- Pendahuluan
- Klasifikasi Tanda Lahir
- Epidemiologi Tanda Lahir
- Hemangioma Infantil: Karakteristik dan Perjalanan Alamiah
- Sindrom yang Berkaitan dengan Tanda Lahir Vaskular
- Penanganan Tanda Lahir Vaskular
- Tanda Lahir Pigmen: Karakteristik dan Penanganan
- Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter
- Dampak Psikososial dan Kualitas Hidup
- Kesimpulan
- Daftar Pustaka
Pendahuluan
Tanda lahir atau birthmarks merupakan kelainan kulit yang sudah ada sejak bayi dilahirkan atau muncul dalam beberapa minggu pertama kehidupan. Meskipun sering menimbulkan kekhawatiran orang tua, sebagian besar tanda lahir bersifat jinak dan tidak memerlukan penanganan khusus. Memahami jenis-jenis tanda lahir, perjalanan alamiahnya, serta kapan perlu dilakukan intervensi medis sangat penting untuk memberikan ketenangan pikiran kepada orang tua sekaligus memastikan penanganan yang tepat waktu bagi kasus-kasus yang memerlukan perhatian khusus.
Tanda lahir dapat berupa bercak berwarna atau benjolan yang muncul akibat pertumbuhan berlebihan atau tidak normal dari sel-sel kulit, pembuluh darah, sel penghasil pigmen (melanosit), atau komponen kulit lainnya. Kondisi ini dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok besar: tanda lahir vaskular (berkaitan dengan pembuluh darah) dan tanda lahir pigmen (berkaitan dengan sel penghasil warna kulit). Masing-masing kelompok memiliki karakteristik, perjalanan penyakit, dan pendekatan penanganan yang berbeda.
Klasifikasi Tanda Lahir
Tanda lahir dapat dikategorikan berdasarkan komponen kulit yang terlibat dalam pembentukannya. Klasifikasi ini sangat penting karena menentukan pendekatan diagnosis, penanganan, dan prognosis yang berbeda untuk setiap jenis.
Tanda Lahir Vaskular
Tanda lahir vaskular terjadi akibat kelainan pada pembuluh darah kulit. Kelompok ini terbagi menjadi tumor vaskular dan malformasi vaskular. Tumor vaskular, seperti hemangioma infantil, tumbuh melalui proliferasi sel dan cenderung mengalami regresi spontan seiring waktu. Sebaliknya, malformasi vaskular merupakan kelainan struktural pembuluh darah yang sudah ada sejak lahir dan bersifat permanen, meskipun mungkin baru terlihat jelas setelah beberapa waktu (Watson et al., 2025).
Hemangioma infantil adalah tumor jinak paling umum pada bayi, terjadi pada sekitar 10-12% bayi pada usia satu tahun. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa hemangioma infantil lebih sering terjadi pada bayi perempuan (dengan rasio 5:1 dibanding laki-laki), bayi prematur, bayi dengan berat lahir rendah, dan pada ras Kaukasia (Matić & Matić, 2025). Studi di Serbia menemukan bahwa insiden hemangioma infantil pada bayi prematur dengan berat lahir sangat rendah mencapai 12,3%, dengan faktor risiko utama adalah jenis kelamin perempuan dan pembuahan melalui teknik reproduksi buatan (Matić & Matić, 2025).
Penelitian komparatif besar di China yang melibatkan 1.016 pasien menemukan perbedaan karakteristik klinis antara bayi laki-laki dan perempuan dengan hemangioma infantil. Bayi laki-laki lebih cenderung memiliki hemangioma superfisial (73,97% vs 68,62%) dan terlokalisasi (90,48% vs 81,60%), sementara bayi perempuan lebih sering mengalami hemangioma segmental (11,41% vs 5,08%) dan lebih rentan mengalami ulserasi pada hemangioma superfisial (4,78% vs 1,72%) (Zhang et al., 2025).
