- Apa Itu Kista Baker?
- Mengapa Kista Ini Muncul? (Etiologi)
- Gejala dan Tanda Klinis
- Bagaimana Dokter Mendiagnosis?
- Penatalaksanaan Terkini
- 1. Perawatan Konservatif (Non-Bedah)
- 2. Tindakan Invasif Minimal
- 3. Pembedahan (Operasi)
- Pencegahan dan Tips di Rumah
- Kesimpulan
- Catatan Kaki & Glosarium
- Referensi
Pernahkah Anda atau kerabat Anda merasakan adanya ganjalan, ketegangan, atau bahkan benjolan lunak di area belakang lutut? Terkadang rasanya nyeri saat kaki diluruskan, namun mereda saat ditekuk. Kondisi ini sering kali menimbulkan kekhawatiran akan adanya tumor atau masalah serius lainnya. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai Kista Baker (Baker’s Cyst) atau kista popliteal.
Artikel ini akan mengupas tuntas apa itu Kista Baker, mengapa bisa terjadi, bagaimana membedakannya dengan kondisi lain, serta langkah medis terkini untuk menanganinya.
Apa Itu Kista Baker?
Secara anatomi, Kista Baker adalah kantong berisi cairan yang terbentuk di belakang lutut (fossa poplitea). Penamaan kista ini diambil dari nama ahli bedah Inggris yang pertama kali mendeskripsikannya pada abad ke-19, dr. William Morrant Baker.
Penting untuk dipahami bahwa kista ini bukanlah pertumbuhan sel abnormal seperti kanker. Kista Baker berisi cairan pelumas sendi (cairan sinovial1) yang berlebihan.

Mekanisme Terbentuknya Kista
Lutut kita adalah engsel yang kompleks. Di dalam sendi lutut, terdapat cairan sinovial yang berfungsi sebagai pelumas agar tulang rawan dapat bergerak mulus tanpa gesekan. Cairan ini juga bersirkulasi di antara kantong-kantong kecil yang disebut bursa2.
Pada kondisi normal, jumlah cairan ini seimbang. Namun, ketika sendi lutut mengalami masalah (seperti peradangan atau cedera), tubuh merespons dengan memproduksi cairan sinovial secara berlebihan (efusi sendi). Tekanan yang meningkat di dalam sendi lutut mendesak cairan ini keluar ke bagian belakang lutut, mengisi bursa gastrocnemio-semimembranosus, dan membentuk benjolan yang kita sebut Kista Baker.
Analogi Sederhana: Bayangkan sendi lutut seperti sebuah pintu dengan engsel yang diberi minyak pelumas. Jika minyak dituang terlalu banyak, minyak tersebut akan meluber dan menumpuk di bagian belakang engsel.
Mengapa Kista Ini Muncul? (Etiologi)
Kista Baker jarang muncul dengan sendirinya (idiopatik). Pada orang dewasa, kista ini hampir selalu merupakan kondisi sekunder, artinya ia muncul sebagai akibat dari masalah lain pada lutut.
Berdasarkan literatur medis terbaru, dua penyebab utama meliputi:
- Radang Sendi (Arthritis):
- Osteoartritis (Pengapuran Sendi): Ini adalah penyebab paling umum pada lansia. Kerusakan tulang rawan memicu peradangan kronis dan produksi cairan berlebih.
- Rheumatoid Arthritis (Rematik): Penyakit autoimun yang menyerang lapisan sendi.
- Cedera Mekanis:
- Robekan Meniskus3: Meniskus adalah bantalan tulang rawan berbentuk huruf C di lutut. Robekan pada meniskus sering kali menyebabkan “efek katup satu arah”, di mana cairan sendi bisa masuk ke dalam kista tapi tidak bisa kembali ke ruang sendi.
- Cedera Ligamen: Seperti cedera pada ACL (Anterior Cruciate Ligament).
Gejala dan Tanda Klinis
Tidak semua Kista Baker menimbulkan gejala. Banyak orang memilikinya tanpa menyadarinya, dan kista hanya ditemukan secara tidak sengaja saat pemeriksaan MRI atau USG untuk masalah lain. Namun, jika kista membesar, gejala yang muncul meliputi:
- Benjolan di belakang lutut: Teraba lunak atau kenyal seperti balon air.
- Nyeri lutut: Terutama di bagian belakang.
- Kekakuan (Stiffness): Sulit untuk meluruskan kaki sepenuhnya atau menekuk kaki secara maksimal.
- Pemburukan saat aktivitas: Nyeri biasanya bertambah parah setelah berdiri lama atau berolahraga.
Waspada: Komplikasi Kista Pecah
Salah satu komplikasi yang perlu diwaspadai adalah pecahnya kista (ruptur). Jika tekanan cairan terlalu tinggi, dinding kista bisa jebol. Cairan sinovial akan bocor ke otot betis.
Gejala kista pecah sangat mirip dengan Deep Vein Thrombosis (DVT) atau penggumpalan darah di pembuluh vena dalam, yaitu:
- Nyeri tajam dan mendadak di betis.
- Bengkak pada betis hingga pergelangan kaki.
- Kemerahan dan rasa hangat di area betis.
Penting: Karena gejalanya mirip dengan DVT (yang merupakan kondisi gawat darurat), segeralah ke dokter jika mengalami bengkak dan nyeri mendadak pada betis untuk mendapatkan diagnosis yang akurat.
Bagaimana Dokter Mendiagnosis?
