A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Pernahkah Anda merasakan gatal yang menyiksa di sela-sela jari kaki, disertai kulit yang mengelupas atau pecah-pecah? Di Indonesia, kondisi ini sering disalahartikan karena penamaannya. Masyarakat awam sering menyebutnya sebagai “Kutu Air”, sebuah istilah yang menyiratkan adanya serangga atau parasit. Padahal, secara medis, kondisi ini sama sekali tidak melibatkan kutu.

Dunia medis mengenalnya sebagai Tinea Pedis atau secara global populer dengan sebutan Athlete’s Foot. Meskipun namanya menyiratkan penyakit para atlet, kondisi ini dapat menyerang siapa saja—mulai dari pekerja kantoran hingga ibu rumah tangga. Artikel ini akan membedah anatomi penyakit ini, mulai dari penyebab mikroskopis, manifestasi klinis, hingga tata laksana pengobatan berdasarkan pedoman medis terkini.


Apa Itu Athlete’s Foot (Tinea Pedis)?

Jamur ini menyukai lingkungan yang hangat, lembap, dan gelap—kondisi yang persis ditemukan di dalam sepatu yang tertutup rapat, kaus kaki yang berkeringat, atau lantai kamar mandi umum.

Mengapa Disebut Athlete’s Foot?

Istilah ini muncul karena jamur penyebab penyakit ini tumbuh subur di tempat-tempat yang sering dikunjungi atlet, seperti ruang ganti (locker rooms), kamar mandi umum, dan area sekitar kolam renang. Namun, gaya hidup modern yang mengharuskan penggunaan sepatu tertutup sepanjang hari membuat prevalensi penyakit ini meluas ke populasi umum.


Etiologi: Siapa Pelakunya?

Penyebab utama dari Athlete’s foot adalah jamur dari genus Trichophyton. Berdasarkan studi mikologi terbaru, ada tiga spesies utama yang menjadi biang keladi:

  1. Trichophyton rubrum: Penyebab paling umum di seluruh dunia, sering kali menyebabkan infeksi kronis (berlangsung lama).
  2. Trichophyton mentagrophytes: Cenderung menyebabkan peradangan yang lebih hebat dan mendadak.
  3. Epidermophyton floccosum: Spesies lain yang juga sering ditemukan, meski frekuensinya lebih jarang dibanding dua di atas.

Cara Penularan

Penularan terjadi melalui kontak langsung ataupun tidak langsung.

  • Kontak Langsung: Bersentuhan dengan kulit orang yang terinfeksi.
  • Kontak Tidak Langsung (Fomit): Menginjak permukaan yang terkontaminasi serpihan kulit penderita yang mengandung jamur, seperti lantai kamar mandi, handuk, sprei, atau sepatu.

Klasifikasi Klinis: Wajah Seribu Athlete’s Foot

Tidak semua Athlete’s foot terlihat sama. Secara klinis, infeksi ini dibagi menjadi tiga tipe utama, yang penting untuk dikenali agar pengobatan tepat sasaran:

1. Tipe Interdigital (Sela Jari)

Ini adalah bentuk yang paling klasik dan sering ditemukan.

  • Lokasi: Biasanya dimulai di antara jari kaki ke-4 dan ke-5 (jari manis dan kelingking kaki).
  • Gejala: Kulit tampak putih memucat (maserasi), basah, lunak, dan mengelupas. Sering disertai rasa gatal yang hebat dan bau tidak sedap.
  • Risiko: Jika kulit retak (fisura), bakteri dapat masuk dan menyebabkan infeksi sekunder yang lebih serius.

2. Tipe Mokasin (Hiperkeratotik)

Tipe ini sering kali tidak disadari sebagai infeksi jamur karena gejalanya mirip kulit kaki kering biasa.

  • Lokasi: Menyerang telapak kaki, tumit, dan sisi samping kaki.
  • Gejala: Kulit menebal, kering, bersisik halus keperakan, dan kasar. Sering kali meliputi seluruh telapak kaki seolah-olah memakai sepatu mokasin.
  • Penyebab: Biasanya disebabkan oleh T. rubrum dan bersifat kronis (menahun).

3. Tipe Vesikobulosa (Melepuh)

Ini adalah bentuk yang paling tidak umum namun sangat mengganggu.

  • Lokasi: Biasanya di bagian bawah kaki (lengkungan telapak kaki).
  • Gejala: Muncul lepuhan-lepuhan kecil berisi cairan (vesikel) yang terasa sangat gatal atau nyeri. Tipe ini sering dikaitkan dengan reaksi alergi tubuh terhadap jamur (reaksi id).

Diagnosis: Bagaimana Memastikannya?

Meskipun sering kali dapat didiagnosis hanya dengan melihat tampilan kulit (diagnosis klinis), beberapa kondisi kulit lain seperti eksim (dermatitis kontak) atau psoriasis bisa terlihat sangat mirip.

