Sebuah catatan jujur dari seorang dokter yang tidak suka berurusan dengan berkas pajak.
Ada perasaan yang sangat familiar setiap kali musim lapor pajak tiba: setumpuk PDF Ebupot dari dua tempat kerja, tanggal-tanggal yang bercampur aduk antara Januari sampai Desember, dan pertanyaan sederhana yang entah mengapa terasa berat — apakah semua bulan sudah lengkap?
Tahun ini, saya mencoba menyerahkan pekerjaan itu kepada Claude.
Hasilnya cukup mencengangkan. Dan cukup menampar ekspektasi saya di beberapa titik.
Apa yang Saya Lakukan
Saya punya dua puluh lima dokumen Ebupot 2126 dari tahun pajak 2025: dua puluh empat BP21 bulanan dan satu BPA1 tahunan — berasal dari dua badan usaha tempat saya bekerja sebagai tenaga ahli dokter. Semuanya dalam format PDF. Alih-alih membuka satu per satu, saya mengunggahnya ke Claude lewat fitur proyek di claude.ai, lalu bertanya sederhana: apakah berkas ini sudah lengkap untuk semua bulan?
Yang terjadi berikutnya adalah proses yang saya temukan cukup elegan. Claude membuka setiap file — yang ternyata bukan PDF konvensional melainkan arsip ZIP berisi gambar JPEG dan teks — mengekstrak teks dari masing-masing dokumen, lalu mencocokkan masa pajak satu per satu. Dua belas bulan, dari Januari sampai Desember 2025. Hasilnya? Semua lengkap. Dua dokumen per bulan, masing-masing dari pemotong yang berbeda.
Dari situ saya memintanya lebih jauh: buat dokumen analisis dan rekapnya.

Dalam satu sesi, Claude menghasilkan:
- Dokumen Word berformat profesional dengan enam bagian: ringkasan eksekutif, rekap bulanan, detail per dokumen, analisis BPA1 tahunan, statistik penghasilan, dan checklist kelengkapan DJP.
- File CSV rekap bukti pemotongan dalam format Daftar Bukti Pemotongan/Pemungutan PPh untuk lampiran SPT Tahunan 1770 — dipisahkan per pemotong.
“Satu hal menarik terjadi di tengah proses: Claude awalnya salah mengasumsikan semua dua puluh empat dokumen berasal dari satu pemotong, yakni [Badan Usaha A]. Ketika saya koreksi, ia langsung membaca ulang seluruh dokumen dan menemukan fakta yang sebenarnya — ada pemotong kedua bernama [Badan Usaha B] (bukan ejaan keliru seperti yang saya tulis dalam percakapan — Claude membaca nama yang benar langsung dari dokumen). Dua belas dokumen per pemotong, konsisten sepanjang tahun.”
Apa yang Berhasil Dengan Baik
Ekstraksi Data dari Dokumen Tidak Terstruktur
Dokumen Ebupot dari DJP bukan PDF yang ramah teks. Ia lebih mirip gambar yang dibungkus container. Claude berhasil mengekstrak informasi penting — nomor bukti, masa pajak, nama pemotong, NPWP, nilai bruto, PPh dipotong, tanggal dokumen — dari dua puluh lima dokumen tanpa satu pun terlewat.
Verifikasi Silang Secara Otomatis
Yang biasanya memakan waktu paling lama dalam pengelolaan dokumen pajak adalah verifikasi: sudah lengkap belum? Ada yang duplikat? Ada yang tertukar bulan? Claude melakukan ini dalam hitungan detik, bukan jam.
Analisis yang Melampaui Rekap Sederhana
Claude tidak sekadar menjumlahkan angka. Ia memperhatikan pola: dua dokumen per bulan dengan karakteristik berbeda — satu dengan bruto besar (Rp 10–13 juta, imbal jasa klinik reguler) dan satu dengan bruto lebih kecil (Rp 1,8–2,4 juta, kemungkinan honor konsultasi). Ia juga menjelaskan implikasi perpajakan: mengapa PKP dari BPA1 bernilai nol (penghasilan neto Rp 34,2 juta di bawah PTKP TK/0 Rp 54 juta), dan apa artinya bagi SPT Tahunan.
Konteks Regulasi
Ketika saya bertanya soal kemungkinan membuat CSV untuk upload SPT, Claude tidak langsung membuatkan file begitu saja. Ia mencari tahu dulu, dan menemukan bahwa format CSV untuk SPT Tahunan sudah tidak relevan di era Coretax — format resmi kini adalah XML untuk e-Bupot (sisi pemotong), sementara pengisian SPT Tahunan orang pribadi sudah terintegrasi langsung di platform Coretax. Informasi ini penting, dan saya tidak tahu sebelumnya.
Di Mana Batasnya
Jujurannya, ada beberapa hal yang harus saya waspadai.
Claude bisa salah baca konteks awal. Asumsi bahwa semua dokumen berasal dari satu pemotong adalah contoh nyata. Dalam kasus saya, koreksi mudah dilakukan. Tapi bayangkan jika saya tidak tahu bahwa ada dua pemotong — saya mungkin akan menerima analisis yang salah tanpa bertanya ulang.
Claude tidak mengetahui aturan pajak terkini secara real-time. Ia mengandalkan pengetahuan yang sudah ada ditambah kemampuan mencari di web ketika diminta. Untuk peraturan DJP yang berubah cepat — seperti transisi ke Coretax, format XML untuk Ebupot, atau ketentuan TER terbaru — selalu cross-check dengan sumber resmi DJP atau konsultan pajak Anda.
