A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Pernahkah Anda terbangun di tengah malam karena rasa sakit yang menyiksa di jempol kaki? Rasa panas, bengkak, dan nyeri tak tertahankan bahkan hanya karena sentuhan selimut tipis? Jika ya, Anda mungkin berkenalan dengan Gout Arthritis atau yang awam dikenal sebagai penyakit asam urat.

Dahulu, penyakit ini disebut sebagai “Penyakit Para Raja” karena diasosiasikan dengan pola makan mewah yang kaya daging dan alkohol. Namun, di era modern, Gout tidak lagi memandang status sosial. Siapa saja bisa terkena. Kabar baiknya, Gout adalah salah satu bentuk radang sendi yang paling bisa dicegah dan dikendalikan jika kita memahami sains di baliknya.

Artikel ini akan mengupas tuntas langkah-langkah pencegahan Gout Arthritis berdasarkan pedoman medis terbaru dari organisasi reumatologi global dan nasional.


Memahami Musuh: Bagaimana Gout Terjadi?

Sebelum masuk ke pencegahan, kita harus paham mekanismenya. Gout terjadi ketika terdapat kadar asam urat yang terlalu tinggi dalam darah, kondisi ini disebut Hiperurisemia1.

Asam urat sebenarnya adalah zat sisa normal dari pemecahan Purin2. Dalam kondisi normal, ginjal akan membuang asam urat melalui urine. Namun, jika tubuh memproduksi terlalu banyak asam urat atau ginjal tidak mampu membuangnya dengan cukup cepat, asam urat akan menumpuk dan membentuk kristal tajam seperti jarum (kristal monosodium urat). Kristal inilah yang menumpuk di sendi dan memicu peradangan hebat.

Target pencegahan kita adalah menjaga kadar asam urat tetap di bawah ambang batas kristalisasi, yaitu di bawah 6 mg/dL.


Langkah 1: Modifikasi Diet (Nutrisi Medis)

Pola makan adalah pilar utama pencegahan. Berdasarkan pedoman American College of Rheumatology (ACR) tahun 2020 dan Perhimpunan Reumatologi Indonesia, berikut adalah aturan mainnya:

1. Hindari Pemicu Utama (The Big No)

  • Jeroan: Hati, ginjal, otak, dan usus mengandung kadar purin yang sangat tinggi. Ini adalah musuh nomor satu bagi penderita Gout.
  • Daging Merah Berlemak: Daging sapi, kambing, atau babi dalam porsi besar dapat memicu lonjakan asam urat.
  • Makanan Laut Tertentu (Shellfish): Kerang, udang, kepiting, sarden, dan makarel diketahui memiliki kandungan purin tinggi.

2. Waspadai “Musuh Tersembunyi”: Fruktosa

Banyak orang fokus pada daging, tapi melupakan gula. Studi terbaru menunjukkan korelasi kuat antara konsumsi Fruktosa3 tinggi dengan risiko Gout. Sirup jagung tinggi fruktosa (High Fructose Corn Syrup) yang ada dalam minuman kemasan, soda, dan jus buah kotak dapat meningkatkan produksi asam urat dan menghambat pembuangannya di ginjal.

  • Saran: Batasi minuman manis. Minumlah air putih atau teh tawar.

3. Alkohol: Teman yang Buruk

Alkohol, terutama bir, adalah pemicu kuat serangan Gout. Bir mengandung guanosine, jenis purin yang mudah diserap, serta alkohol itu sendiri menghambat ekskresi (pembuangan) asam urat oleh ginjal.

4. Makanan yang Dianjurkan (Protective Foods)

Sains membuktikan beberapa makanan justru membantu menurunkan risiko serangan:

  • Susu Rendah Lemak & Yogurt: Protein dalam susu (kasein dan laktalbumin) membantu meningkatkan pembuangan asam urat melalui urine.
  • Vitamin C: Konsumsi vitamin C (500 mg per hari) dapat membantu ginjal membuang asam urat, meskipun efeknya moderat.
  • Ceri (Cherries): Beberapa studi menunjukkan pigmen anthocyanin dalam buah ceri memiliki efek anti-inflamasi dan penurun asam urat.
  • Kopi: Konsumsi kopi (termasuk decaf) dalam jumlah wajar dikaitkan dengan kadar asam urat yang lebih rendah.

Mitos Sayuran Hijau:

Sering beredar kabar bahwa bayam, kangkung, dan kacang-kacangan menyebabkan asam urat. Faktanya, purin dari sumber nabati (tanaman) tidak meningkatkan risiko serangan Gout sebaik purin dari hewani. Jadi, jangan takut makan sayur!


