Pengguna Linux punya ritual lama: menulis di LibreOffice, mengirim berkas .docx, lalu berdoa agar tabel di komputer kolega tidak bergeser. Awal Oktober 2026, keluarga Crafting Apps dari tim ArtCraft, yang semula tujuh aplikasi kreatif ala Adobe, ternyata memuat pula tiga aplikasi perkantoran: WordCraft (ala Word), GridCraft (ala Excel), dan DeckCraft (ala PowerPoint). Ketiganya ditulis ulang dari nol dengan Rust lewat metode clean-room, berlisensi ganda MIT atau Apache-2.0.
Ketiganya Sekilas
Angka di bawah dihitung sendiri oleh pengembang. “Katalog” berarti sebuah fitur sudah punya perintah; “paritas riil” menimbang kedalamannya. Selisihnya jadi pengingat: tombolnya ada, belum tentu sehebat aslinya.
- WordCraft: membuka dan menyimpan .docx (juga .odt, .rtf, .html, .md), ekspor PDF, track changes, dan mail merge. Tata letak ulang dokumen 188 halaman diklaim hanya sekitar 1,4 milidetik. Bintang GitHub baru 14.
- GridCraft: XLSX sebagai format asli, 478 fungsi lembar kerja, PivotTable, dan 17 jenis grafik. Paling populer: 873 bintang dan 377 fork. Statusnya pra-alpha.
- DeckCraft: .pptx, transisi, animasi, mode presenter, dan ekspor PDF. Versi 0.1.0 sudah terbit, tetapi pengembang menyebut tahapnya “awal pengembangan”.
Proyeksi Dampak bagi Pengguna Linux
Ini proyeksi saya dari data repositori, bukan hasil uji coba langsung.
- Pemasangan akan makin mudah, tetapi belum sekarang. GridCraft menyiapkan AppImage, Flatpak, .deb, .rpm, dan tarball untuk x86_64 maupun ARM64. Namun roadmap GridCraft dan WordCraft menyebut rilis bertanda tangan masih menunggu rahasia rilis dari pemilik. Hari ini, jalur paling pasti adalah kompilasi dengan cargo.
- Calon pendamping LibreOffice, bukan penggantinya. Uji dengan berkas dunia nyata belum dikerjakan WordCraft dan masih tercatat sebagai pekerjaan di GridCraft serta DeckCraft. Untuk dokumen penting berisi tabel, daftar isi, dan nomor halaman, simpan LibreOffice sebagai jaring pengaman.
- Menarik bagi penggemar otomatisasi. Setiap aksi adalah perintah yang bisa dipanggil lewat CLI atau server MCP, sehingga skrip maupun agen AI dapat menyusun dan mengubah dokumen tanpa menyentuh antarmuka.
- Lisensi ramah, merek tidak. MIT dan Apache-2.0 memudahkan distro memaketkannya, tetapi nama dan logo ArtCraft hanya boleh dipakai tanpa modifikasi, dan fork wajib mencopotnya. Pengelola paket perlu menyiasati ini.
- Risiko usia dan tenaga. Riwayat commit masih pendek (20 sampai 25 per repositori), dan sisa pekerjaan diukur dalam “jam kerja agen AI”, tanda bahwa kode dibangun dengan bantuan agen. Mutu jangka panjang serta klaim clean-room belum bisa saya verifikasi.
Kesimpulan sementara: layak dipantau, belum layak diandalkan. Bila paket Flatpak yang stabil muncul dan ujian berkas nyata lolos, pilihan perkantoran di Linux akan terasa lebih lapang. Menurut Anda, berapa persen kemiripan dengan Office yang cukup untuk membuat Anda berpindah?
Sumber
- GitHub — storytold/wordcraft dan ROADMAP
- GitHub — storytold/gridcraft dan ROADMAP
- GitHub — storytold/deckcraft dan ROADMAP
- DigitalToday — Free open-source editing suite Crafting Apps





Tinggalkan Balasan