Waktu luang itu urusan yang cukup privat. Setiap orang punya caranya sendiri untuk memakainya, dan sering kali kita ingin dua hal sekaligus: santai, tapi juga merasa waktunya tidak terbuang. Hari ini saya mencoba satu cara baru, yaitu belajar bahasa Inggris lagi.
Mulai dari Duolingo
Saya memilih Duolingo, dan ternyata asyik. Pelajarannya pendek dan terasa seperti permainan, sehingga selalu ada dorongan untuk menyelesaikan satu tingkat lagi sebelum berhenti. Untuk kegiatan di sela hari yang padat, itu pas sekali.

Skor TOEFL tinggi, lalu kenapa mulai dari awal?
Nilai TOEFL saya mungkin tinggi. Tapi nilai hanyalah potret satu hari ujian, dan tidak menjamin saya sudah tahu segalanya. Saya bukan penutur asli (native speaker), jadi selalu ada ruang yang belum terjelajahi: pilihan kata yang lebih wajar, cara orang sungguhan mengucapkan sesuatu, kebiasaan kecil yang tidak pernah muncul di soal pilihan ganda.
Belajar lagi dari tingkat paling dasar memberi sudut pandang yang berbeda. Hal yang dulu saya lewati begitu saja kini terlihat kembali, dan sesekali ada yang benar-benar baru.
Paket keluarga
Saya mengambil paket keluarga mereka, karena kebetulan ada orang di rumah yang juga ingin meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisnya. Satu langganan dipakai bersama, biayanya terbagi, dan mudah-mudahan kami bisa saling menyemangati. Saya menganggapnya investasi yang bagus: manfaatnya terasa untuk lebih dari satu orang.
Catatan hari pertama
Kesan pertama saya sederhana: belajar itu menyenangkan kalau tekanannya rendah. Tidak ada ujian dan tidak ada target nilai, hanya rasa ingin tahu. Mungkin begitulah waktu luang sebaiknya dipakai, santai dan produktif sekaligus, tanpa harus memilih salah satunya.
Besok saya lanjutkan, dan kita lihat seberapa lama kebiasaan kecil ini bertahan.





Tinggalkan Balasan