Menyusun SOP untuk Puskesmas

Saya kadang tergelitik antara standar yang diterapkan di antara Puskesmas dan Rumah Sakit. Barangnya bernama Standard Operating Precedure (SOP), yang jika di Puskesmas menjadi Standar Operasional Prosedur (SOP) demi mengikuti istilah dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2017 tentang Tata Naskah Dinas di Lingkungan Menteri Kesehatan. Sementara di Rumah Sakit disebut sebagaiLanjutkan membaca “Menyusun SOP untuk Puskesmas”

Pedoman Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit

Rumah sakit mirip seperti sekolah atau perguruan tinggi, walau mungkin saat ini belum banyak pasien yang memilih rumah sakit seperti memilih sekolah. Biasanya calon pelajar akan membidik sekolah sesuai dengan kompetensi sekolah, tujuan sekolah (cita-cita) dan kualitas cetakan/lulusan sekolah tersebut. Rumah sakit juga demikian, bagaimana kompetensi rumah sakit? Layanan apa yang disediakan? Dan bagaimana mutuLanjutkan membaca “Pedoman Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit”

FMEA pada Fasilitas Layanan Kesehatan

Sistem pelayanan kesehatan baik tingkat pertama (FKTP) maupun tingkat lanjutan (FKTL) senantiasa diharapkan melakukan pembenahan sistem pelayanan sedemikian hingga tersedia layanan yang aman bagi pasien dan juga staf fasilitas layanan kesehatan. Sedangkan di dalam fasilitas pelayanan kesehatan mulai dari dokter keluarga, puskesmas, hingga rumah sakit besar selalu mungkin terjadi kegagalan dalam satu atau dua prosesLanjutkan membaca “FMEA pada Fasilitas Layanan Kesehatan”

Panduan Penandaan Area Operasi Bedah

Salah satu titik berat dalam menerapkan sasaran keselamatan pasien di rumah sakit adalah melakukan penandaan area operasi (surgery site marking) – dan ini dilakukan sesuai dengan kebijakan masing-masing rumah sakit tentunya. Pada prinsipnya, site marking bertujuan untuk memberi tanda pada pasien yang akan menjalani pembedahan/operasi, umumnya menggunakan tinta permanen yang aman untuk kulit, yang akanLanjutkan membaca “Panduan Penandaan Area Operasi Bedah”

Panduan Pengkajian Risiko Jatuh Pasien

Jatuh adalah masalah yang umum, terutama pada manula – mereka yang sudah lanjut usia pada kisaran 65 tahun atau lebih. Rumah sakit acap menerima anggota masyarakat yang sudah sepuh ini sebagai pasien di tempat mereka, baik mereka yang datang hanya sekadar berkonsultasi masalah kesehatan, atau datang melalui layanan gawat darurat, hingga mereka yang menjalani rawatLanjutkan membaca “Panduan Pengkajian Risiko Jatuh Pasien”

Panduan Identifikasi Pasien

Rumah sakit dan pasien adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Rumah sakit yang sukses, secara kasarnya bisa dibilang jika selalu ramai dengan kunjungan para pasien, walau tidak selalu bermakna demikian. Oleh karena jumlah pasien yang jamak ini, maka tenaga kesehatan juga dituntut memberikan pelayanan yang baik, dan mengutamakan keselamatan pasien, salah satunya melalui identifikasiLanjutkan membaca “Panduan Identifikasi Pasien”

Matriks ICRA untuk Pengendalian Infeksi saat Konstruksi di Rumah Sakit

ICRA atau infection control risk assesment kini mulai populer di banyak rumah sakit di dalam negeri. Konsep ini sebenarnya sudah lama ada, namun belum banyak yang menerapkan. ICRA biasanya menjadi beban kerja komite PPI (Pencegahan & Pengendalian Infeksi) di rumah sakit. Rumah sakit selain sumber mendapatkan bantuan kesehatan, juga merupakan tempat di mana banyak orangLanjutkan membaca “Matriks ICRA untuk Pengendalian Infeksi saat Konstruksi di Rumah Sakit”

Menyusun Dokumen Panduan di Rumah Sakit

Apakah Anda pernah menyusun sebuah dokumen panduan/pedoman di rumah sakit? Maka Anda pasti tahu betapa peliknya unsur-unsur yang harus dipersiapkan dalam menyusun sebuah dokumen panduan, belum lagi panduan itu harus lahir ke dalam bentuk yang sederhana sehingga bisa dipahami dengan mudah oleh staf rumah sakit serta pasien atau pengunjung. Kegiatan ini memerlukan keahlian tersendiri, yangLanjutkan membaca “Menyusun Dokumen Panduan di Rumah Sakit”

Diagram Alur Pelayanan IGD

Unit Instalasi Gawat Darurat (IGD) memiliki alur pelayanan tersendiri. Tergantung dari tipe rumah sakitnya, kompleksitas alur pelayanan IGD dapat beragam. Namun secara prinsip, desain alur pelayanan IGD memiliki dasar yang sama, yang dikenal dengan nama triase (triage).