- Pendahuluan
- Latar Belakang Pengembangan YMRS
- Struktur dan Komponen YMRS
- Properti Psikometrik
- Aplikasi Klinis
- Tantangan dan Pertimbangan dalam Penggunaan
- Adaptasi untuk Populasi Khusus
- Implementasi YMRS di Indonesia
- Perkembangan dan Instrumen Terkait
- Arah Masa Depan
- Kesimpulan
- Referensi
Pendahuluan
Young Mania Rating Scale (YMRS) merupakan instrumen penilaian klinis yang dirancang untuk mengukur keparahan gejala mania pada pasien dengan gangguan bipolar. Sejak dikembangkan oleh Young dan kolega pada tahun 1978, YMRS telah menjadi standar emas dalam penilaian mania dan digunakan secara luas baik dalam praktik klinis maupun penelitian di seluruh dunia. Instrumen ini telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan divalidasi dalam berbagai konteks budaya, menjadikannya salah satu alat ukur yang paling reliabel dan valid dalam bidang psikiatri.
Di Indonesia, kebutuhan akan instrumen penilaian yang terstandarisasi untuk gangguan bipolar semakin mendesak seiring dengan meningkatnya kesadaran akan kesehatan mental dan perkembangan layanan psikiatri. YMRS menawarkan pendekatan sistematis untuk menilai keparahan mania, memantau respons pengobatan, dan mengkomunikasikan kondisi pasien antar profesional kesehatan mental secara objektif.
Latar Belakang Pengembangan YMRS
Konteks Historis
Sebelum tahun 1978, instrumen untuk mengukur keparahan mania yang tersedia terbatas dan memiliki berbagai keterbatasan. Beigel Scale cukup komprehensif tetapi terlalu panjang dan kurang eksplisit dalam kriteria penilaian keparahan. Petterson Scale lebih singkat tetapi cakupannya terbatas dan kurang sensitif terhadap perubahan gejala. Brief Psychiatric Rating Scale (BPRS), meskipun banyak digunakan, tidak dirancang khusus untuk mania dan kurang fokus pada gejala inti kondisi ini.
Young, Biggs, Ziegler, dan Meyer dari Renard Hospital, rumah sakit pendidikan Washington University di St. Louis, mengenali kebutuhan akan instrumen yang memiliki cakupan lebih luas daripada Petterson Scale namun lebih ringkas dan eksplisit daripada Beigel Scale. Hasilnya adalah pengembangan YMRS, sebuah skala 11-item yang dirancang khusus untuk mengkuantifikasi keparahan episode manik.
Tujuan dan Desain
YMRS tidak dirancang sebagai instrumen diagnostik untuk menentukan apakah seseorang memiliki gangguan bipolar. Sebaliknya, tujuan utamanya adalah mengukur keparahan gejala manik pada pasien yang sudah terdiagnosis. Skala ini berfokus pada laporan subjektif pasien tentang kondisi klinisnya dalam 48 jam terakhir, dilengkapi dengan observasi klinisi selama wawancara.
Item-item dalam YMRS dipilih berdasarkan deskripsi yang dipublikasikan tentang gejala inti mania, meskipun tidak mencakup semua kemungkinan manifestasi kondisi ini. Pendekatan selektif ini memastikan bahwa skala tetap ringkas dan dapat diterapkan dalam waktu 15-30 menit, sambil tetap menangkap dimensi utama dari sindrom manik.
Struktur dan Komponen YMRS
Sebelas Item Inti
YMRS terdiri dari 11 item yang menilai berbagai aspek mania:
1. Mood yang Meningkat (Elevated Mood): Menilai tingkat euforia, optimisme yang berlebihan, atau kegembiraan yang tidak proporsional dengan situasi. Rentang skor: 0-4.
2. Peningkatan Aktivitas Motorik-Energi (Increased Motor Activity-Energy): Mengukur tingkat gelisah psikomotor, hiperaktivitas, dan peningkatan energi. Rentang skor: 0-4.
3. Minat Seksual (Sexual Interest): Menilai peningkatan dorongan seksual, pembicaraan seksual yang tidak sesuai, atau perilaku seksual yang impulsif. Rentang skor: 0-4.
