkir (matang)
- Beras merah: 3,5 gram serat per cangkir (matang)
- Barley (jelai): 6 gram serat per cangkir (matang)
- Roti gandum utuh: 2-4 gram serat per 2 iris
- Pasta gandum utuh: 6 gram serat per cangkir (matang)
Bandingkan:
- Beras putih: 0,6 gram serat per cangkir
- Beras merah: 3,5 gram serat per cangkir
- Selisih hampir 6 kali lipat!
5. Kacang-kacangan dan Biji-bijian
- Biji chia: 10,6 gram serat per 28 gram (2 sendok makan)
- Biji rami (flaxseed): 7,6 gram serat per 28 gram
- Almond: 3,5 gram serat per 28 gram
- Kenari: 1,9 gram serat per 28 gram
- Biji bunga matahari: 3 gram serat per 28 gram
6. Alpukat: Superfood Tinggi Serat
Satu alpukat ukuran sedang mengandung sekitar 10-13 gram serat! Alpukat juga kaya lemak sehat yang membantu penyerapan vitamin larut lemak.
Contoh Menu Harian 1.400 Kalori
Sarapan (350 kalori)
- 1 mangkuk oatmeal (1/2 cangkir oat kering): 150 kalori, 4g serat
- 1 pisang iris: 105 kalori, 3g serat
- 1 sendok makan biji chia: 60 kalori, 5g serat
- 1/2 cangkir susu skim atau susu kedelai: 35 kalori
- Total serat: 12 gram
Camilan Pagi (100 kalori)
- 1 apel sedang: 95 kalori, 4,4g serat
- Total serat: 4,4 gram
Makan Siang (400 kalori)
- Salad besar:
- 2 cangkir bayam dan selada (15 kalori, 2g serat)
- 1/2 cangkir kacang hitam (110 kalori, 7,5g serat)
- 1/2 alpukat (120 kalori, 5g serat)
- Tomat, mentimun, wortel parut (50 kalori, 3g serat)
- 100g dada ayam panggang (165 kalori)
- Dressing: jus lemon + 1 sdt minyak zaitun (40 kalori)
- Total serat: 17,5 gram
Camilan Sore (100 kalori)
- 1 cangkir wortel potong dengan hummus 2 sendok makan
- Total serat: 5 gram
Makan Malam (400 kalori)
- 100g ikan salmon panggang (200 kalori)
- 1 cangkir brokoli kukus (55 kalori, 5g serat)
- 1/2 cangkir quinoa (111 kalori, 2,6g serat)
- Tumis dengan 1 sdt minyak zaitun (40 kalori)
- Total serat: 7,6 gram
Camilan Malam (50 kalori, opsional)
- 1/2 cangkir stroberi
- Total serat: 1,5 gram
Total Harian:
- Kalori: ~1.400
- Serat: ~48 gram (melebihi target!)
- Protein: ~85 gram
Makanan yang Harus Dihindari atau Dibatasi
1. Gula Tambahan dan Pemanis
- Minuman bersoda dan jus kemasan
- Kue, biskuit, permen
- Es krim, puding manis
- Sirup, madu berlebihan
- Sereal sarapan manis
Mengapa: Tinggi kalori, rendah atau tanpa serat, menyebabkan lonjakan gula darah.
2. Karbohidrat Olahan
- Nasi putih → Ganti dengan nasi merah atau nasi cokelat
- Roti putih → Ganti dengan roti gandum utuh
- Pasta putih → Ganti dengan pasta gandum utuh
- Mi putih → Ganti dengan mi gandum atau mi shirataki
Mengapa: Kehilangan hampir semua serat saat pengolahan, cepat dicerna, tidak mengenyangkan.
3. Makanan Cepat Saji dan Gorengan
- Ayam goreng tepung
- Kentang goreng
- Donat, pisang goreng
- Gorengan tepung lainnya
Mengapa: Sangat tinggi kalori, lemak jenuh, dan garam; sangat rendah nutrisi dan serat.