Ia tidak bisa mengakses sistem DJP secara langsung. Claude tidak terhubung ke akun DJP Online atau Coretax Anda. Semua yang dihasilkan adalah dokumen referensi dan analisis — bukan tindakan pelaporan. Aksi akhir tetap harus dilakukan oleh Anda.
Privasi dan keamanan data. Dokumen pajak mengandung NIK, NPWP, dan data keuangan pribadi. Perlu kebijaksanaan dalam memilih platform dan memahami kebijakan privasi sebelum mengunggah dokumen sensitif ke layanan AI manapun.
Sebuah Imajinasi: Claude in Chrome dan Coretax
Di sinilah saya ingin sedikit bermimpi — dengan catatan jujur tentang di mana mimpi itu bertemu kenyataan.
Sejak akhir 2025, Anthropic meluncurkan Claude in Chrome: sebuah ekstensi browser yang mengubah Claude dari asisten percakapan menjadi agen yang bisa benar-benar melakukan sesuatu di dalam browser Anda. Bukan sekadar membaca halaman — ia bisa mengklik tombol, mengisi formulir, berpindah tab, bahkan menjalankan alur kerja multi-langkah secara otomatis.
Bayangkan skenario ini:
Anda memiliki rekap bukti pemotongan PPh yang tersimpan di Google Drive — persis seperti file CSV yang dibuat di atas. Anda membuka Coretax DJP di Chrome, mengaktifkan Claude in Chrome di panel samping, lalu berkata: “Claude, ambil data dari file CSV rekap pajak saya di Drive, lalu bantu saya mengisi bagian Daftar Bukti Pemotongan di SPT 1770.”
Secara teknis, alur kerja ini bukan fiksi ilmiah. Claude in Chrome dapat menavigasi, mengklik tombol, dan mengisi formulir di browser. Ia juga dapat dipadukan dengan Google Drive untuk mengambil data dari file yang tersimpan. Fitur terbarunya mencakup planning mode — di mana Anda menyetujui rencana Claude sekali, kemudian membiarkannya berjalan secara mandiri hingga selesai — serta multi-tab workflows yang memungkinkan Claude bekerja lintas beberapa tab sekaligus.
Claude in Chrome memungkinkan ringkasan real-time, ekstraksi data terstruktur, atau bantuan pengisian formulir berbasis web — semuanya tanpa harus meninggalkan alur kerja atau memindahkan informasi secara manual.
Namun ada dua pengingat penting yang perlu saya sampaikan sebelum Anda bersemangat:
Pertama, soal pembatasan situs. Secara default, Anthropic memblokir Claude in Chrome dari mengakses situs web dalam kategori berisiko tinggi tertentu, termasuk layanan keuangan. Coretax DJP (pajak.go.id) mungkin termasuk dalam kategori ini. Sampai Anthropic secara eksplisit mengizinkan akses ke portal perpajakan pemerintah, fitur pengisian otomatis di Coretax mungkin belum bisa dijalankan langsung. Ini batas yang nyata, bukan hanya teori.
Kedua, keamanan tetap menjadi tanggung jawab Anda. Claude in Chrome meminta izin pengguna sebelum mengambil tindakan berisiko tinggi seperti mempublikasikan, membeli, atau berbagi data pribadi. Untuk SPT yang menyangkut data keuangan sensitif, mekanisme human in the loop ini justru sesuatu yang harus dijaga — jangan dinonaktifkan demi kecepatan.
Yang bisa dilakukan saat ini, lebih realistis: Claude in Chrome bisa membantu Anda memverifikasi isian SPT yang sudah ada, membaca halaman Coretax untuk memastikan data yang tampil sesuai dengan dokumen Anda, atau membantu Anda menavigasi antarmuka Coretax yang tidak selalu intuitif.
Pelajaran yang Saya Bawa
Satu sesi analisis pajak bersama Claude mengajarkan saya beberapa hal yang lebih luas dari sekadar urusan perpajakan:
AI paling berguna bukan sebagai pengganti, melainkan sebagai amplifier. Claude tidak menggantikan pemahaman saya tentang perpajakan — ia memperkuat kapasitas saya untuk bekerja dengan volume dokumen yang sebelumnya tidak praktis untuk ditangani secara manual.
Kesalahan awal bukan tanda kegagalan. Ketika Claude salah mengidentifikasi pemotong, itu bukan kelemahan fatal — itu sifat dasar sistem probabilistik. Yang penting adalah kemampuan untuk menerima koreksi dan menyesuaikan diri.
Teknologi yang baik seharusnya transparan tentang batasnya. Claude memberitahu saya ketika format CSV sudah tidak relevan, memberitahu saya ketika ia perlu mencari informasi tambahan, dan tidak berpura-pura tahu hal yang tidak ia tahu. Itu kualitas yang saya hargai — baik pada AI maupun pada manusia.
Dan mungkin yang paling penting: formulir pajak, betapapun membosankannya, tetap membutuhkan manusia yang memahami konteks hidupnya sendiri. Claude bisa membaca dua puluh lima dokumen lebih cepat dari saya. Tapi hanya saya yang tahu bahwa penghasilan klinik dan rumah sakit berasal dari dua peran berbeda dalam kehidupan saya sebagai dokter. Konteks itu tidak tersimpan dalam PDF manapun.
Kalau Anda ingin mencoba pendekatan serupa untuk berkas pajak Anda sendiri, mulailah dari yang sederhana: unggah satu atau dua dokumen, ajukan pertanyaan spesifik, dan verifikasi hasilnya sebelum mempercayainya sepenuhnya. AI yang baik, seperti konsultan yang baik, adalah yang membantu Anda berpikir lebih jernih — bukan yang berpikir menggantikan Anda.

Tinggalkan komentar