4. Tidur (Sleep): Mengukur berkurangnya kebutuhan tidur dan tetap berenergi meski kurang tidur. Rentang skor: 0-4.
5. Iritabilitas (Irritability): Menilai tingkat ketersinggungan, kemarahan, atau frustrasi. Item ini diberi bobot ganda karena signifikansinya dalam manifestasi mania. Rentang skor: 0-8.
6. Bicara (Speech – Rate and Amount): Mengukur kecepatan, volume, dan jumlah pembicaraan, termasuk tekanan untuk terus berbicara. Item ini diberi bobot ganda. Rentang skor: 0-8.
7. Gangguan Bahasa-Pemikiran (Language-Thought Disorder): Menilai kualitas proses berpikir, termasuk flight of ideas, tangensialitas, kehilangan asosiasi, atau inkoherensi. Rentang skor: 0-4.
8. Isi Pemikiran (Thought Content): Mengukur kehadiran ide grandiose, waham, halusinasi, atau paranoia. Item ini diberi bobot ganda. Rentang skor: 0-8.
9. Perilaku Mengganggu-Agresif (Disruptive-Aggressive Behavior): Menilai tingkat agitasi, ancaman verbal atau fisik, dan perilaku destruktif. Item ini diberi bobot ganda. Rentang skor: 0-8.
10. Penampilan (Appearance): Mengukur kerapian, dandanan, dan perhatian terhadap penampilan fisik. Rentang skor: 0-4.
11. Wawasan (Insight): Menilai kesadaran pasien tentang kondisinya dan kebutuhan akan pengobatan. Rentang skor: 0-4.
Sistem Penilaian
Sistem penilaian YMRS dirancang dengan hati-hati untuk menangkap variabilitas gejala mania. Tujuh item dinilai pada skala 0-4, sedangkan empat item (iritabilitas, bicara, isi pemikiran, dan perilaku mengganggu-agresif) dinilai pada skala 0-8. Pemberian bobot ganda pada empat item ini didasarkan pada pertimbangan klinis bahwa gejala-gejala ini sangat penting dalam karakterisasi mania dan sering kali dapat dinilai bahkan pada pasien dengan kooperasi yang buruk.
Interpretasi Skor Total:
- Skor 0-12: Remisi atau gejala minimal
- Skor 13-19: Mania ringan
- Skor 20-25: Mania sedang
- Skor ≥26: Mania berat
Penelitian oleh Lukasiewicz dan kolega (2013) dalam studi EMBLEM yang melibatkan 3.684 pasien selama dua tahun menetapkan ambang keparahan dan perbedaan minimal yang signifikan secara klinis (Minimal Clinically Significant Difference/MCSD) menggunakan skala Clinical Global Impressions-Bipolar (CGI-BP) sebagai standar referensi.
Properti Psikometrik
Reliabilitas
Reliabilitas Inter-rater: Studi original Young dan kolega tahun 1978 menunjukkan koefisien reliabilitas inter-rater keseluruhan sebesar 0,93, yang sangat baik. Reliabilitas untuk item individual berkisar dari 0,66 (perilaku agresif-destruktif) hingga 0,95 (tidur).
Konsistensi Internal: Berbagai studi menunjukkan konsistensi internal yang baik hingga sangat baik. Menurut data PubMed, versi Rwanda yang divalidasi tahun 2024 menunjukkan Cronbach’s alpha sebesar 0,90. Validasi versi Korea untuk Functioning Assessment Short Test yang menggunakan YMRS sebagai salah satu instrumen validasi melaporkan reliabilitas yang sangat baik. Studi validasi versi China untuk Bipolar Prodrome Symptom Interview and Scale (BPSS-FP) tahun 2024 menunjukkan korelasi signifikan antara subskala mania BPSS-FP dengan YMRS (β = 0,49, p < 0,001).
Reliabilitas Test-retest: Studi di berbagai negara menunjukkan korelasi test-retest yang kuat, dengan interval 7-10 hari menghasilkan koefisien korelasi intraclass (ICC) 0,97 untuk skor total.
Validitas
Validitas Konvergen: YMRS menunjukkan korelasi yang baik dengan skala mania lainnya. Studi original menunjukkan korelasi 0,71 dengan Beigel Scale dan 0,89 dengan Petterson Scale. Studi validasi versi Portugis melaporkan korelasi 0,78 dengan Brief Psychiatric Rating Scale. Penelitian tahun 2025 tentang Semi-structured Interview for Bipolar At-Risk States (SIBARS) menemukan korelasi moderat hingga kuat antara subskala mania SIBARS dengan YMRS (β = 0,49, p < 0,001).
