A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

  1. Pendahuluan
  2. Apa Itu Angka Harapan Hidup?
    1. Angka Harapan Hidup Lima Tahun (Five-Year Survival Rate)
    2. Angka Harapan Hidup Relatif (Relative Survival Rate)
    3. Angka Harapan Hidup Keseluruhan (Overall Survival)
    4. Kelangsungan Hidup Bebas Progresi (Progression-Free Survival)
  3. Median Kelangsungan Hidup
  4. Keterbatasan Statistik Harapan Hidup
    1. Data Berbasis Masa Lampau
    2. Statistik Populasi, Bukan Prediksi Individual
    3. Heterogenitas dalam Kelompok
    4. Bias Waktu Tunggu (Lead-Time Bias)
  5. Konsep Kelangsungan Hidup Kondisional
  6. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Prognosis Individual
    1. Stadium Kanker
    2. Jenis dan Subtipe Kanker
    3. Usia dan Kondisi Kesehatan Umum
    4. Respons terhadap Pengobatan
    5. Faktor Biologis dan Molekuler
  7. Bagaimana Pasien dan Keluarga Sebaiknya Menggunakan Informasi Ini?
    1. Memahami Konteks
    2. Berfokus pada Faktor yang Dapat Dikendalikan
    3. Menghargai Preferensi Terhadap Informasi
    4. Mempertimbangkan Kualitas Hidup
    5. Tetap Berharap dengan Realistis
  8. Perkembangan dalam Pengobatan Kanker
  9. Kesimpulan
  10. Referensi
  11. Catatan Kaki

Pendahuluan

Ketika seseorang didiagnosis dengan kanker, salah satu pertanyaan paling mendasar yang muncul di benak adalah: “Berapa lama saya akan bertahan?” Dalam upaya menjawab pertanyaan ini, dunia medis menggunakan berbagai ukuran statistik yang dikenal sebagai angka harapan hidup atau survival rate1. Namun, angka-angka ini sering kali menimbulkan kebingungan dan bahkan kecemasan yang tidak perlu karena kesalahpahaman mengenai maknanya yang sebenarnya.

Artikel ini bertujuan memberikan pemahaman yang jernih tentang bagaimana menginterpretasikan statistik kelangsungan hidup kanker, apa yang dapat dan tidak dapat disampaikan oleh angka-angka tersebut, serta bagaimana pasien dan keluarga dapat menggunakan informasi ini secara bijaksana dalam pengambilan keputusan.


Apa Itu Angka Harapan Hidup?

Angka harapan hidup kanker adalah estimasi statistik yang menunjukkan persentase orang dengan jenis kanker tertentu yang masih hidup dalam kurun waktu tertentu—biasanya satu hingga lima tahun—setelah diagnosis ditegakkan. Angka ini dihitung berdasarkan data dari sejumlah besar pasien yang didiagnosis dengan kondisi serupa pada masa lampau.

Terdapat beberapa jenis ukuran harapan hidup yang umum digunakan:

Angka Harapan Hidup Lima Tahun (Five-Year Survival Rate)

Ukuran ini merupakan yang paling sering dikutip dalam literatur onkologi. Angka harapan hidup lima tahun menunjukkan persentase pasien yang masih hidup lima tahun setelah diagnosis. Penggunaan rentang waktu lima tahun memiliki alasan historis; pada era sebelum Perang Dunia II, kelangsungan hidup lima tahun dianggap sebagai pencapaian yang hampir tidak mungkin bagi penderita kanker, sehingga dijadikan tolok ukur keberhasilan pengobatan.

Penelitian menunjukkan bahwa kanker yang tidak kambuh dalam lima tahun umumnya memiliki kemungkinan kekambuhan yang rendah di kemudian hari, meskipun hal ini bervariasi tergantung jenis kankernya. Perlu ditekankan bahwa angka ini bukan berarti pasien hanya akan hidup selama lima tahun.

