Aterosklerosis (Atherosclerosis)1 adalah kondisi kesehatan serius yang sering kali berkembang secara perlahan dan tanpa disadari, namun berpotensi mematikan. Penyakit ini merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas global, terutama karena perannya dalam memicu penyakit jantung koroner, stroke, dan penyakit pembuluh darah perifer. Memahami proses, faktor risiko, dan cara pencegahannya sangat penting untuk menjaga kesehatan kardiovaskular kita.
- 🧐 Apa Itu Aterosklerosis?
- 🔬 Bagaimana Plak Terbentuk?
- ⚠️ Siapa yang Berisiko? (Faktor Risiko)
- 💔 Gejala dan Komplikasi
- ✅ Pencegahan dan Pengobatan
- 📝 Catatan Kaki:
🧐 Apa Itu Aterosklerosis?
Secara sederhana, Aterosklerosis adalah kondisi ketika terjadi penumpukan plak pada dinding bagian dalam arteri (pembuluh darah yang membawa darah kaya oksigen dari jantung ke seluruh tubuh). Plak ini terdiri dari lemak, kolesterol, kalsium, dan zat-zat lain yang beredar dalam darah. Penumpukan plak ini menyebabkan:
- Penyempitan Arteri (Stenosis): Ruang di dalam arteri (lumen) menjadi lebih sempit, sehingga mengurangi aliran darah ke organ dan jaringan tubuh.
- Pengerasan dan Kekakuan Arteri: Dinding arteri kehilangan elastisitasnya, menjadi kaku dan keras. Kondisi ini sering disebut juga sebagai jenis dari arteriosklerosis atau pengerasan arteri.
Aterosklerosis merupakan proses peradangan kronis2 yang dimulai sejak dini dan berkembang secara progresif seiring bertambahnya usia. Proses ini dapat berlangsung hingga puluhan tahun sebelum akhirnya menimbulkan gejala.
🔬 Bagaimana Plak Terbentuk?
Proses terbentuknya plak aterosklerosis atau yang dikenal sebagai aterogenesis dimulai ketika lapisan terdalam arteri, yaitu endotelium, mengalami kerusakan atau cedera. Kerusakan endotelium ini dapat dipicu oleh berbagai faktor risiko utama, seperti:
- Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi): Kekuatan tekanan yang berlebihan pada dinding arteri.
- Kadar Kolesterol Tinggi (Hiperkolesterolemia): Terutama tingginya kadar kolesterol LDL (Low-Density Lipoprotein) atau “kolesterol jahat”.
- Merokok: Zat-zat kimia dalam asap rokok sangat merusak endotelium.
- Gula Darah Tinggi (Diabetes Melitus): Kadar gula darah yang tidak terkontrol menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah.
Ketika endotelium rusak, kolesterol LDL dan zat lemak lainnya akan menempel dan menembus dinding arteri. Sistem kekebalan tubuh merespons dengan mengirimkan sel-sel darah putih (makrofag) untuk “memakan” kolesterol yang masuk, namun proses ini justru membentuk sel busa (foam cells) yang menjadi cikal bakal plak. Seiring waktu, sel-sel ini, bersama dengan kalsium dan jaringan ikat lainnya, menumpuk, mengeras, dan membentuk plak fibrosa yang mempersempit pembuluh darah.
Plak ini dapat pecah (ruptur), yang kemudian memicu pembentukan bekuan darah (trombus). Bekuan darah inilah yang seringkali menjadi pemicu utama serangan jantung atau stroke, karena dapat menyumbat aliran darah secara total.
⚠️ Siapa yang Berisiko? (Faktor Risiko)
Faktor risiko aterosklerosis terbagi menjadi dua kelompok:
1. Faktor Risiko yang Tidak Dapat Dimodifikasi:
- Usia: Risiko meningkat seiring bertambahnya usia, terutama pada pria di atas 45 tahun dan wanita di atas 55 tahun.
- Jenis Kelamin: Pria memiliki risiko lebih tinggi sebelum usia 60 tahun, namun risiko wanita meningkat tajam setelah menopause.
- Riwayat Keluarga: Memiliki keluarga dengan riwayat penyakit jantung atau stroke dini.
2. Faktor Risiko yang Dapat Dimodifikasi:
- Dislipidemia3 (Kadar Lemak Abnormal): Terutama kolesterol LDL tinggi dan kolesterol HDL (High-Density Lipoprotein) rendah.
- Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi).
- Diabetes Melitus (Kencing Manis).
- Merokok (Termasuk rokok konvensional dan rokok elektrik).
- Gaya Hidup Tidak Sehat: Kurang aktivitas fisik, obesitas (terutama obesitas sentral), dan pola makan tinggi lemak jenuh/trans.
- Stres Kronis dan Kurang Tidur.