Port-wine stain atau noda anggur merupakan malformasi kapiler yang tampak sebagai bercak datar berwarna merah muda hingga ungu tua. Berbeda dengan hemangioma, port-wine stain tidak akan menghilang dengan sendirinya dan dapat menjadi lebih gelap serta menebal seiring bertambahnya usia. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa terapi laser tetap menjadi pilihan utama untuk port-wine stain, dengan berbagai modalitas yang tersedia termasuk pulsed dye laser dan terapi kombinasi (Nguyen et al., 2024).
Tanda Lahir Pigmen
Tanda lahir pigmen terjadi akibat kelainan pada melanosit, sel yang memproduksi melanin (pigmen kulit). Kelompok ini mencakup bintik café-au-lait, nevus melanositik kongenital, dan bintik Mongolia.
Nevus melanositik kongenital adalah tahi lalat yang sudah ada sejak lahir atau muncul dalam beberapa bulan pertama kehidupan. Ukurannya bervariasi dari kecil (kurang dari 1,5 cm) hingga raksasa (lebih dari 20 cm). Nevus kongenital raksasa (giant congenital melanocytic nevus/GCMN) memerlukan perhatian khusus karena risiko transformasi maligna, meskipun risikonya relatif rendah. Penelitian histopatologis pada GCMN menunjukkan bahwa lesi satelit dan nevus utama memiliki karakteristik mikroskopis yang berbeda, mengindikasikan bahwa lesi satelit mungkin terjadi sebagai akibat dari kejadian genetik yang terpisah (Chen et al., 2023).
Bintik café-au-lait adalah bercak datar berwarna cokelat muda yang dapat muncul di mana saja pada tubuh. Satu atau dua bintik café-au-lait adalah normal dan tidak berbahaya. Namun, keberadaan enam atau lebih bintik café-au-lait dengan diameter lebih dari 5 mm pada anak-anak atau lebih dari 15 mm pada orang dewasa dapat mengindikasikan neurofibromatosis, suatu kondisi genetik yang memerlukan evaluasi lebih lanjut.
Bintik Mongolia (mongolian spots) adalah bercak biru keabu-abuan yang paling sering muncul di punggung bawah atau bokong. Kondisi ini sangat umum pada bayi Asia, Afrika, dan Amerika Latin, dengan prevalensi mencapai lebih dari 80% pada populasi Asia. Bintik Mongolia biasanya memudar seiring waktu dan hilang sepenuhnya pada usia remaja.
Epidemiologi Tanda Lahir
Data epidemiologi menunjukkan bahwa sekitar 14 dari 100 anak dilahirkan dengan tanda lahir vaskular, dengan sebagian besar berupa hemangioma. Analisis data dari National Ambulatory Medical Care Survey (NAMCS) Amerika Serikat periode 2009-2019 menunjukkan peningkatan signifikan dalam kunjungan perawatan terkait hemangioma infantil, dari 878.725 kunjungan pada tahun 2009-2013 menjadi 1.431.913 kunjungan pada tahun 2014-2019 (Afarideh et al., 2025). Peningkatan ini kemungkinan disebabkan oleh meningkatnya kesadaran, diagnosis yang lebih dini, dan tersedianya terapi yang lebih baik.
Meskipun data epidemiologi tanda lahir di Indonesia masih terbatas, pola yang diamati secara global menunjukkan bahwa hemangioma infantil lebih sering terjadi pada bayi prematur. Penelitian di Serbia menemukan bahwa pada bayi yang lahir dengan usia gestasi sangat rendah dan ekstrem rendah, insiden hemangioma mencapai 12,3%, jauh lebih tinggi dibandingkan populasi umum (Matić & Matić, 2025).