Langkah 2: Manajemen Berat Badan (Obesitas)

Terdapat hubungan linear antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kadar asam urat. Jaringan lemak (adiposa) bukan sekadar penyimpan energi, tetapi juga memproduksi zat-zat peradangan dan enzim yang meningkatkan produksi asam urat.

  • Strategi: Turunkan berat badan secara bertahap.
  • Peringatan: Hindari diet ekstrim (Crash Diet) atau puasa berkepanjangan tanpa asupan cairan. Penurunan berat badan yang terlalu drastis justru memecah jaringan otot dan melepaskan asam urat dalam jumlah besar, yang bisa memicu serangan akut.

Langkah 3: Hidrasi yang Adekuat

Air adalah pelarut alami. Memastikan tubuh terhidrasi dengan baik (minum 2 – 2,5 liter air per hari, atau sesuai aktivitas) membantu ginjal membilas asam urat keluar dari tubuh. Dehidrasi membuat darah lebih kental dan konsentrasi asam urat meningkat, mempermudah pembentukan kristal.


Langkah 4: Tinjauan Obat-obatan (Penyebab Sekunder)

Langkah ini sering terlewatkan. Beberapa obat rutin untuk penyakit lain ternyata bisa menaikkan kadar asam urat (efek samping). Jika Anda mengonsumsi obat-obatan berikut, jangan menghentikannya sendiri, tetapi diskusikan dengan dokter Anda:

  1. Diuretik (Pil Peluruh Air Seni): Sering dipakai untuk hipertensi (contoh: Thiazide, Furosemide). Obat ini membuat ginjal menahan asam urat.
  2. Aspirin Dosis Rendah: Sering dipakai untuk pengencer darah jantung.

Dokter mungkin akan mengganti jenis obat darah tinggi Anda ke golongan lain (seperti Losartan atau Calcium Channel Blocker) yang memiliki efek urikosurik (membantu buang asam urat) jika memungkinkan.


Langkah 5: Olahraga Teratur Namun Terukur

Olahraga rutin membantu mengontrol berat badan dan metabolisme. Namun, bagi penderita Gout:

  • Pilihlah olahraga Low Impact (berenang, bersepeda statis, jalan cepat) untuk menghindari trauma pada sendi.
  • Hindari olahraga berintensitas sangat tinggi secara tiba-tiba yang menyebabkan dehidrasi berat dan penumpukan asam laktat, karena asam laktat dapat berkompetisi dengan asam urat untuk dibuang di ginjal.

Kesimpulan

Mencegah Gout Arthritis bukan sekadar menghindari makan jeroan. Ini adalah pendekatan holistik yang melibatkan:

  1. Diet rendah purin hewani dan rendah fruktosa.
  2. Menurunkan berat badan ke level ideal.
  3. Hidrasi yang cukup.
  4. Evaluasi obat-obatan rutin dengan dokter.

Konsistensi adalah kunci. Gout adalah penyakit kronis (jangka panjang). Perubahan gaya hidup ini harus dilakukan seumur hidup, bukan hanya saat sendi terasa nyeri.


Catatan Kaki & Istilah Medis

  1. Hiperurisemia: Kondisi medis di mana kadar asam urat dalam darah melebihi batas normal. ↩︎
  2. Purin: Senyawa kimia alami yang ditemukan dalam sel tubuh manusia dan berbagai jenis makanan. Saat sel tua mati atau makanan dicerna, purin dipecah menjadi asam urat. ↩︎
  3. Fruktosa: Jenis gula sederhana yang banyak ditemukan dalam buah-buahan (alami) dan pemanis buatan (sirup jagung). ↩︎

Referensi Utama

  1. FitzGerald, J. D., et al. (2020). 2020 American College of Rheumatology Guideline for the Management of Gout. Arthritis Care & Research.
  2. Richette, P., et al. (2017). 2016 updated EULAR evidence-based recommendations for the management of gout. Annals of the Rheumatic Diseases.
  3. Perhimpunan Reumatologi Indonesia (IRA). Pedoman Diagnosis dan Pengelolaan Gout.
  4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pencegahan Penyakit Tidak Menular: Hiperurisemia.

DISCLAIMER (PENAFIAN):

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi kesehatan populer. Tulisan ini tidak menggantikan saran, diagnosis, atau perawatan medis profesional. Jangan pernah mengabaikan nasihat medis profesional atau menunda mencarinya karena sesuatu yang Anda baca di situs ini. Selalu konsultasikan dengan dokter atau ahli reumatologi Anda untuk penanganan yang sesuai dengan kondisi tubuh Anda.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan komentar