Dokter biasanya dapat mendiagnosis Kista Baker melalui pemeriksaan fisik. Salah satu teknik klasik adalah transiluminasi, di mana dokter menyinari benjolan dengan senter. Jika cahaya tembus (bersinar merah), itu menandakan isinya adalah cairan, bukan massa padat (tumor).
Namun, untuk memastikan dan melihat penyebab yang mendasarinya, pemeriksaan penunjang sering diperlukan:
- USG (Ultrasonografi): Metode cepat dan non-invasif untuk memastikan benjolan berisi cairan.
- MRI (Magnetic Resonance Imaging): Ini adalah standar emas. MRI tidak hanya melihat kistanya, tetapi juga dapat melihat kondisi meniskus, ligamen, dan tulang rawan untuk mencari akar masalahnya.
Penatalaksanaan Terkini
Prinsip utama pengobatan Kista Baker adalah: Obati penyebabnya, bukan hanya kistanya. Jika kista disedot tapi kerusakan sendi lutut (seperti robekan meniskus) tidak ditangani, kista hampir pasti akan muncul kembali.
1. Perawatan Konservatif (Non-Bedah)
Jika kista tidak menimbulkan gejala atau gejalanya ringan, dokter biasanya menyarankan observasi dan perawatan mandiri:
- Metode R.I.C.E:
- Rest: Istirahatkan lutut.
- Ice: Kompres es untuk mengurangi radang.
- Compression: Gunakan perban elastis atau knee support untuk mengurangi pembengkakan.
- Elevation: Tinggikan kaki saat beristirahat.
- Obat Anti-Inflamasi: Obat NSAID (seperti ibuprofen atau natrium diklofenak) untuk mengurangi nyeri dan bengkak (sesuai resep dokter).
2. Tindakan Invasif Minimal
Jika kista besar dan sangat nyeri:
- Aspirasi (Penyedotan Cairan): Dokter menggunakan jarum dengan panduan USG untuk menyedot cairan keluar dari kista.
- Injeksi Kortikosteroid: Setelah cairan disedot, dokter mungkin menyuntikkan obat steroid ke dalam lutut untuk mengurangi peradangan hebat dan mencegah cairan menumpuk lagi.
3. Pembedahan (Operasi)
Operasi jarang dilakukan hanya untuk membuang kista. Operasi biasanya ditujukan untuk memperbaiki kerusakan sendi lutut melalui metode Artroskopi (teropong sendi).
- Dalam prosedur ini, ahli bedah akan memperbaiki robekan meniskus atau membersihkan pengapuran sendi. Saat prosedur ini dilakukan, sambungan antara sendi dan kista sering kali ditutup atau diperbaiki, sehingga kista akan mengecil dan hilang dengan sendirinya seiring waktu.
Pencegahan dan Tips di Rumah
Mencegah Kista Baker berarti menjaga kesehatan lutut Anda secara umum. Berikut adalah langkah yang dapat diambil:
- Jaga Berat Badan Ideal: Beban tubuh yang berlebih meningkatkan tekanan dan risiko kerusakan pada sendi lutut (osteoartritis).
- Pemanasan yang Cukup: Lakukan pemanasan sebelum olahraga untuk mencegah cedera meniskus atau ligamen.
- Gunakan Sepatu yang Tepat: Alas kaki yang mendukung biomekanik kaki dapat mengurangi beban pada lutut.
- Latihan Penguatan: Memperkuat otot paha (kuadrisep dan hamstring) akan membantu menstabilkan lutut dan mengurangi beban pada sendi.
Kesimpulan
Kista Baker adalah kondisi umum yang sering kali merupakan “sinyal SOS” dari lutut Anda bahwa ada masalah lain di dalam sendi tersebut. Meskipun sering kali tidak berbahaya, benjolan ini bisa mengganggu kualitas hidup jika membesar atau pecah. Penanganan yang tepat tidak hanya fokus pada menghilangkan benjolan, tetapi menyembuhkan kerusakan sendi yang mendasarinya.
Jika Anda menemukan benjolan di belakang lutut, jangan panik, namun jangan pula diabaikan. Konsultasikan dengan dokter ortopedi untuk evaluasi lebih lanjut.
Catatan Kaki & Glosarium
- Cairan Sinovial: Cairan kental seperti putih telur yang berfungsi melumasi sendi dan memberi nutrisi pada tulang rawan. ↩︎
- Bursa: Kantong kecil berisi cairan yang bertindak sebagai bantalan antara tulang dan jaringan lunak (otot/kulit) untuk mengurangi gesekan. ↩︎
- Meniskus: Bantalan tulang rawan berbentuk bulan sabit di dalam sendi lutut yang berfungsi sebagai peredam kejut. ↩︎
Referensi
- American Academy of Orthopaedic Surgeons (AAOS). (2023). “Baker’s Cyst (Popliteal Cyst)”. OrthoInfo.
- Mayo Clinic. (2024). “Baker’s cyst: Symptoms & Causes”.
- Herman, A. M., & Marzo, J. M. (2014). Popliteal Cysts: A Current Review. Orthopedics, 37(8), e678–e684.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. Artikel Kesehatan Tulang dan Sendi.
Disclaimer: Tulisan ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi ilmiah populer. Informasi ini tidak menggantikan saran, diagnosis, atau perawatan medis profesional. Selalu konsultasikan dengan dokter atau tenaga medis ahli untuk keluhan kesehatan Anda.

Tinggalkan komentar