Angka Harapan Hidup Relatif (Relative Survival Rate)

Angka harapan hidup relatif membandingkan kelangsungan hidup pasien kanker dengan populasi umum yang memiliki karakteristik serupa (usia, jenis kelamin) namun tidak mengidap kanker. Ukuran ini memberikan gambaran yang lebih akurat tentang dampak kanker terhadap kelangsungan hidup dengan mengeliminasi pengaruh penyebab kematian lainnya.2

Sebagai contoh, jika angka harapan hidup relatif lima tahun untuk suatu jenis kanker adalah 90%, artinya pasien dengan kanker tersebut memiliki kemungkinan 90% untuk bertahan hidup dibandingkan dengan populasi umum yang sebanding.

Angka Harapan Hidup Keseluruhan (Overall Survival)

Ukuran ini menghitung persentase pasien yang masih hidup dalam periode waktu tertentu setelah diagnosis atau dimulainya pengobatan, tanpa memandang penyebab kematiannya—baik akibat kanker maupun penyebab lain.

Kelangsungan Hidup Bebas Progresi (Progression-Free Survival)

Ukuran ini menunjukkan lamanya waktu pasien hidup tanpa kanker yang memburuk atau menyebar. Dalam konteks uji klinis, ukuran ini sering digunakan untuk menilai efektivitas pengobatan.


Median Kelangsungan Hidup

Selain persentase, para klinisi juga menggunakan istilah median kelangsungan hidup3. Nilai median ini menunjukkan titik tengah di mana separuh pasien hidup lebih lama dan separuh lainnya hidup lebih singkat dari waktu tersebut.

Sebagai ilustrasi, jika median kelangsungan hidup untuk suatu kanker adalah 18 bulan, ini berarti 50% pasien hidup lebih dari 18 bulan dan 50% lainnya hidup kurang dari 18 bulan. Nilai median dipilih karena tidak terpengaruh oleh nilai-nilai ekstrem dan memberikan gambaran yang lebih representatif dibandingkan rata-rata.


Keterbatasan Statistik Harapan Hidup

Pemahaman tentang keterbatasan statistik kelangsungan hidup sangat penting agar pasien dan keluarga tidak salah menginterpretasi angka-angka tersebut.

Data Berbasis Masa Lampau

Statistik harapan hidup dihitung berdasarkan data pasien yang didiagnosis beberapa tahun sebelumnya. Menurut informasi dari American Cancer Society, laporan statistik kanker terbaru mencakup data dari kasus yang didiagnosis antara tahun 2013-2019 dan dipantau hingga 2020. Sejak saat itu, berbagai terapi baru telah disetujui dan metode deteksi dini yang lebih baik telah dikembangkan, yang berpotensi meningkatkan angka kelangsungan hidup pada masa kini.

Statistik Populasi, Bukan Prediksi Individual

Angka harapan hidup menggambarkan pengalaman suatu populasi, bukan nasib individu tertentu. Setiap pasien memiliki karakteristik unik yang memengaruhi prognosisnya, termasuk usia, kondisi kesehatan umum, respons terhadap pengobatan, dan berbagai faktor biologis tumor.

Heterogenitas dalam Kelompok

Dalam kelompok pasien dengan angka harapan hidup lima tahun sebesar 60%, tidak berarti 40% sisanya meninggal tepat pada tahun kelima. Sebagian mungkin meninggal dalam tahun pertama, sebagian di tahun kedua, ketiga, atau keempat. Demikian pula, 60% yang bertahan tidak semuanya sama; sebagian mungkin telah sembuh sepenuhnya, sebagian masih dalam pengobatan, dan sebagian lagi mungkin mengalami kekambuhan.

Bias Waktu Tunggu (Lead-Time Bias)

Kemajuan dalam skrining dan deteksi dini dapat meningkatkan angka harapan hidup tanpa benar-benar memperpanjang umur pasien. Jika kanker terdeteksi lebih awal, pasien tampak “hidup lebih lama” sejak diagnosis, padahal waktu kematian sebenarnya tidak berubah. Fenomena ini perlu dipertimbangkan saat menginterpretasi peningkatan angka kelangsungan hidup dari waktu ke waktu.