Faktor risiko yang teridentifikasi untuk hemangioma infantil mencakup jenis kelamin perempuan, kelahiran prematur, berat lahir rendah, kehamilan multipel, dan pembuahan melalui teknik reproduksi buatan. Bayi dengan berat lahir kurang dari 1.000 gram memiliki risiko 26% untuk mengalami hemangioma, menunjukkan hubungan yang kuat antara prematuritas dan kejadian hemangioma (Watson et al., 2025).
Hemangioma Infantil: Karakteristik dan Perjalanan Alamiah
Hemangioma infantil adalah tumor pembuluh darah jinak yang paling umum pada bayi. Kondisi ini memiliki tiga fase yang khas: fase proliferasi, fase plato, dan fase involusi.
Fase Proliferasi
Fase proliferasi dimulai segera setelah lahir atau dalam beberapa minggu pertama kehidupan. Pada fase ini, hemangioma tumbuh cepat, dengan pertumbuhan paling cepat terjadi antara usia 1-3 bulan. Pertumbuhan yang cepat ini dapat mengkhawatirkan orang tua, tetapi perlu dipahami bahwa ini adalah bagian dari perjalanan alamiah hemangioma. Sebagian besar pertumbuhan selesai pada usia 5 bulan, meskipun beberapa hemangioma dapat terus tumbuh hingga usia 9-12 bulan.
Hemangioma superfisial tampak sebagai benjolan merah cerah atau “beri stroberi” yang menonjol dari permukaan kulit. Hemangioma dalam terlihat sebagai benjolan kebiruan di bawah kulit yang normal. Beberapa hemangioma memiliki komponen superfisial dan dalam (campuran).
Fase Plato dan Involusi
Setelah fase proliferasi, hemangioma memasuki fase plato di mana pertumbuhan berhenti. Fase ini biasanya dimulai antara usia 6-10 bulan. Kemudian, hemangioma mulai mengalami involusi spontan (penyusutan) yang berlangsung lambat selama beberapa tahun. Sekitar 50% hemangioma akan menghilang pada usia 5 tahun, 70% pada usia 7 tahun, dan 90% pada usia 9 tahun.
Namun, penting untuk dicatat bahwa involusi komplit tidak selalu berarti kulit kembali normal sepenuhnya. Sekitar 40% anak yang hemangiomanya telah mengalami involusi akan memiliki perubahan kulit residual seperti kulit yang kendur, jaringan fibrosis, telangiektasia (pembuluh darah kecil yang melebar), atau perubahan tekstur kulit.
Komplikasi Hemangioma
Meskipun sebagian besar hemangioma jinak dan tidak memerlukan pengobatan, beberapa dapat menyebabkan komplikasi serius yang memerlukan intervensi dini. American Academy of Pediatrics mengidentifikasi lima indikasi untuk pengobatan dini hemangioma infantil (Krowchuk et al., 2019):
- Lesi yang mengancam jiwa, seperti yang menghalangi jalan napas, menyebabkan gagal jantung output tinggi, atau mengalami ulserasi dengan perdarahan hebat
- Hemangioma yang menyebabkan gangguan fungsional, seperti gangguan penglihatan atau kesulitan makan
- Hemangioma dengan risiko tinggi meninggalkan bekas luka permanen atau cacat yang signifikan
- Hemangioma ulserasi yang menyebabkan nyeri atau berisiko infeksi
- Hemangioma yang berhubungan dengan kelainan kongenital seperti sindrom PHACE (malformasi fossa posterior, hemangioma, anomali arteri, kelainan jantung/koarktasio aorta, dan kelainan mata)
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa ulserasi pada hemangioma superfisial lebih sering terjadi pada bayi perempuan dibandingkan laki-laki (4,78% vs 1,72%), dan bayi perempuan juga lebih rentan mengalami rebound hemangioma setelah pengobatan dengan propranolol (11,86% vs 5,15%) (Zhang et al., 2025).
Sindrom yang Berkaitan dengan Tanda Lahir Vaskular
Beberapa sindrom medis dikaitkan dengan tanda lahir vaskular dan memerlukan evaluasi serta penanganan khusus.