💔 Gejala dan Komplikasi
Aterosklerosis sering disebut “pembunuh senyap” karena umumnya tidak menimbulkan gejala di tahap awal. Gejala baru muncul ketika penyempitan arteri sudah parah atau ketika plak pecah dan menyebabkan penyumbatan signifikan.
Gejala sangat bergantung pada lokasi arteri yang terkena:
| Lokasi Aterosklerosis | Penyakit yang Ditimbulkan | Gejala Umum |
| Arteri Koroner (Jantung) | Penyakit Jantung Koroner (PJK) | Nyeri dada (angina), sesak napas, kelelahan, dan serangan jantung. |
| Arteri Karotis (Otak) | Stroke atau Transient Ischemic Attack (TIA) | Mati rasa/kelemahan pada satu sisi tubuh, sulit berbicara, pandangan kabur, pusing, dan sakit kepala hebat. |
| Arteri di Lengan/Kaki | Penyakit Arteri Perifer (PAP) | Nyeri, kram, atau mati rasa pada kaki/lengan, terutama saat berjalan (klaudikasio intermiten), luka yang sulit sembuh. |
| Arteri Ginjal | Gagal Ginjal Kronis, Hipertensi | Tekanan darah tinggi yang sulit dikontrol, bengkak pada tungkai, mual, dan kelelahan. |
Komplikasi paling fatal dari aterosklerosis adalah Serangan Jantung dan Stroke yang dapat menyebabkan kecacatan permanen atau kematian mendadak.
✅ Pencegahan dan Pengobatan
Tujuan utama penanganan aterosklerosis adalah memperlambat perkembangan penyakit, mencegah komplikasi serius, dan mengurangi risiko serangan jantung serta stroke.
1. Perubahan Gaya Hidup (Pencegahan Utama)
Perubahan gaya hidup sehat merupakan fondasi pencegahan dan pengobatan:
- Pola Makan Sehat: Mengonsumsi makanan kaya serat, buah, sayuran, dan biji-bijian. Membatasi asupan lemak jenuh, lemak trans, kolesterol, garam, dan gula tambahan (Diet Mediterania, DASH).
- Aktivitas Fisik Teratur: Minimal 150 menit olahraga intensitas sedang atau 75 menit intensitas berat per minggu (Rekomendasi WHO).
- Berhenti Merokok: Merokok adalah salah satu faktor risiko terbesar yang dapat dimodifikasi.
- Menjaga Berat Badan Ideal: Mencapai dan mempertahankan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan lingkar pinggang yang sehat.
- Mengelola Stres dan Tidur Cukup.
2. Pengobatan Medis
Dokter mungkin meresepkan obat-obatan untuk mengontrol faktor risiko:
- Obat Penurun Kolesterol: Kelompok Statin (seperti Simvastatin, Atorvastatin, Rosuvastatin) adalah pilihan utama untuk menurunkan kolesterol LDL.
- Obat Penurun Tekanan Darah: Seperti Beta-blocker, ACE Inhibitor, atau Diuretik untuk menjaga tekanan darah tetap dalam batas normal.
- Obat Antiplatelet: Seperti Aspirin dosis rendah, untuk mencegah pembentukan bekuan darah yang berbahaya.
3. Prosedur dan Operasi
Pada kasus yang parah, di mana penyumbatan sudah signifikan dan menimbulkan gejala berat, dokter mungkin merekomendasikan prosedur intervensi, seperti:
- Angioplasti dan Stenting4: Prosedur minimal invasif untuk melebarkan arteri yang menyempit menggunakan balon dan memasang stent (cincin) untuk menjaga arteri tetap terbuka.
- Bedah Pintas Arteri Koroner (CABG)5: Operasi untuk membuat jalur baru (pintasan) di sekitar arteri yang tersumbat total.
📝 Catatan Kaki:
- Aterosklerosis (Atherosclerosis): Berasal dari bahasa Yunani athere (bubur) dan sclerosis (pengerasan) ↩︎
- Peradangan Kronis (Chronic Inflammation): Peradangan yang berlangsung lama dan merupakan bagian penting dari proses aterosklerosis. ↩︎
- Dislipidemia (Dyslipidemia): Kondisi kadar lemak (kolesterol dan trigliserida) dalam darah yang abnormal. ↩︎
- Angioplasti dan Stenting: Prosedur untuk melebarkan pembuluh darah yang menyempit dan menahannya agar tetap terbuka dengan alat seperti jaring (stent). ↩︎
- Bedah Pintas Arteri Koroner (Coronary Artery Bypass Grafting / CABG): Operasi bypass jantung. ↩︎
Penting: Tulisan ini disusun untuk tujuan informasi ilmiah populer dan edukasi kesehatan umum. Informasi di sini tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran konsultasi, diagnosis, atau pengobatan dari tenaga medis, dokter, atau profesional kesehatan lainnya. Selalu diskusikan kondisi kesehatan dan pilihan pengobatan Anda dengan dokter atau ahli kesehatan yang berkualifikasi.

Tinggalkan komentar