Konsep Kelangsungan Hidup Kondisional

Salah satu konsep yang lebih bermakna bagi pasien adalah kelangsungan hidup kondisional (conditional survival)4. Konsep ini menjawab pertanyaan: “Mengingat saya sudah bertahan hingga saat ini, bagaimana peluang saya untuk bertahan beberapa tahun ke depan?”

Penelitian menunjukkan bahwa semakin lama pasien bertahan setelah diagnosis, semakin baik prognosis mereka untuk masa mendatang. Studi terhadap pasien kanker payudara triple-negatif non-metastatik menunjukkan bahwa angka harapan hidup 10 tahun meningkat dari 69,9% pada saat diagnosis menjadi 72,8%, 78,1%, 83,0%, 87,0%, 90,3%, 93,0%, 95,0%, 97,0%, dan 98,9% setelah 1-9 tahun bertahan hidup.

Demikian pula, studi terhadap pasien kanker payudara pria melaporkan peningkatan angka harapan hidup lima tahun dari 70,5% pada saat diagnosis menjadi 92,9% setelah empat tahun bertahan. Temuan ini memberikan harapan yang lebih realistis bagi para penyintas5 kanker.


Faktor-Faktor yang Memengaruhi Prognosis Individual

Statistik populasi tidak dapat sepenuhnya menggambarkan prognosis individual. Berbagai faktor berpengaruh terhadap hasil akhir seorang pasien:

Stadium Kanker

Stadium kanker saat diagnosis merupakan prediktor6 prognosis yang paling kuat. Kanker yang terdeteksi pada stadium awal, ketika masih terlokalisasi, memiliki angka harapan hidup yang jauh lebih tinggi dibandingkan kanker yang sudah menyebar. Penelitian pada kanker pankreas menunjukkan bahwa pasien yang terdiagnosis melalui program surveilan berisiko tinggi memiliki tumor yang lebih kecil (median 2,5 cm vs 3,6 cm) dan lebih sering terdiagnosis pada stadium awal (38,5% stadium I vs 10,3%), yang berkontribusi pada kelangsungan hidup yang lebih baik.

Jenis dan Subtipe Kanker

Setiap jenis kanker memiliki perilaku biologis yang berbeda. Bahkan dalam satu jenis kanker, terdapat subtipe yang memiliki prognosis sangat berbeda. Sebagai contoh, kanker prostat umumnya memiliki angka harapan hidup lima tahun yang tinggi (88,5%), sementara kanker pankreas memiliki angka yang jauh lebih rendah (8,3%).

Usia dan Kondisi Kesehatan Umum

Usia pasien dan kondisi kesehatan secara keseluruhan, termasuk adanya penyakit penyerta (komorbiditas)7, memengaruhi kemampuan tubuh untuk mentoleransi pengobatan dan melawan kanker.

Respons terhadap Pengobatan

Bagaimana tumor merespons pengobatan—apakah mengecil, stabil, atau terus berkembang—merupakan indikator prognosis yang penting. Respons lengkap terhadap pengobatan umumnya dikaitkan dengan hasil yang lebih baik.

Faktor Biologis dan Molekuler

Karakteristik genetik dan molekuler tumor, seperti ekspresi reseptor hormon pada kanker payudara atau mutasi genetik tertentu, dapat memengaruhi prognosis dan respons terhadap terapi.


Bagaimana Pasien dan Keluarga Sebaiknya Menggunakan Informasi Ini?

Memahami Konteks

Sebelum mencari statistik kelangsungan hidup, pahami bahwa angka-angka tersebut adalah alat bantu, bukan ramalan. Diskusikan dengan tim medis tentang bagaimana statistik tersebut diterapkan pada kondisi spesifik Anda.

Berfokus pada Faktor yang Dapat Dikendalikan

Alih-alih terpaku pada angka, fokuskan energi pada hal-hal yang dapat Anda kendalikan: kepatuhan terhadap pengobatan, gaya hidup sehat, dukungan emosional, dan komunikasi yang baik dengan tim medis.