Sindrom Sturge-Weber
Sindrom Sturge-Weber adalah kondisi yang ditandai oleh port-wine stain pada wajah (terutama di area yang dipersarafi oleh saraf trigeminal), malformasi vaskular leptomeningeal di otak, dan dapat disertai dengan glaukoma. Penelitian terbaru dari pusat-pusat medis di Eropa menunjukkan bahwa prevalensi sindrom Sturge-Weber adalah 2,61-7,37 per juta penduduk, dengan 91% pasien mengalami epilepsi (Disse et al., 2025).
Studi multisenter internasional tentang Sindrom Sturge-Weber menunjukkan bahwa diagnosis biasanya ditegakkan dalam tahun pertama kehidupan, dengan usia median kejang pertama adalah 6,5 bulan. Meskipun ada kemajuan dalam penanganan epilepsi, hanya 40% pasien yang bebas kejang, dan hanya 8,5% yang menjalani operasi epilepsi (Disse et al., 2025).
Penelitian di Boston Children’s Hospital menemukan bahwa glaukoma pada sindrom Sturge-Weber lebih sering terjadi pada pasien dengan port-wine birthmark bilateral (rasio odds 5,9), keterlibatan kelopak mata bawah (rasio odds 9,7), dan hemangioma koroidal (rasio odds 3,8). Keterlibatan kelopak mata bawah sangat terkait dengan progres ke pembedahan glaukoma (rasio odds 33,7) (Vu et al., 2024).
Sindrom PHACE
PHACE adalah akronim dari Posterior fossa malformations (malformasi fossa posterior), Hemangiomas (hemangioma), Arterial anomalies (anomali arteri), Cardiac defects and coarctation of the aorta (kelainan jantung dan koarktasio aorta), dan Eye abnormalities (kelainan mata). Sindrom ini lebih sering terjadi pada bayi perempuan dan biasanya dikaitkan dengan hemangioma segmental yang besar di wajah atau kulit kepala.
Penanganan Tanda Lahir Vaskular
Penanganan Hemangioma Infantil
Pedoman terbaru dari American Academy of Pediatrics merekomendasikan pendekatan proaktif dalam penanganan hemangioma infantil, menggantikan pendekatan “tunggu dan lihat” tradisional. Konsultasi dengan spesialis hemangioma direkomendasikan pada usia 1 bulan untuk bayi dengan risiko tinggi, mengingat pertumbuhan hemangioma paling cepat terjadi antara usia 1-3 bulan (Krowchuk et al., 2019).
Terapi Farmakologis
Propranolol, suatu beta-bloker non-selektif, telah menjadi terapi lini pertama untuk hemangioma infantil yang memerlukan pengobatan sejak penemuannya pada tahun 2008. Propranolol bekerja melalui mekanisme yang kompleks, termasuk regulasi faktor pertumbuhan vaskular dan sitokin hemodinamik. Dosis yang direkomendasikan adalah 2-3 mg/kg/hari, dibagi dalam 2-3 dosis.
Penelitian terbaru menunjukkan perubahan dalam protokol evaluasi kardiologi sebelum memulai terapi propranolol. Studi di Seattle Children’s Hospital menemukan bahwa rujukan rutin ke kardiologi sebelum terapi propranolol tidak diperlukan pada bayi sehat tanpa tanda atau gejala yang mengkhawatirkan. Implementasi Propranolol Screening Checklist mengurangi rujukan kardiologi dari 73,1% menjadi 11,5% tanpa ada pasien yang dicegah untuk memulai terapi (Champaloux et al., 2025).
Untuk hemangioma superfisial kecil, timolol topikal 0,5% (beta-bloker dalam bentuk gel atau larutan) merupakan alternatif yang efektif. Data NAMCS menunjukkan peningkatan signifikan dalam resep timolol dari 16.279 pada tahun 2009-2013 menjadi 424.845 pada tahun 2014-2019, sementara peningkatan resep propranolol tidak signifikan (Afarideh et al., 2025).
