Serial Dusk Maiden of Amnesia

Bulan ini selesai juga serialisasi “Tasogare Otome X Amnesia” sepanjang dua belas episode. Meskipun banyak keluhan karena sentuhan novelis aslinya hilang, maklum banyak abstraksi yang susah dituangkan ke dalam bentuk animasi, akhirnya serial ini berakhir – dengan sedikit banyaknya perdebatan. Saya sendiri mengikuti cerita horor ini karena memang menarik sejak awalnya, daripada digambarkan sebagai ceritaLanjutkan membaca “Serial Dusk Maiden of Amnesia”

Ninjutsu Gakuen Zenin Shutsudou!

Akhir pekan ini saya bernostalgia dengan menyaksikan film kedua dari Nintama Rantarou (di Indonesia dikenal dengan Ninja Boy) yang berjudul “Ninjutsu Gakuen Zenin Shutsudou!”. Ternyata film ini berat juga jika tidak ada pengisi suara alih bahasanya. Saya memang suka Nintama Rantarou terutama dari komik-komiknya yang lucu. Ceritanya yang cukup edukatif seringkali banyak memberi nilai tambahLanjutkan membaca “Ninjutsu Gakuen Zenin Shutsudou!”

Eden of the East

Berjudul asli di negerinya sebagai Higashi no Eden, ini adalah salah serial anime yang paling ditunggu pada masanya. Akhir pekan yang lalu, dan akhir pekan sebelumnya – saya menghabiskan waktu menyaksikan serial ini, termasuk dua film teatrikalnya “The King of Eden” dan “Paradise Lost”. Menyaksikan Eden of the East serasa menonton Bourne Identity, hanya sajaLanjutkan membaca “Eden of the East”

Time of Eve

Sepulang dari wawancara siang tadi, saya memutuskan menonton sebuah film lawas “Time of Eve” – salah satu dalam daftar favorit saya. Berjudul asali “Eve no Jikan“, ini merupakan salah satu film paling romantis tanpa adegan romantis sama sekali pada protagonisnya. Karena yang diangkat adalah kemampuan seseorang menerima perubahan dunia yang mungkin selama ini tersembunyi darinya.Lanjutkan membaca “Time of Eve”

Summer Wars

Summer Wars merupakan film animasi di tahun 2009 karya Mamoru Hosada, jadi menulisnya sekarang pun mungkin agak terlambat, namun harus saya akui mendapatkan Blu-Ray-nya sangat sulit – namun karena saya suka dengan novel ringannya, maka saya pikir pasti anime adaptasinya akan sangat bagus juga. Ya, ternyata memang sangat menarik. Film ini berkisah tentang Kenji, seorangLanjutkan membaca “Summer Wars”

Children Who Chase Star

Ini adalah karya Makoto Shinkai yang dirilis pada pertengahan tahun ini, mengambil judul “Children Who Chase Lost Voices from Deep Below” merupakan salah satu film animasi Jepang terbaik pada tahun ini. Mungkin ini merupakan karya Shinkai yang menggabungkan aspek-aspek pada film sebelumnya, “The Promised Place in Our Early Days” dan “5 Centimeters per Second”, namunLanjutkan membaca “Children Who Chase Star”

Howl’s Moving Castle

Sekitar tujuh tahun yang lalu, ada sebuah film animasi yang luar biasa, saya rasa salah satu yang paling menggugah di eranya. Para penggemar film animasi mungkin sudah pernah menontonnya, “Howl’s Moving Castle” yang diinspirasi oleh novel dengan judul yang sama karya Diana Wynne Jones pada tahun 1986. Namun film ini sangat berbeda dengan novel aslinya,Lanjutkan membaca “Howl’s Moving Castle”

Case Closed: Quarter of Silence

Berbeda dari seri-seri sebelumnya, Quarter of Silence yang merupakan film ke-15 seri animasi Detective Conan (Case Closed), menggugah suasana yang lebih humanis. Sebelumnya, The Lost Ship in the Sky memberikan nuansa terorisme yang menonjol sebagai alur ceritanya dengan kehadiran para protagonis ternama, termasuk tokoh dari karya lainnya yaitu Kaito Kid. Dan sebelum itu lagi, RavenLanjutkan membaca “Case Closed: Quarter of Silence”

Radio Daring Solusi Ramah Mendengarkan Musik

Belakangan ini saya suka mendengarkan radio daring (online), terutama soundtrack untuk anime-anime yang selama ini saya lewatkan. Biasanya saya mesti membeli CD Audio untuk soundtrack anime, tapi harganya mahal membuat barang legal itu susah didapatkan – karena para pedagang lebih tertarik menawarkan edisi bajakannya yang murah meriah dan cepat laku. Setelah saya tanpa sengaja menemukanLanjutkan membaca “Radio Daring Solusi Ramah Mendengarkan Musik”

President Aria

If there is another clumsy character then Taz that I love, it would be Aria Pokoteng, the president of Aria Company. Well, nobody wouldn’t able to resist his flabby checks. Always walk with dignity, and somehow run away in the first place. Full of luck, and love by everybody else – hmm…, except by HimeyaLanjutkan membaca “President Aria”