Belanja Bersama Perempuan – Apa Rasanya?

Saat masih kecil saya ingat jika “diseret” mengantar Ibu ke pasar untuk membeli kebutuhan sehari-hari, baik lauk-pauk maupun bumbu dapur atau pun perlengkapan kebersihan rumah tangga. Tapi untuk menemani belanja lainnya, seperti membeli busana atau alat kosmestik tentu saja Ibu tak pernah menyeret-nyeret anak-nya, mungkin karena Beliau tahu anaknya berselera rendah, he he. Namun sebaliknya,Lanjutkan membaca “Belanja Bersama Perempuan – Apa Rasanya?”

Batik Dari Cinta Satu Bait

Senin siang saya didatangi oleh Ibu Kost, beliau membawa satu buah amplop ukuran folio ganda dan tampak begitu antusias. Pertama kata-kata beliau yang saya tangkap adalah “Ada kiriman…” saya kemudian pikir kenapa kiriman bukannya surat? Lalu lanjutannya, “… dari Pekalongan.” Lalu dengan cepat pikiranku beralih, ah iya, itu sudah jelas. Aku membaca alamat pengirimnya dariLanjutkan membaca “Batik Dari Cinta Satu Bait”