Validitas Diskriminan: YMRS efektif membedakan pasien dengan gangguan bipolar dari kondisi lain. Studi validasi BPSS-AP tahun 2023 menunjukkan bahwa instrumen tersebut yang menggunakan YMRS sebagai validasi berhasil membedakan pasien dengan gangguan bipolar dari pasien dengan gangguan depresi mayor (p < 0,001) dan kontrol sehat (p < 0,001).
Sensitivitas terhadap Perubahan: YMRS sangat sensitif terhadap perubahan dalam keparahan mania dari waktu ke waktu, menjadikannya ideal untuk memantau respons pengobatan. Analisis jaringan gejala longitudinal yang dipublikasikan tahun 2025 menunjukkan bagaimana skor YMRS berubah selama empat minggu pengobatan farmakologis, dengan skor menurun dari 14 menjadi 1 pada kasus hipomania yang berhasil ditangani.
Aplikasi Klinis
Penilaian Keparahan Episode Akut
Penggunaan utama YMRS adalah menilai keparahan episode mania akut. Klinisi menggunakan skala ini untuk:
- Mengkuantifikasi Keparahan Gejala: Memberikan ukuran objektif terhadap intensitas gejala manik, memfasilitasi komunikasi yang jelas antar profesional kesehatan.
- Membuat Keputusan Pengobatan: Skor YMRS membantu menentukan tingkat perawatan yang diperlukan (rawat jalan vs. rawat inap) dan intensitas intervensi farmakologis.
- Dokumentasi Klinis: Menyediakan catatan standar yang dapat dibandingkan antar waktu dan antar pasien.
Monitoring Respons Pengobatan
YMRS sangat berharga dalam memantau efektivitas intervensi terapeutik:
Penilaian Serial: Pemberian YMRS berulang (misalnya, mingguan atau dwi-mingguan) selama fase akut pengobatan memungkinkan pelacakan objektif respons terhadap medikasi atau intervensi lainnya.
Identifikasi Non-responder: Kurangnya penurunan skor YMRS yang signifikan setelah periode pengobatan yang memadai dapat mengindikasikan kebutuhan untuk penyesuaian regimen terapeutik.
Definisi Remisi: Banyak uji klinis menggunakan skor YMRS ≤12 sebagai kriteria remisi dari episode manik.
Studi tahun 2025 tentang aripiprazole long-acting injection pada hipomania terkait kehamilan menunjukkan penurunan skor YMRS dari 14 menjadi 1 dalam empat minggu, mendemonstrasikan utilitas YMRS dalam monitoring respons pengobatan.
Penelitian Klinis
YMRS telah menjadi outcome measure yang paling banyak digunakan dalam uji klinis untuk gangguan bipolar:
Standar Regulatori: Banyak badan regulatori, termasuk FDA, mengakui YMRS sebagai outcome measure yang dapat diterima untuk uji klinis, meskipun usianya yang sudah lama.
Komparabilitas Antar Studi: Penggunaan YMRS yang luas memungkinkan perbandingan hasil antar studi dan meta-analisis.
Endpoint Efektivitas: Perubahan skor YMRS dari baseline sering menjadi endpoint primer atau sekunder dalam studi evaluasi pengobatan antimanik.
Systematic review tahun 2025 tentang medikasi bipolar yang disetujui FDA antara 2008-2024 menggunakan data skor YMRS dari berbagai uji klinis untuk mengevaluasi efektivitas agen farmakologis baru.
Tantangan dan Pertimbangan dalam Penggunaan
Keterbatasan Skala
Cakupan Gejala: Meskipun YMRS menangkap gejala inti mania, beberapa manifestasi seperti gangguan kognitif halus atau gejala campuran (depresi dalam konteks mania) mungkin tidak sepenuhnya tertangkap.
Ketergantungan pada Kooperasi Pasien: Beberapa item memerlukan laporan diri yang akurat, yang dapat terganggu pada pasien dengan wawasan yang buruk atau gejala psikotik berat. Keempat item dengan bobot ganda dirancang untuk mengatasi hal ini, karena dapat dinilai melalui observasi.
