Tanda, Gejala dan Pemeriksaan COVID-19

Manifestasi Klinis COVID-19 memiliki masa inkubasi 1-14 hari, kebanyakan berjarak antara 3 hingga 7 hari. Gejala yang paling umum pada pasien kondisi ringan hingga sedang adalah demam, lelah, dan batuk kering, diikuti oleh gejala lainnya termasuk nyeri kepala, hidung tersumbat, nyeri tenggorokan, nyeri otot, dan nyeri sendi. Sejumlah kecil pasien memiliki gejala saluran cerna, sepertiLanjutkan membaca “Tanda, Gejala dan Pemeriksaan COVID-19”

Mengambil Langkah Tepat dalam Mengendalikan COVID-19

Tulisan ini diadaptasi dari Lancet1 mengenai beberapa pertimbangan yang perlu diambil karena beberapa kebijakan yang diambil tidak memiliki bukti keilmuwan, dan terbukti tidak efektif. Pertama, meskipun COVID-19 ada di udara, disinfeksi perkotaan dan komunitas tidak diketahui secara efektif untuk mengendalikan penyakit dan perlu dihentikan. Praktik menyemprotkan disinfektan dan alkohol di langit, jalan, kendaraan, dan orangLanjutkan membaca “Mengambil Langkah Tepat dalam Mengendalikan COVID-19”

Protokol Kesehatan COVID-19

Ada beberapa protokol yang selayaknya diketahui masyarakat mengenai alur penanganan COVID-19 secara umum. Sedemikian hingga tidak bingung. Apakah Anda baru saja pulang dari daerah dengan transmisi lokal?1 Jika “YA” dan Anda sehat, segera isolasi diri di rumah. Jika memerlukan surat keterangan dokter, silakan kunjungi puskesmas, atau hubungi petugas puskesmas yang ditunjuk sebagai petugas dalam kasusLanjutkan membaca “Protokol Kesehatan COVID-19”

Mengapa Memperpanjang Waktu Pandemi COVID-19 itu lebih baik?

Ketika banyak orang berdoa, “Semoga Pandemi COVID-19 segera berlalu.” Dunia kesehatan berpikir lain, “Semoga Pandemi COVID-19 tidak memuncak dengan cepat, semoga landai walau perlu waktu lebih lama.” Pandemi yang datang dengan cepat, menyebar dengan cepat, umumnya berakhir dengan cepat, seiring cepatnya terbentuk kekebalan kelompok (herd immunity). Bukankah ini seharusnya bagus? Tidak ini sama sekali tidakLanjutkan membaca “Mengapa Memperpanjang Waktu Pandemi COVID-19 itu lebih baik?”

Bagaimana Coronavirus Mengubah Gaya Hidup dalam Sepekan Terakhir?

Wabah COVID-19 menghampiri kita dengan cepat. Saya pertama kali berceletuk sekitar 8 Januari, sepekan setelah pertama kali wabah merebak di Wuhan, Tiongkok. Kini, dua pertiga perjalanan di Bulan Maret, saya melihat kekacauan yang tak kasat di mata-mata, dan komunitas kesehatan berjibaku dalam keheningan – atau mungkin dalam kebisingan yang salah arah dalam menyikapi pandemi. MeskiLanjutkan membaca “Bagaimana Coronavirus Mengubah Gaya Hidup dalam Sepekan Terakhir?”

Dapatkah Rempah Tertentu Menangkal Coronavirus?

Kita melihat banyak informasi di media sosial yang menyatakan rempah, temu-temuan, herbal atau jamu tertentu, dapatnya menangkal infeksi virus corona. Misalnya saja jahe merah, bawang putih, dan sebagainya. Banyak yang mempromosikan bahwa makanan seperti ini bisa menangkal infeksi virus corona dengan cara meningkatkan daya tahan (imunitas) tubuh. Bahkan banyak praktisi kesehatan yang membagikan informasi serupaLanjutkan membaca “Dapatkah Rempah Tertentu Menangkal Coronavirus?”

Masker dan Coronavirus

Salah satu fenomena yang muncul dari wabah Wuhan Coronavirus atau COVID-19 adalah berkurangnya stok masker di pasar. Kabar mengenai harga masker melonjak tinggi dapat kita saksikan melalui pelbagai media massa dan sosial. Masyarakat mencari masker untuk melindungi diri dari ancaman wabah coronavirus. Pertanyaannya, seberapa banyak masker dapat membantu mencegah wabah? Ataukah justru masker meningkatkan risikoLanjutkan membaca “Masker dan Coronavirus”