4. Makanan dan Minuman Tinggi Lemak Jenuh
- Daging berlemak (daging merah berlemak)
- Santan kental berlebihan
- Mentega dan margarin berlebihan
- Kulit ayam
- Makanan yang digoreng dengan minyak berulang
5. Camilan Kemasan
- Keripik kentang
- Kue kering kemasan
- Cokelat batangan
- Permen
- Minuman energi
Tips Praktis untuk Keberhasilan Jangka Panjang
1. Mulai dengan Perubahan Kecil
Jangan mencoba mengubah seluruh pola makan dalam semalam. Mulailah dengan:
- Minggu 1: Ganti nasi putih dengan nasi merah di 1 waktu makan
- Minggu 2: Tambahkan 1 porsi buah di sarapan
- Minggu 3: Ganti camilan kemasan dengan buah segar
- Minggu 4: Tambahkan sayuran ke setiap makan
2. Tingkatkan Serat Secara Bertahap
Menambahkan serat ke dalam diet Anda terlalu cepat dapat menyebabkan efek samping pencernaan seperti kembung dan sembelit. Jika Anda perlu meningkatkan asupan serat, tingkatkan secara perlahan dari waktu ke waktu. Dan minum banyak air, yang dapat membantu serat melewati sistem pencernaan Anda tanpa gangguan perut.
Target: Tambahkan 5 gram serat setiap minggu hingga mencapai target 25-30 gram per hari.
3. Baca Label Nutrisi
Perhatikan:
- Ukuran porsi – berapa kalori per porsi?
- Serat – minimal 3 gram per porsi
- Gula tambahan – semakin sedikit semakin baik
- Lemak jenuh – batasi <10% total kalori
4. Kontrol Porsi
Gunakan “metode piring”:
- 1/2 piring: Sayuran (non-starch)
- 1/4 piring: Protein tanpa lemak
- 1/4 piring: Karbohidrat kompleks (biji-bijian utuh)
5. Minum Air yang Cukup
- Minimal 8 gelas (2 liter) per hari
- Lebih banyak saat berolahraga atau cuaca panas
- Air membantu serat bekerja lebih efektif
- Mengurangi rasa lapar yang sering sebenarnya adalah haus
6. Tetap Aktif Secara Fisik
Selain membantu Anda mempertahankan berat badan yang sehat, aktivitas fisik juga memiliki manfaat kesehatan yang lebih luas. Misalnya, dapat membantu mencegah dan mengelola lebih dari 20 kondisi, seperti mengurangi risiko diabetes tipe 2 hingga 40%. Pedoman merekomendasikan bahwa orang dewasa harus melakukan minimal 150 menit aktivitas intensitas sedang per minggu—misalnya, 5 sesi latihan 30 menit per minggu.
Aktivitas yang Direkomendasikan:
- Jalan cepat 30 menit setiap hari
- Berenang 2-3 kali seminggu
- Bersepeda
- Yoga atau pilates
- Naik tangga daripada lift
- Berkebun
7. Catat Makanan Anda
Menulis apa yang Anda makan (food diary) dapat:
- Meningkatkan kesadaran tentang pola makan
- Membantu mengidentifikasi pemicu makan berlebih
- Meningkatkan akuntabilitas
- Terbukti meningkatkan keberhasilan penurunan berat badan
8. Kelola Stres dan Tidur
- Tidur 7-9 jam per malam – kurang tidur meningkatkan hormon lapar
- Kelola stres – stres dapat memicu makan emosional
- Praktikkan teknik relaksasi: meditasi, pernapasan dalam, yoga
Apa yang Bisa Anda Harapkan?
Target Realistis
Bagi kebanyakan orang, kehilangan dan mempertahankan bahkan sejumlah kecil berat badan—sekitar 5%—dapat memiliki manfaat, seperti mengurangi risiko terkena diabetes atau menurunkan tekanan darah. Kehilangan 5% dari berat badan Anda berarti kehilangan 5 kg jika Anda menimbang 100 kg.
Manfaat Kehilangan 5-10% Berat Badan:
- Penurunan tekanan darah
- Perbaikan kadar gula darah
- Penurunan kolesterol
- Pengurangan risiko diabetes tipe 2
- Lebih sedikit nyeri sendi
- Peningkatan energi dan kualitas tidur
Laju Penurunan Berat Badan yang Aman
Penurunan berat badan yang lambat dan stabil—sekitar 0,5-1 kg (1-2 pon) per minggu—biasanya direkomendasikan oleh profesional kesehatan.
Perhitungan Realistis:
- 0,5 kg per minggu = 2 kg per bulan = 24 kg per tahun
- 1 kg per minggu = 4 kg per bulan = 48 kg per tahun
Ingat: Penurunan berat badan yang lebih lambat lebih berkelanjutan dan lebih aman untuk kesehatan jangka panjang.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Profesional?
Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi jika:
- Memiliki IMT >30 atau >27,5 (untuk orang Asia)
- Memiliki kondisi kesehatan yang mendasari (diabetes, hipertensi, penyakit jantung)
- Sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu
- Hamil atau menyusui
- Berusia di bawah 18 tahun
- Memiliki riwayat gangguan makan
- Tidak mengalami penurunan berat badan setelah 3 bulan usaha
- Mengalami efek samping dari perubahan diet
Pesan Penting
Penurunan Berat Badan Adalah Perjalanan, Bukan Sprint
Obesitas tidak terjadi dalam semalam, dan penurunan berat badan yang sehat juga memerlukan waktu. Pada titik satu tahun, pelaku diet yang berhasil (41% peserta) telah kehilangan 12,9% dari berat badan mereka, dibandingkan dengan sisa sampel penelitian, yang kehilangan sedikit lebih dari 2% dari berat awal mereka. Perbedaan utamanya? Mereka yang berhasil secara konsisten meningkatkan asupan protein dan serat mereka sambil mengurangi kalori.
Fokus pada Kesehatan, Bukan Hanya Angka
Timbangan bukan satu-satunya indikator keberhasilan. Perhatikan juga:
- Bagaimana pakaian Anda terasa
- Tingkat energi Anda
- Kualitas tidur
- Mood dan kesejahteraan mental
- Hasil pemeriksaan kesehatan (gula darah, kolesterol, tekanan darah)
Tidak Ada Diet “Sempurna”
Diet terbaik adalah yang bisa Anda pertahankan seumur hidup. Dalam studi DIETFITS yang dilakukan di Stanford University, 609 orang dewasa dengan kelebihan berat badan/obesitas dan non-diabetes diacak ke diet sehat rendah lemak atau rendah karbohidrat. Semua peserta menjalani pelatihan intensif yang dipandu ahli gizi untuk makan sehat, makanan utuh yang minim diproses, dimasak di rumah, tanpa batas kalori. Temuan utama dari penelitian ini adalah bahwa kedua diet memberikan penurunan berat badan yang signifikan sebesar 5,3 kg untuk rendah lemak dan 6 kg untuk rendah karbohidrat selama 12 bulan dengan perbaikan serupa dalam lingkar pinggang, lemak tubuh, glukosa puasa, dan tekanan darah .
Ini menunjukkan bahwa kualitas makanan dan konsistensi lebih penting daripada mengikuti diet tertentu yang ketat.
Langkah-Langkah Memulai Hari Ini
- Konsultasikan dengan dokter untuk pemeriksaan kesehatan lengkap
- Hitung target kalori dan serat Anda dengan ahli gizi
- Bersihkan dapur dari makanan pemicu
- Belanja bahan makanan sehat – fokus pada produk segar, biji-bijian utuh, protein tanpa lemak
- Rencanakan menu mingguan – termasuk camilan sehat
- Mulai food diary – catat makanan dan perasaan Anda
- Tentukan jadwal olahraga yang realistis
- Cari support system – keluarga, teman, atau komunitas online
Referensi
Alfouzan, N. W., Lee, M. H., Shaffer, A., Applegate, C. C., Hsu, J. C., & Nakamura, M. T. (2024). Successful dietary changes correlate with weight-loss outcomes in a new dietary weight-loss program. Obesity Science & Practice, 10(3), e764. https://doi.org/10.1002/osp4.764
Dong, J. Y., Zhang, Z. L., Wang, P. Y., & Qin, L. Q. (2013). Effects of high-protein diets on body weight, glycaemic control, blood lipids and blood pressure in type 2 diabetes: Meta-analysis of randomised controlled trials. British Journal of Nutrition, 110(5), 781-789. https://doi.org/10.1017/S0007114513002055
Dreher, M. L. (2018). Whole fruits and fruit fiber emerging health effects. Nutrients, 10(12), 1833. https://doi.org/10.3390/nu10121833
Hales, C. M., Carroll, M. D., Fryar, C. D., & Ogden, C. L. (2020). Prevalence of obesity and severe obesity among adults: United States, 2017-2018. NCHS Data Brief, (360), 1-8.