Terapi Laser
Terapi laser dapat digunakan untuk hemangioma superfisial, terutama untuk memperbaiki komponen residual setelah involusi. Kombinasi pulsed dye laser 595 nm dengan timolol maleat topikal 0,5% menunjukkan hasil yang baik dalam pengobatan hemangioma infantil superfisial. Namun, perlu diperhatikan bahwa terapi laser pada area perioral memiliki risiko lebih tinggi untuk pembentukan jaringan parut, terutama ketika menggunakan laser multiplex yang menggabungkan Nd:YAG 1064 nm (Rinaldi et al., 2025).
Penelitian sistematik menunjukkan bahwa terapi laser aman dan efektif untuk anak dengan tipe kulit Fitzpatrick IV-VI (kulit lebih gelap), meskipun memerlukan pertimbangan khusus terkait parameter laser dan hasil klinis yang diinginkan untuk menghindari efek samping (Aflatooni et al., 2025).
Penanganan Port-Wine Stain
Analisis jaringan meta yang komprehensif membandingkan berbagai terapi laser dan berbasis cahaya untuk port-wine stain menemukan bahwa terapi fotodinamik dengan hemoporfin lebih efektif dalam membersihkan lesi dibandingkan pulsed dye laser, namun memiliki risiko efek samping tertinggi. Laser alexandrite 755 nm dan kombinasi pulsed dye laser 595 nm dengan Nd:YAG 1064 nm juga menunjukkan risiko efek samping yang tinggi (Nguyen et al., 2024).
Teknologi terbaru dalam evaluasi port-wine stain mencakup penggunaan pemindaian 3D yang dikombinasikan dengan deep learning untuk kuantifikasi area lesi secara otomatis. Sistem ini menggunakan jaringan DeepLabV3+ yang ditingkatkan dengan modul CBAM (convolutional block attention module) dan DENSE, mencapai akurasi tinggi dengan Mean Intersection over Union 0,9797 dan tingkat kesalahan area rata-rata 2,61% ± 2,33% (Ke et al., 2024).
Penanganan Malformasi Arteriovenosa
Malformasi arteriovenosa (AVM) memerlukan pendekatan multidisiplin yang kompleks. Untuk AVM ukuran kecil (S3 menurut klasifikasi SECg), protokol yang menggabungkan terapi sklerosan bleomisin neo-adjuvan dan adjuvan dengan intervensi bedah menunjukkan hasil yang menjanjikan. Penelitian di Italia menunjukkan bahwa protokol ini dapat mengurangi dampak pembedahan sambil tetap mencapai perbaikan yang signifikan dalam penampilan dan gejala (Colletti et al., 2024).
Tanda Lahir Pigmen: Karakteristik dan Penanganan
Nevus Melanositik Kongenital
Nevus melanositik kongenital diklasifikasikan berdasarkan ukurannya:
- Kecil: diameter < 1,5 cm
- Sedang: diameter 1,5-19,9 cm
- Besar: diameter 20-39,9 cm
- Raksasa: diameter ≥ 40 cm
Klasifikasi WHO 2018 untuk melanoma menempatkan beberapa melanoma dalam nevus kongenital sebagai bagian dari jalur evolusi “non-solar”, yang berbeda dari melanoma terkait paparan matahari. Hal ini mencerminkan pemahaman yang lebih baik tentang patogenesis melanoma berdasarkan karakteristik epidemiologi, klinis, histologi, dan genomik (Elder et al., 2020).
Risiko transformasi maligna pada nevus kongenital bervariasi tergantung ukuran. Nevus kongenital kecil dan sedang memiliki risiko transformasi maligna yang sangat rendah (kurang dari 1%). Nevus kongenital raksasa memiliki risiko transformasi yang lebih tinggi, diperkirakan 5-10% sepanjang hidup, dengan sebagian besar transformasi terjadi sebelum pubertas.