Sensitivitas terhadap Perubahan Kecil: Meskipun YMRS sensitif terhadap perubahan besar, mungkin kurang sensitif untuk mendeteksi perubahan halus dalam gejala residual atau hipomania ringan.
Konsistensi Penilaian
Studi tahun 2023 oleh Rabinowitz dan kolega yang menganalisis 63.228 administrasi YMRS dari 14 uji klinis mengembangkan logical consistency (LC) checks dan statistical outlier-response pattern checks (SC) untuk meningkatkan kualitas penilaian. Studi menemukan bahwa:
- Hampir 20% administrasi memiliki setidaknya satu LC flag
- 17,3% memiliki setidaknya satu SC flag
- 31% memiliki setidaknya satu flag dari jenis apa pun
- Uji klinis pengobatan antimanik akut memiliki lebih banyak flags dibanding studi pencegahan relaps
Temuan ini menyoroti pentingnya pelatihan penilai yang konsisten dan penggunaan panduan wawancara terstruktur untuk meningkatkan reliabilitas penilaian.
Variasi Cross-Cultural
Meskipun YMRS telah divalidasi dalam berbagai bahasa dan budaya, ekspresi dan interpretasi gejala mania dapat bervariasi. Studi validasi versi Rwanda tahun 2024 menemukan bahwa item 11 (wawasan) memberikan loading standar terendah (0,51-0,55), dan merekomendasikan penggunaan total skor tanpa bobot sebesar 32 dengan menghilangkan item 5, 9, dan 11 untuk konteks Rwanda.
Adaptasi untuk Populasi Khusus
Pediatrik dan Remaja
YMRS awalnya dikembangkan untuk populasi dewasa tetapi telah diadaptasi untuk digunakan pada anak-anak dan remaja:
Parent Version-YMRS (P-YMRS): Meminta orang tua mengidentifikasi gejala mania potensial pada anak atau remaja mereka. Divalidasi untuk usia 5-17 tahun dengan sensitivitas 79% dan spesifisitas 78% untuk mendeteksi gangguan gejala mania menggunakan cut-point ≥17.
Pertimbangan Perkembangan: Item konten dalam P-YMRS kurang sesuai dengan perkembangan anak dibanding ukuran lain yang dirancang khusus untuk pediatrik. Studi Yee dan kolega tahun 2015 menemukan bahwa YMRS memiliki validitas diskriminatif yang baik dengan cut-point 22,5 pada anak usia 6-12 tahun.
Usia Lanjut
Penelitian konsorsium GAGE-BD yang dipublikasikan tahun 2025 melibatkan pasien gangguan bipolar usia lanjut (≥50 tahun) menunjukkan bahwa YMRS tetap valid dan reliabel pada populasi ini, meskipun dengan pertimbangan khusus untuk komorbiditas medis dan polifarmasi yang lebih tinggi.
Adaptasi Cross-Cultural
Berbagai negara telah mengembangkan dan memvalidasi versi YMRS mereka:
Versi Rwanda (2024): Cronbach’s alpha 0,90, dengan rekomendasi modifikasi struktur untuk konteks lokal (menghilangkan item 5, 9, 11).
Versi China (BPSS-FP, 2024): Menunjukkan korelasi signifikan dengan YMRS original.
Versi Korea, Thailand, Perancis, Turki, Spanyol, Portugis, dan Iran: Semua menunjukkan properti psikometrik yang dapat diterima.
Implementasi YMRS di Indonesia
Status Terjemahan Bahasa Indonesia
Berdasarkan sumber yang tersedia, versi Bahasa Indonesia dari YMRS telah dikembangkan dan digunakan di berbagai fasilitas psikiatri di Indonesia. Kuesioner terdiri dari 11 item yang dinilai dari 0-4 atau 0-8 untuk menggambarkan tingkat keparahan gejala mania pasien.
Rekomendasi untuk Konteks Indonesia
1. Validasi Formal: Meskipun terjemahan Bahasa Indonesia tersedia, belum ada publikasi peer-reviewed tentang validasi formal YMRS versi Indonesia. Penelitian validasi yang komprehensif diperlukan untuk:
- Menilai reliabilitas inter-rater dan test-retest
- Mengkonfirmasi konsistensi internal
- Menetapkan validitas konvergen dan diskriminan
- Menentukan cut-off scores yang sesuai untuk populasi Indonesia
2. Adaptasi Budaya: Beberapa aspek ekspresi mania mungkin memerlukan adaptasi untuk konteks budaya Indonesia:
- Item Penampilan: Norma kerapian dan dandanan dapat bervariasi antar budaya. Perlu dipertimbangkan standar penampilan yang sesuai dengan konteks lokal.
