Bernostalgia Dengan Rembulan Raksasa

Yogyakarta semenjak kemarin sore diguyur hujan lebat dengan puluhan rangkaian petir di langit, semuanya gelap, dan saya merebahkan diri di dalam kamar yang gelap. Saya merasa ide saya untuk melihat bulan malam ini akan sia-sia. Entah berapa lama sore itu saya terlelap, dan terbangun cukup malam karena lambung saya mulai merintih. Seperti hewan nokturnal yangLanjutkan membaca “Bernostalgia Dengan Rembulan Raksasa”

Langit tak teterka

Entah ini musim apa, tapi langit selalu saja demikian. Sebenarnya hari ini saya ingin menjemur kasur, kelihatannya sih terik, tapi kok ada suara gemuruh seperti itu ya… Karena biasanya hujan bisa turun tanpa peringatan terlebih dahulu, dan itulah yang membuat pertimbangan serba susah bagi orang yang tidak peka seperti saya ini.