Penanganan nevus kongenital harus mempertimbangkan beberapa faktor:
- Ukuran dan lokasi nevus
- Risiko transformasi maligna
- Dampak kosmetik dan psikososial
- Usia pasien
Untuk nevus kongenital raksasa, pendekatan bedah bertahap dengan ekspansi jaringan dapat dipertimbangkan, terutama jika lokasi nevus menyebabkan masalah kosmetik yang signifikan. Pemantauan rutin dengan dermoskopi dan pemeriksaan klinis direkomendasikan untuk semua nevus kongenital ukuran sedang hingga besar.
Bintik Café-au-Lait dan Neurofibromatosis
Keberadaan enam atau lebih bintik café-au-lait merupakan salah satu kriteria diagnostik untuk neurofibromatosis tipe 1 (NF1), suatu kondisi genetik yang dapat menyebabkan tumor pada sistem saraf, kelainan tulang, dan masalah pembelajaran. Kriteria diagnostik NF1 lainnya termasuk:
- Bintik-bintik di ketiak atau lipatan paha (freckling)
- Neurofibroma (tumor jinak pada saraf)
- Glioma nervus optikus
- Nodul Lisch (nodul iris)
- Kelainan tulang yang khas
- Riwayat keluarga dengan NF1
Pasien dengan enam atau lebih bintik café-au-lait harus dirujuk ke ahli genetika atau spesialis neurofibromatosis untuk evaluasi lebih lanjut.
Bintik Mongolia
Bintik Mongolia adalah tanda lahir pigmen yang paling umum pada populasi Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Kondisi ini disebabkan oleh melanosit yang tertinggal di dermis selama perkembangan embrio. Bintik Mongolia biasanya berwarna biru keabu-abuan dan paling sering terletak di punggung bawah atau bokong.
Sebagian besar bintik Mongolia memudar secara bertahap dan hilang sepenuhnya pada masa remaja. Tidak ada pengobatan yang diperlukan untuk bintik Mongolia, dan kondisi ini tidak memiliki risiko transformasi maligna. Namun, bintik Mongolia yang luas atau tidak biasa lokasinya (misalnya di wajah atau ekstremitas) dapat dikaitkan dengan gangguan metabolisme tertentu dan memerlukan evaluasi lebih lanjut.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter
Meskipun sebagian besar tanda lahir jinak, beberapa situasi memerlukan evaluasi medis segera:
- Hemangioma yang tumbuh cepat atau berukuran besar, terutama jika terletak di wajah, dekat mata, hidung, atau mulut
- Hemangioma yang mengalami ulserasi atau berdarah
- Tanda lahir yang mengubah warna, bentuk, atau ukuran secara signifikan
- Enam atau lebih bintik café-au-lait dengan diameter lebih dari 5 mm pada anak-anak
- Port-wine stain di wajah, terutama di area distribusi saraf trigeminal, karena potensi hubungan dengan sindrom Sturge-Weber
- Nevus kongenital raksasa (diameter ≥ 40 cm)
- Tanda lahir yang menyebabkan gangguan fungsi, seperti menghalangi penglihatan, pernapasan, atau makan
Konsultasi dini dengan spesialis hemangioma direkomendasikan pada usia 1 bulan untuk bayi dengan hemangioma berisiko tinggi, mengingat pertumbuhan hemangioma paling cepat terjadi antara usia 1-3 bulan.
Dampak Psikososial dan Kualitas Hidup
Tanda lahir, terutama yang terlihat di wajah atau area tubuh yang terbuka, dapat memiliki dampak psikososial yang signifikan pada anak dan keluarga. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dengan hemangioma wajah yang besar dapat mengalami stigmatisasi sosial, bullying, dan masalah harga diri.