- Item Minat Seksual: Diskusi tentang seksualitas mungkin memerlukan pendekatan yang sensitif terhadap norma budaya Indonesia yang lebih konservatif.
- Item Iritabilitas dan Perilaku Agresif: Ekspresi kemarahan dan agresivitas dapat bervariasi antar budaya. Penting untuk memahami manifestasi lokal dari gejala-gejala ini.
3. Pelatihan Penilai: Untuk memastikan reliabilitas dan validitas penilaian:
- Wawancara Terstruktur: Mengembangkan panduan wawancara semi-terstruktur dalam Bahasa Indonesia dengan anchor points yang jelas untuk setiap tingkat keparahan.
- Standardisasi: Mengadakan pelatihan reguler untuk klinisi yang menggunakan YMRS, termasuk latihan penilaian bersama (joint rating) untuk meningkatkan reliabilitas inter-rater.
- Materi Pelatihan: Menyediakan video kasus atau vignette pasien dalam konteks Indonesia untuk latihan penilaian.
4. Integrasi dalam Praktik Klinis:
- Dokumentasi Medis Elektronik: Mengintegrasikan YMRS ke dalam sistem rekam medis elektronik di rumah sakit untuk memfasilitasi penilaian serial dan pelacakan longitudinal.
- Protokol Penilaian: Menetapkan protokol standar untuk frekuensi penilaian YMRS (misalnya, pada admission, mingguan selama fase akut, dan pada discharge).
- Pelaporan: Menggunakan format pelaporan standar yang mencakup skor item individual dan skor total untuk memudahkan interpretasi antar profesional.
5. Aplikasi dalam Penelitian: Mendorong penggunaan YMRS dalam penelitian lokal tentang gangguan bipolar untuk:
- Mengevaluasi efektivitas intervensi terapeutik
- Mengkarakterisasi presentasi klinis mania di Indonesia
- Membandingkan outcomes dengan studi internasional
Panduan Praktis Penggunaan YMRS di Indonesia
Persiapan Wawancara:
- Pastikan lingkungan yang tenang dan privat
- Alokasikan 15-30 menit untuk wawancara
- Siapkan formulir YMRS dan alat tulis
- Review catatan medis pasien sebelumnya jika tersedia
Pelaksanaan Wawancara:
- Jelaskan tujuan penilaian kepada pasien
- Tanyakan tentang gejala dalam 48 jam terakhir
- Gunakan pertanyaan terbuka dan ikuti dengan klarifikasi spesifik
- Observasi penampilan, perilaku, dan pola bicara pasien
- Dokumentasikan contoh spesifik perilaku untuk mendukung penilaian
Penilaian dan Interpretasi:
- Nilai setiap item berdasarkan informasi pasien dan observasi
- Gunakan anchor points yang jelas untuk setiap level keparahan
- Hitung skor total (maksimal 60)
- Interpretasikan dalam konteks status klinis pasien secara keseluruhan
- Bandingkan dengan skor sebelumnya jika tersedia
Komunikasi Hasil:
- Diskusikan hasil dengan pasien dengan cara yang mendukung dan mendidik
- Dokumentasikan skor dalam catatan medis dengan interpretasi klinis
- Gunakan hasil untuk menginformasikan perencanaan pengobatan
- Komunikasikan dengan tim multidisiplin menggunakan skor YMRS sebagai bahasa bersama
Perkembangan dan Instrumen Terkait
Variasi YMRS
Modified YMRS (M-YMRS): Beberapa modifikasi YMRS telah dikembangkan untuk meningkatkan sensitivitas atau menyederhanakan administrasi. Namun, versi original tetap menjadi standar dalam kebanyakan pengaturan klinis dan penelitian.
Clinician-Administered Rating Scale for Mania (CARS-M): Alternatif lain untuk YMRS yang menggunakan pendekatan penilaian yang sedikit berbeda.
Instrumen Komplementer
YMRS sering digunakan bersama dengan instrumen lain untuk penilaian komprehensif:
Montgomery-Åsberg Depression Rating Scale (MADRS) atau Hamilton Depression Rating Scale (HAMD): Untuk menilai gejala depresif, terutama dalam episode campuran atau saat memantau switch dari mania ke depresi.