Menghargai Preferensi Terhadap Informasi

Tidak semua orang ingin mengetahui detail statistik prognostik mereka. Penelitian menunjukkan bahwa 70-90% pasien kanker stadium lanjut menginginkan keterbukaan tentang prognosis, namun sebagian kecil lebih memilih untuk tidak mengetahuinya. Kedua preferensi ini sama-sama valid.

Mempertimbangkan Kualitas Hidup

Statistik kelangsungan hidup tidak menggambarkan kualitas hidup. Dalam beberapa situasi, pengobatan yang memberikan kelangsungan hidup sedikit lebih panjang mungkin bukan pilihan terbaik jika dampaknya terhadap kualitas hidup sangat signifikan.

Tetap Berharap dengan Realistis

Harapan tidak harus berarti mengabaikan kenyataan. Harapan yang realistis memungkinkan pasien untuk membuat rencana yang bermakna, menjalani pengobatan dengan tekad, sekaligus mempersiapkan diri untuk berbagai kemungkinan.


Perkembangan dalam Pengobatan Kanker

Penting untuk diingat bahwa lanskap pengobatan kanker terus berkembang. Berbagai kemajuan terkini telah mengubah prognosis beberapa jenis kanker:

Imunoterapi8 telah membawa revolusi dalam pengobatan melanoma metastatik ke otak. Studi menunjukkan bahwa kombinasi nivolumab plus ipilimumab memberikan angka harapan hidup keseluruhan tiga tahun sebesar 71,9% pada pasien dengan metastasis otak asimptomatik, hasil yang sebelumnya tidak terbayangkan.

Terapi bertarget molekuler9 memberikan harapan baru bagi pasien dengan tumor yang memiliki perubahan genetik tertentu. Kombinasi pertuzumab dan trastuzumab pada kanker saluran empedu dengan amplifikasi HER2 menunjukkan tingkat respons 23% pada pasien yang sebelumnya sulit diobati.

Kemajuan dalam radioterapi, seperti penggunaan hiperfraksinasi10 pada karsinoma nasofaring rekuren, telah mengurangi komplikasi serius sekaligus meningkatkan kelangsungan hidup.


Kesimpulan

Angka harapan hidup merupakan alat statistik yang berharga untuk memahami prognosis kanker secara umum, namun bukan penentu nasib individu. Memahami apa yang dapat dan tidak dapat disampaikan oleh angka-angka ini membantu pasien dan keluarga menghadapi diagnosis kanker dengan perspektif yang lebih seimbang.

Yang terpenting, setiap pasien adalah individu unik dengan perjalanan penyakit yang berbeda. Komunikasi terbuka dengan tim medis, memahami pilihan pengobatan yang tersedia, dan mempertahankan harapan yang realistis merupakan kunci dalam menghadapi tantangan ini. Kemajuan pengobatan kanker terus berlanjut, dan angka harapan hidup yang kita lihat hari ini mungkin sudah terlampaui oleh realitas yang lebih baik.