Untuk diagnosis pasti, dokter mungkin melakukan pemeriksaan penunjang sederhana:

  • Pemeriksaan KOH (Kalium Hidroksida): Dokter akan mengerok sedikit kulit yang bersisik, lalu meneteskan larutan KOH dan melihatnya di bawah mikroskop. Jika positif, akan terlihat hifa (struktur seperti benang) dari jamur.
  • Kultur Jamur: Jika kasusnya sulit sembuh, sampel kulit mungkin dibiakkan di laboratorium untuk mengetahui jenis jamur spesifiknya.

Tata Laksana Pengobatan

Pengobatan Tinea Pedis bertujuan untuk membasmi jamur, meredakan gatal, dan mencegah infeksi sekunder.

1. Pengobatan Topikal (Oles)

Untuk kasus ringan hingga sedang, obat antijamur topikal yang dijual bebas (OTC) biasanya efektif.

  • Golongan Azole: Clotrimazole, Miconazole, Ketoconazole. Bekerja dengan menghambat pembentukan dinding sel jamur. Biasanya dioleskan 2 kali sehari selama 2-4 minggu.
  • Golongan Allylamine: Terbinafine, Butenafine. Obat ini bersifat fungisidal (membunuh jamur) lebih cepat. Sering kali hanya butuh waktu pengobatan 1-2 minggu.

Catatan Penting: Teruskan pemakaian obat selama 1 minggu setelah gejala hilang untuk memastikan jamur benar-benar mati dan mencegah kambuh.

2. Pengobatan Sistemik (Minum)

Untuk tipe Mokasin yang tebal, tipe Vesikobulosa yang parah, atau infeksi yang tidak mempan dengan obat oles, dokter akan meresepkan obat oral.

  • Contoh: Terbinafine, Itraconazole, atau Fluconazole.
  • Penggunaan obat minum memerlukan pengawasan dokter karena potensi efek samping pada hati (liver).

3. Perawatan Mandiri di Rumah

Obat saja tidak cukup jika lingkungan kaki tidak diubah.

  • Jaga Kaki Tetap Kering: Jamur tidak bisa tumbuh tanpa kelembapan. Keringkan sela-sela jari kaki dengan seksama setelah mandi.
  • Ganti Kaus Kaki: Ganti kaus kaki minimal sekali sehari, atau lebih jika berkeringat. Gunakan bahan katun atau serat sintetis yang menyerap keringat (wicking).
  • Rotasi Sepatu: Jangan gunakan sepatu yang sama dua hari berturut-turut. Beri waktu 24 jam agar sepatu benar-benar kering.

Komplikasi yang Mungkin Terjadi

Jika dibiarkan, Athlete’s foot bukan hanya sekadar gatal. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi meliputi:

  1. Onikomikosis (Jamur Kuku): Jamur menyebar dari kulit ke kuku kaki, menyebabkan kuku menebal, berubah warna menjadi kuning/cokelat, dan rapuh. Ini jauh lebih sulit diobati daripada infeksi kulit.
  2. Selulitis: Infeksi bakteri sekunder. Bakteri masuk melalui celah kulit yang pecah, menyebabkan kaki bengkak, merah, panas, dan demam. Ini adalah kondisi darurat medis.
  3. Tinea Cruris (Jock Itch): Penyebaran jamur ke area selangkangan. Sering terjadi saat seseorang menarik celana dalam melewati kaki yang terinfeksi jamur.

Kesimpulan

Athlete’s foot atau kutu air adalah infeksi jamur yang sangat umum namun sering diremehkan. Kunci kesembuhan bukan hanya pada salep yang dioleskan, tetapi pada disiplin menjaga kebersihan dan kekeringan kaki. Dengan penanganan yang tepat dan konsisten, kondisi ini dapat disembuhkan sepenuhnya. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan karena tingkat kekambuhan (recurrence rate) penyakit ini cukup tinggi jika faktor risiko tidak dikendalikan.


Referensi

  1. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2023). Fungal Diseases: Ringworm (including Tinea Pedis).
  2. American Academy of Dermatology (AAD). (2024). Athlete’s foot: Diagnosis and treatment.
  3. Goldstein, A. O., & Goldstein, B. G. (2023). Dermatophyte (tinea) infections. UpToDate.
  4. Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI). (2021). Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin di Indonesia.

Penafian Medis (Medical Disclaimer): Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi ilmiah populer. Tulisan ini tidak menggantikan saran, diagnosis, atau perawatan medis profesional. Jangan pernah mengabaikan nasihat medis profesional atau menunda mencarinya karena sesuatu yang telah Anda baca di artikel ini. Jika Anda memiliki masalah kesehatan pada kulit atau kaki, segera konsultasikan dengan dokter atau dermatolog (spesialis kulit).

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan komentar