Clinical Global Impressions-Bipolar (CGI-BP): Penilaian global keparahan penyakit dan perubahan kondisi yang mencakup dimensi mania, depresi, dan keseluruhan.
Functioning Assessment Short Test (FAST): Untuk menilai fungsi psikososial dan disabilitas, melengkapi penilaian gejala YMRS. Studi validasi versi Korea FAST tahun 2023 menunjukkan korelasi signifikan dengan YMRS (r = 0,509).
Bipolar Prodrome Symptom Scale (BPSS): Untuk mengidentifikasi individu berisiko tinggi mengalami gangguan bipolar sebelum onset episode penuh. Validasi versi China tahun 2024 menunjukkan korelasi kuat dengan YMRS.
Arah Masa Depan
Digitalisasi dan Teknologi
Aplikasi Mobile: Pengembangan aplikasi smartphone untuk administrasi YMRS yang memfasilitasi penilaian serial dan pelacakan longitudinal otomatis.
Machine Learning: Penelitian sedang mengeksplorasi penggunaan algoritma machine learning untuk memprediksi skor YMRS berdasarkan data digital (pola tidur, aktivitas, penggunaan smartphone) sebagai metode monitoring pasif.
Telemedicine: Adaptasi YMRS untuk administrasi melalui video teleconference, terutama relevan dalam konteks Indonesia dengan akses geografis yang terbatas ke spesialis.
Peningkatan Psikometrik
Rasch Analysis: Studi Rwanda tahun 2024 menggunakan Rasch analysis untuk menilai fit YMRS terhadap model pengukuran yang lebih sophisticated, mengidentifikasi item-item yang mungkin perlu revisi.
Consistency Checks: Implementasi logical consistency checks dan statistical outlier checks yang dikembangkan tahun 2023 untuk meningkatkan kualitas data dalam uji klinis dan praktik rutin.
Computerized Adaptive Testing: Penelitian masa depan mungkin mengeksplorasi pendekatan adaptive testing yang menyesuaikan item yang ditanyakan berdasarkan respons sebelumnya, berpotensi mengurangi beban penilaian sambil mempertahankan akurasi.
Medicina Presisi
Profil Gejala Individual: Penggunaan analisis jaringan gejala dan machine learning untuk mengidentifikasi profil gejala mania yang berbeda dan bagaimana mereka memprediksi respons terhadap pengobatan spesifik.
Biomarker Integration: Mengintegrasikan skor YMRS dengan biomarker (genetik, neuroimaging, inflamasi) untuk stratifikasi risiko dan personalisasi pengobatan yang lebih baik.
Kesimpulan
Young Mania Rating Scale tetap menjadi instrumen yang sangat berharga dan banyak digunakan untuk menilai keparahan mania dalam gangguan bipolar. Dengan properti psikometrik yang solid, kemudahan administrasi, dan adopsi luas dalam penelitian dan praktik klinis, YMRS telah membuktikan utilitas yang berkelanjutan selama lebih dari empat dekade.
Untuk konteks Indonesia, YMRS menawarkan standar objektif yang sangat dibutuhkan untuk penilaian dan monitoring pasien dengan gangguan bipolar. Meskipun terjemahan Bahasa Indonesia sudah tersedia, validasi formal komprehensif diperlukan untuk memastikan properti psikometrik yang optimal dalam populasi lokal. Adaptasi budaya yang sensitif, pelatihan penilai yang menyeluruh, dan integrasi sistematis ke dalam praktik klinis akan memaksimalkan nilai YMRS dalam meningkatkan perawatan pasien gangguan bipolar di Indonesia.
Dengan perkembangan teknologi digital dan pendekatan medicina presisi, masa depan YMRS mungkin melibatkan integrasi dengan monitoring digital, algoritma prediktif, dan personalisasi pengobatan. Namun, prinsip inti instrumen ini—penilaian sistematis, terstandarisasi, dan komprehensif terhadap gejala mania—akan tetap relevan dan penting dalam praktik psikiatri modern.