Karfopoulou, E., Brikou, D., Mamalaki, E., Bersimis, F., Anastasiou, C. A., Hill, J. O., & Yannakoulia, M. (2016). Dietary patterns in weight loss maintenance: Results from the MedWeight study. European Journal of Nutrition, 56(3), 991-1002. https://doi.org/10.1007/s00394-015-1147-z
Koliaki, C., Spinos, T., Spinou, Μ., Brinia, Μ. E., Mitsopoulou, D., & Katsilambros, N. (2018). Defining the optimal dietary approach for safe, effective and sustainable weight loss in overweight and obese adults. Healthcare, 6(3), 73. https://doi.org/10.3390/healthcare6030073
Ma, Y., Olendzki, B. C., Wang, J., Persuitte, G. M., Li, W., Fang, H., Merriam, P. A., Wedick, N. M., Ockene, I. S., Culver, A. L., Schneider, K. L., Olendzki, G. F., Carmody, J., Ge, T., Zhang, Z., & Pagoto, S. L. (2015). Single-component versus multicomponent dietary goals for the metabolic syndrome: A randomized trial. Annals of Internal Medicine, 162(4), 248-257. https://doi.org/10.7326/M14-0611
Shick, S. M., Wing, R. R., Klem, M. L., McGuire, M. T., Hill, J. O., & Seagle, H. (1998). Persons successful at long-term weight loss and maintenance continue to consume a low-energy, low-fat diet. Journal of the American Dietetic Association, 98(4), 408-413. https://doi.org/10.1016/S0002-8223(98)00093-5
Slavin, J. L. (2005). Dietary fiber and body weight. Nutrition, 21(3), 411-418. https://doi.org/10.1016/j.nut.2004.08.018
Stokel-Walker, C., McCook, A., & Watson, C. (2024). Weight-loss success depends on eating more protein, fiber while limiting calories. ScienceDaily. Retrieved from https://www.sciencedaily.com/releases/2024/08/240819130537.htm
Thomas, D. M., Bouchard, C., Church, T., Slentz, C., Kraus, W. E., Redman, L. M., Martin, C. K., Silva, A. M., Vossen, M., Westerterp, K., & Heymsfield, S. B. (2012). Why do individuals not lose more weight from an exercise intervention at a defined dose? An energy balance analysis. Obesity Reviews, 13(10), 835-847. https://doi.org/10.1111/j.1467-789X.2012.01012.x
Tucker, L. A., & Thomas, K. S. (2009). Increasing total fiber intake reduces risk of weight and fat gains in women. Journal of Nutrition, 139(3), 576-581. https://doi.org/10.3945/jn.108.096685
UK National Health Service. (2022). Obesity treatment. Retrieved from https://www.nhs.uk/conditions/obesity/treatment/
Wharton, S., Lau, D. C. W., Vallis, M., Sharma, A. M., Biertho, L., Campbell-Scherer, D., Adamo, K., Alberga, A., Bell, R., Boulé, N., Boyling, E., Brown, J., Calam, B., Clarke, C., Crowshoe, L., Divalentino, D., Forhan, M., Freedhoff, Y., Gagner, M., … Wicklum, S. (2020). Obesity in adults: A clinical practice guideline. Canadian Medical Association Journal, 192(31), E875-E891. https://doi.org/10.1503/cmaj.191707
Wylie-Rosett, J., Aebersold, K., Conlon, B., Isasi, C. R., & Ostrovsky, N. W. (2013). Health effects of low-carbohydrate diets: Where should new research go? Current Diabetes Reports, 13(2), 271-278. https://doi.org/10.1007/s11892-012-0357-5
Wyness, L. (2016). The role of red meat in the diet: Nutrition and health benefits. Proceedings of the Nutrition Society, 75(3), 227-232. https://doi.org/10.1017/S0029665115004267
Yanovski, S. Z., & Yanovski, J. A. (2014). Long-term drug treatment for obesity: A systematic and clinical review. JAMA, 311(1), 74-86. https://doi.org/10.1001/jama.2013.281361
Catatan: Artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi umum dan edukasi tentang pengelolaan obesitas melalui diet. Informasi ini bukan pengganti konsultasi medis profesional, diagnosis, atau pengobatan. Setiap individu memiliki kebutuhan yang unik. Selalu konsultasikan dengan dokter, ahli gizi terdaftar, atau profesional kesehatan yang berkualifikasi sebelum memulai program penurunan berat badan atau membuat perubahan signifikan pada pola makan Anda, terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan yang mendasari atau sedang mengonsumsi obat-obatan.

Tinggalkan komentar