Pendekatan multidisiplin yang melibatkan tidak hanya ahli medis tetapi juga psikolog dapat membantu keluarga mengatasi aspek psikososial dari tanda lahir. Dukungan untuk orang tua dan pendidikan tentang kondisi ini juga penting untuk mengurangi kecemasan dan memfasilitasi pengambilan keputusan yang tepat tentang penanganan.
Organisasi seperti Vascular Birthmarks Foundation menyediakan sumber daya, informasi, dan dukungan untuk keluarga yang terkena dampak tanda lahir vaskular, serta bekerja untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang kondisi ini di kalangan profesional kesehatan dan masyarakat umum.
Kesimpulan
Tanda lahir adalah kondisi kulit yang umum pada bayi dan anak-anak, dengan sebagian besar bersifat jinak dan tidak memerlukan pengobatan. Memahami perbedaan antara tanda lahir vaskular dan pigmen, mengenali tanda-tanda yang memerlukan evaluasi medis, dan mengetahui pilihan pengobatan yang tersedia sangat penting untuk penanganan yang optimal.
Kemajuan dalam pemahaman patogenesis tanda lahir dan perkembangan modalitas pengobatan baru, terutama propranolol untuk hemangioma infantil, telah mengubah pendekatan penanganan dari “tunggu dan lihat” menjadi intervensi dini yang proaktif ketika diperlukan. Terapi laser dan teknik bedah yang semakin canggih juga memberikan pilihan yang lebih baik untuk menangani tanda lahir yang persisten atau menyebabkan masalah kosmetik.
Pendekatan multidisiplin yang melibatkan dokter anak, dermatolog, ahli bedah, dan spesialis lainnya sesuai kebutuhan, bersama dengan dukungan psikososial, memberikan perawatan terbaik untuk anak-anak dengan tanda lahir dan keluarga mereka. Evaluasi dini dan rujukan tepat waktu ke spesialis ketika diperlukan dapat memastikan hasil yang optimal dan mencegah komplikasi.
Daftar Pustaka
Afarideh, M., Anderson, K. R., & Tollefson, M. M. (2025). Trends in healthcare utilization and treatments of infantile hemangioma in the United States: Analysis of the National Ambulatory Medical Care Survey (NAMCS) 2009-2019. Pediatric Dermatology, 42(5), 946-955. https://doi.org/10.1111/pde.16040
Aflatooni, S., Chin, N., Colina, A., Krakowski, A. C., Correa-Selm, L., & Beachkofsky, T. (2025). Laser surgery in pediatric skin of color patients: A systematic review. Pediatric Dermatology, 42(4), 700-715. https://doi.org/10.1111/pde.15916
Champaloux, E. P., Epstein, S., Bull, C., Vernon, M. M., Meyer, S., Lutsky, E., Wang, X., Ganti, S., Gupta, D., Perkins, J. A., & Dahl, J. P. (2025). Reducing routine cardiology evaluation prior to initiating propranolol for infantile hemangiomas. Otolaryngology–Head and Neck Surgery, 173(5), 1291-1296. https://doi.org/10.1002/ohn.70014
Chen, W., Jiang, X., Chen, N., Zhang, Q., & Cai, W. (2023). Histopathological characteristics analysis of giant melanocytic naevi in children. Journal of Cosmetic Dermatology, 23(3), 978-985. https://doi.org/10.1111/jocd.16065
Colletti, G., Trotolo, A., Sanna, G., Negrello, S., Anesi, A., Chiarini, L., Rozell-Shannon, L., & Nocini, R. (2024). Surgical treatment of small-sized S3 arterio-venous malformations with neo-adjuvant and adjuvant bleomycin. Journal of Cranio-Maxillo-Facial Surgery, 52(11), 1288-1292. https://doi.org/10.1016/j.jcms.2024.08.003