Referensi
Colom, F., Vieta, E., Martínez-Arán, A., Garcia-Garcia, M., Reinares, M., Torrent, C., Goikolea, J. M., Banús, S., & Salamero, M. (2002). Spanish version of a scale for the assessment of mania: Validity and reliability of the Young Mania Rating Scale. Medicina Clínica, 119(10), 366-371. https://doi.org/10.1016/s0025-7753(02)73419-2
Kang, H., Yoon, B.-H., Bahk, W.-M., Woo, Y. S., Kim, W., Lee, J., Sohn, I., Park, S.-Y., Jon, D.-I., Jung, M. H., Kim, M.-D., Jung, Y.-E., Sung, H.-M., Park, Y.-M., Lee, J. G., Lee, S.-Y., Jang, S.-H., Lim, E.-S., Shim, I. H., … Jang, S.-H. (2023). Psychometric properties of the Korean version of Functioning Assessment Short Test in Bipolar Disorder. Clinical Psychopharmacology and Neuroscience, 21(1), 188-196. https://doi.org/10.9758/cpn.2023.21.1.188
Kongsakon, R., & Bhatanaprabhabhan, D. (2005). Validity and reliability of the Young Mania Rating Scale: Thai version. Journal of the Medical Association of Thailand, 88(11), 1598-1604.
Lee, J., Correll, C. U., Lee, T. Y., Oh, S., Kim, J., Rhee, S. J., Kim, M., Kim, S. H., Ahn, Y. M., Ha, K., & Kwon, J. S. (2023). Validation of the Bipolar Prodrome Symptom Interview and Scale-Abbreviated Prospective (BPSS-AP) in a clinical sample and healthy controls. Journal of Affective Disorders, 324, 463-468. https://doi.org/10.1016/j.jad.2022.12.115
Lukasiewicz, M., Gerard, S., Besnard, A., Falissard, B., Perrin, E., Sapin, H., Tohen, M., Reed, C., Aakhus, A. M., & Hemels, M. E. H. (2013). Young Mania Rating Scale: How to interpret the numbers? Determination of a severity threshold and of the minimal clinically significant difference in the EMBLEM cohort. International Journal of Methods in Psychiatric Research, 22(1), 46-58. https://doi.org/10.1002/mpr.1379
Musoni-Rwililiza, E., Arnbjerg, C. J., Rurangwa, N. U., Bendtsen, M. G., Carlsson, J., Kallestrup, P., Vindbjerg, E., & Gishoma, D. (2024). Adaption and validation of the Rwandese version of the Young Mania Rating Scale to measure the severity of a manic or hypomanic episode. BMC Psychiatry, 24(1), 450. https://doi.org/10.1186/s12888-024-05890-1
Rabinowitz, J., Young, R. C., Yavorsky, C., Williams, J. B. W., Sedway, J., Marino, P., Matteo, C., Mahableshwarkar, A., Kott, A., Hefting, N., Engler, J., & Brady, C. (2024). Consistency checks to improve measurement with the Young Mania Rating Scale (YMRS). Journal of Affective Disorders, 345, 24-31. https://doi.org/10.1016/j.jad.2023.10.098
Stefanelli, R., Estradé, A., Azis, M., Stefana, A., Bonoldi, I., Damiani, S., De Micheli, A., Floris, V., Provenzani, U., Ballan, L., Jauhar, S., Vitoratou, S., Stahl, D., Solmi, M., Correll, C. U., Pfennig, A., Young, A. H., & Fusar-Poli, P. (2025). The semi-structured interview for bipolar at-risk states (SIBARS): Psychometric properties and validation. Journal of Affective Disorders, 387, 119529. https://doi.org/10.1016/j.jad.2025.119529
Sun, J., Mao, Z., Zhang, S., Zhou, S., Zhou, T., Xie, C., Yuan, Y., Zhao, X., Wang, C., Ma, Y., Ma, H., Guan, L., Yu, X., & Correll, C. U. (2024). Validation and psychometric properties of the bipolar prodrome symptom interview and scale-full prospective Chinese version to assess individuals at risk for bipolar disorder. Journal of Affective Disorders, 370, 532-537. https://doi.org/10.1016/j.jad.2024.11.037
Young, R. C., Biggs, J. T., Ziegler, V. E., & Meyer, D. A. (1978). A rating scale for mania: Reliability, validity and sensitivity. British Journal of Psychiatry, 133, 429-435. https://doi.org/10.1192/bjp.133.5.429

Tinggalkan komentar