Referensi

  1. Eloranta S, Smedby KE, Dickman PW, Andersson TM. Cancer survival statistics for patients and healthcare professionals – a tutorial of real-world data analysis. Journal of Internal Medicine. 2020;289(1):12-28. https://doi.org/10.1111/joim.13139
  2. Hui D, Mo L, Paiva CE. The Importance of Prognostication: Impact of Prognostic Predictions, Disclosures, Awareness, and Acceptance on Patient Outcomes. Current Treatment Options in Oncology. 2021;22(2):12. https://doi.org/10.1007/s11864-020-00810-3
  3. Fan Y, Ku C, Wang R, et al. Conditional survival of male breast cancer. European Journal of Cancer Prevention. 2024;34(1):66-75. https://doi.org/10.1097/CEJ.0000000000000893
  4. Meng X, Cai Y, Chang X, Guo Y. A novel conditional survival nomogram for monitoring real-time prognosis of non-metastatic triple-negative breast cancer. Frontiers in Endocrinology. 2023;14:1119105. https://doi.org/10.3389/fendo.2023.1119105
  5. Zaborovskii N, Schlauch A, Shapton J, et al. Conditional survival after surgery for metastatic tumors of the spine: does prognosis change over time? European Spine Journal. 2023;32(3):1010-1020. https://doi.org/10.1007/s00586-023-07548-0
  6. Blackford AL, Canto MI, Dbouk M, et al. Pancreatic Cancer Surveillance and Survival of High-Risk Individuals. JAMA Oncology. 2024;10(8):1087-1096. https://doi.org/10.1001/jamaoncol.2024.1930
  7. Tawbi HA, Forsyth PA, Hodi FS, et al. Long-term outcomes of patients with active melanoma brain metastases treated with combination nivolumab plus ipilimumab (CheckMate 204): final results of an open-label, multicentre, phase 2 study. The Lancet Oncology. 2021;22(12):1692-1704. https://doi.org/10.1016/S1470-2045(21)00545-3
  8. Javle M, Borad MJ, Azad NS, et al. Pertuzumab and trastuzumab for HER2-positive, metastatic biliary tract cancer (MyPathway): a multicentre, open-label, phase 2a, multiple basket study. The Lancet Oncology. 2021;22(9):1290-1300. https://doi.org/10.1016/S1470-2045(21)00336-3
  9. You R, Liu YP, Xie YL, et al. Hyperfractionation compared with standard fractionation in intensity-modulated radiotherapy for patients with locally advanced recurrent nasopharyngeal carcinoma: a multicentre, randomised, open-label, phase 3 trial. The Lancet. 2023;401(10380):917-927. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(23)00269-6
  10. Cancer Trends Progress Report: Survival. National Cancer Institute, NIH, DHHS, Bethesda, MD, April 2025. https://progressreport.cancer.gov
  11. Cleveland Clinic. Cancer Survival Rate: Understanding Your Prognosis. 2025. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/cancer-survival-rate
  12. Nuffield Trust. Cancer survival rates. https://www.nuffieldtrust.org.uk/resource/cancer-survival-rates

Catatan Kaki

  1. Survival rate (angka harapan hidup) – statistik yang menunjukkan persentase orang yang masih hidup dalam kurun waktu tertentu setelah diagnosis penyakit. ↩︎
  2. Angka harapan hidup relatif (relative survival rate) – perbandingan kelangsungan hidup pasien kanker dengan populasi umum yang memiliki karakteristik serupa tanpa kanker. ↩︎
  3. Median kelangsungan hidup (median survival) – nilai tengah dari distribusi waktu kelangsungan hidup, di mana separuh pasien hidup lebih lama dan separuh lainnya hidup lebih singkat. ↩︎
  4. Kelangsungan hidup kondisional (conditional survival) – prediksi dinamis kelangsungan hidup yang memperhitungkan waktu yang sudah dilewati pasien sejak diagnosis. ↩︎
  5. Penyintas (survivor) – seseorang yang bertahan hidup setelah mengalami suatu peristiwa atau kondisi yang mengancam jiwa. ↩︎
  6. Prediktor (predictor) – faktor atau variabel yang dapat digunakan untuk memperkirakan hasil atau kejadian di masa mendatang. ↩︎
  7. Komorbiditas (comorbidity) – adanya satu atau lebih penyakit atau kondisi medis tambahan yang terjadi bersamaan dengan penyakit utama. ↩︎
  8. Imunoterapi (immunotherapy) – pengobatan yang memanfaatkan atau meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan kanker. ↩︎
  9. Terapi bertarget molekuler (molecular targeted therapy) – pengobatan yang menyasar molekul spesifik yang terlibat dalam pertumbuhan dan penyebaran sel kanker. ↩︎
  10. Hiperfraksinasi (hyperfractionation) – teknik radioterapi di mana dosis total radiasi diberikan dalam fraksi-fraksi yang lebih kecil dengan frekuensi lebih sering. ↩︎

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan komentar