Hari Rabu, waktunya ngobrolin jaringan. Karena berita segar tema ini tipis dalam 72 jam terakhir, periode liputan hari ini kita lebarkan sekitar dua pekan (kira-kira 7 sampai 27 Oktober 2026). Ada dua cerita yang saling nyambung: kota yang ingin kabelnya rapi, dan angka kecepatan internet seluler kita yang katanya melesat. Keduanya bermuara pada satu hal: kecepatan tak berarti kalau sambungannya putus.
Sekilas Hari Ini
| Kabar | Tanggal | Intinya |
|---|---|---|
| Penertiban kabel udara Bandung | Jeda 12-26 Okt, lanjut 27 Okt | 9.662 pelanggan dilaporkan masih terputus |
| Laporan Ookla kuartal III 2026 | 20-21 Okt | Median unduh seluler sekitar 51 Mbps, naik 43,4% |
| Indeks Speedtest Agustus 2026 | Dibahas 19 Okt | Indonesia peringkat 70 dunia, jauh di bawah Vietnam |
1. Kabel semrawut ditertibkan, internet ikut putus
Pemerintah Kota Bandung menjalankan program penataan kabel udara sejak 2 Juni 2026 pada 85 ruas jalan utama. Per 13 Oktober, sekitar 65 ruas (kira-kira 76%) disebut sudah selesai. Masalahnya, pemotongan kabel yang dianggap tak berizin ikut memutus layanan internet warga. Pemkot lalu menghentikan sementara penertiban selama 14 hari (12-26 Oktober) agar penyedia layanan internet (ISP) bisa memulihkan sambungan, dan penertiban dijadwalkan lanjut mulai hari ini, 27 Oktober.
Menurut laporan Harian Jogja per 25 Oktober, data APJII Jawa Barat mencatat 9.662 pelanggan di Kota Bandung masih terputus. Angka itu baru dari enam ISP, yang menurut laporan itu hanya sekitar seperempat dari operator aktif di kota tersebut, jadi dampak sebenarnya kemungkinan lebih besar (ini perkiraan dari laporan, bukan angka resmi seluruh kota). APJII juga menilai tenggat dua pekan sulit dipenuhi karena keterbatasan tenaga kerja dan perizinan pengerjaan, serta meminta Pemkot mengevaluasi pelaksanaannya.
Sebelumnya, pada Juni, Wali Kota Muhammad Farhan menyatakan tak ada kabel yang dipotong sebelum jaringan cadangannya siap, sambil memindahkan kabel secara bertahap ke jalur bawah tanah. Jadi niatnya baik: kota rapi, kabel aman. Yang masih jadi pekerjaan rumah adalah koordinasi, supaya “rapi” tidak berarti warga yang sedang rapat daring mendadak hilang dari layar.
2. Ookla: internet seluler Indonesia naik pesat
Laporan Ookla kuartal III 2026, sebagaimana diberitakan Bisnis.com, menyebut median kecepatan unduh seluler Indonesia naik sekitar 43,4% dalam setahun, berkat perluasan 5G. Kecepatan tipikal naik dari 24,75 Mbps (2023) menjadi sekitar 51 Mbps (judul dan isi artikel Bisnis berbeda tipis, 52,01 dan 51,02 Mbps). Pengguna yang menikmati minimal 100 Mbps naik dari 12,5% menjadi 26,2%. Pemerintah menyambutnya sebagai dampak 5G. Untuk latar belakang gelaran 5G di Solo dan Yogyakarta, silakan baca edisi Rabu lalu.
Tapi ada catatan. Median Jawa 55,90 Mbps, luar Jawa 45,58 Mbps; selisihnya sekitar 10 Mbps, melebar dari sekitar 1 Mbps setahun sebelumnya. Untuk 10% pengguna paling lambat, angkanya hanya 6,71 Mbps di Papua. Artinya rata-rata naik, tetapi pemerataan belum ikut naik.
3. Masih jauh dari tetangga
Dalam Speedtest Global Index Agustus 2026, median unduh seluler Indonesia 66,34 Mbps (peringkat 70 dunia), sedangkan Vietnam 219,93 Mbps, Malaysia 165,32 Mbps, Singapura 164,35 Mbps, dan Thailand 143,45 Mbps. Angka ini berbeda dari laporan kuartalan di atas karena periode dan cara olahnya tidak sama, jadi bandingkan arah tren, bukan angka mentahnya. Pengamat yang dikutip Bisnis.com menyebut syaratnya: pemanfaatan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz yang optimal, fiber ke menara yang lebih merata (di Jawa sudah lebih dari 50% BTS), biaya perizinan yang lebih ringan, dan persaingan yang sehat. Target pemerintah adalah rata-rata 100 Mbps pada 2029.
Benang Merah Hari Ini
Kecepatan seluler naik karena spektrum dan 5G, tetapi kecepatan itu bertumpu pada serat optik di bawah dan di atas tanah. Kabel yang ditata dengan tergesa bisa menghapus keuntungan itu bagi ribuan rumah. Jadi tolok ukur jaringan yang baik bukan hanya angka Mbps, melainkan juga seberapa jarang sambunganmu putus. Kalau kamu di Bandung, simpan nomor layanan ISP-mu, siapkan kuota cadangan untuk kerja penting, dan laporkan gangguan secara tertulis.
Bagaimana internet di tempatmu belakangan ini: makin kencang atau malah sering putus? Ceritakan di kolom komentar.
Sumber
- Harian Jogja: Kabel fiber optik dipotong, 9.662 pelanggan internet Bandung terdampak (25 Okt 2026)
- Bisnis.com: Pemkot Bandung beri tenggat 2 minggu bagi ISP pulihkan internet (13 Okt 2026)
- Antara: Penertiban kabel di 85 ruas jalan Kota Bandung selesai Desember 2026
- Bisnis.com: Ookla, kecepatan internet RI naik 43,4% kuartal III/2026 (21 Okt 2026)
- Bisnis.com: Syarat mutlak agar internet RI lebih ngebut dari Vietnam (19 Okt 2026)





Tinggalkan Balasan