Disse, S. C., Küpper, H., Bock, A., Korenke, G. C., Ramantani, G., Weidner, B., Preisel, M., Trollmann, R., Wiemer-Kruel, A., Brockmann, K., Schroeder, S., & Meyer, S. (2025). The natural history of pediatric Sturge-Weber Syndrome: A multinational cross-sectional study. European Journal of Paediatric Neurology, 54, 200-209. https://doi.org/10.1016/j.ejpn.2025.02.004
Elder, D. E., Bastian, B. C., Cree, I. A., Massi, D., & Scolyer, R. A. (2020). The 2018 World Health Organization classification of cutaneous, mucosal, and uveal melanoma: Detailed analysis of 9 distinct subtypes defined by their evolutionary pathway. Archives of Pathology & Laboratory Medicine, 144(4), 500-522. https://doi.org/10.5858/arpa.2019-0561-RA
Ke, C., Huang, Y., Yang, J., Zhang, Y., Zhan, H., Wu, C., Bi, M., & Huang, Z. (2024). Lesion segmentation using 3D scan and deep learning for the evaluation of facial portwine stain birthmarks. Photodiagnosis and Photodynamic Therapy, 46, 104030. https://doi.org/10.1016/j.pdpdt.2024.104030
Krowchuk, D. P., Frieden, I. J., Mancini, A. J., Darrow, D. H., Blei, F., Greene, A. K., Annam, A., Baker, C. N., Frommelt, P. C., Hodak, A., Pate, B. M., Pelletier, J. L., Sandrock, D., Weinberg, S. T., & Whelan, M. A. (2019). Clinical practice guideline for the management of infantile hemangiomas. Pediatrics, 143(1), e20183475. https://doi.org/10.1542/peds.2018-3475
Liberale, C., Rozell-Shannon, L., Moneghini, L., Nocini, R., Tombris, S., & Colletti, G. (2020). Stop calling me cavernous hemangioma! A literature review on misdiagnosed bony vascular anomalies. Journal of Investigative Surgery, 35(1), 141-150. https://doi.org/10.1080/08941939.2020.1824041
Matić, A., & Matić, M. (2025). Infantile haemangiomas in very and extremely preterm infants: Incidence and main characteristics. Clinical and Experimental Dermatology, 51(1), 21-26. https://doi.org/10.1093/ced/llaf335
Nguyen, L., Sorbe, C., Schoen, G., Schneider, S. W., & Herberger, K. (2024). Laser and light-based treatments for port-wine birthmarks – A systematic review and network meta-analysis. Journal der Deutschen Dermatologischen Gesellschaft, 23(3), 293-301. https://doi.org/10.1111/ddg.15612
Rinaldi, G., Batul, S. S., & Ramwani, M. (2025). Perioral scarring in the paediatric cohort as a complication of laser treatment for port wine birthmarks. Lasers in Medical Science, 40(1), 179. https://doi.org/10.1007/s10103-025-04433-8
Vu, D. M., Gjerde, H., Elhusseiny, A. M., Oke, I., VanderVeen, D. K. (2024). Distribution of port-wine birthmarks and glaucoma outcomes in Sturge-Weber syndrome. Ophthalmology Glaucoma, 8(2), 181-187. https://doi.org/10.1016/j.ogla.2024.10.007
Watson, K. D., Gutierrez, M. R., & Cohen-Cutler, S. J. (2025). That spot is not a hemangioma: Identifying other vascular anomalies for the primary care provider. Current Problems in Pediatric and Adolescent Health Care, 55(8), 101822. https://doi.org/10.1016/j.cppeds.2025.101822
Zhang, K., Qiu, T., Zhou, J., Gong, X., Lan, Y., Zhang, Z., & Ji, Y. (2025). Comparison of infantile hemangiomas in male and female infants: A prospective study. The Journal of Dermatology, 52(10), 1555-1560. https://doi.org/10.1111/1346-8138.17885
Catatan: Artikel ini disusun berdasarkan publikasi ilmiah terbaru (2022-2025) dan pedoman dari organisasi kesehatan profesional internasional. Informasi yang disajikan bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi medis dengan dokter spesialis.

Tinggalkan komentar