Bali Hijau Kembali

Belasan tahun yang lalu, saya menemukan sebuah buku bacaan yang lusuh di rumah nenek saya, dalam tutup berwarna abu-abu muda yang kusam – tertutup debu dari rak-rak tua di rumah yang tua, tertulis jelas kata “Bali” sebagai judulnya. Dan saya masih samar-samar ingat, di bagian awal buku itu diceritakan sejarah penemuan pulau Bali oleh orang-orangLanjutkan membaca “Bali Hijau Kembali”

Sungaiku Dulu dan Kini

Jika anak tinggal di desa yang memiliki DAS, tentunya sungai merupakan salah satu tempat permainannya. Baik sungai yang kecil maupun yang besar, anak-anak selalu menemukan kesenangannya dengan bermain di sungai, apakah hanya dengan sekadar berenang, bermain lumpur, menangkap ikan atau udang, atau banyak permainan yang bisa diciptakan dengan kreativitas mereka di alam. Sungai juga merupakanLanjutkan membaca “Sungaiku Dulu dan Kini”

Haruskah Diaspal?

Malam itu Nang Lecir bersuara lantang di forum rembuk desa, dia adalah yang mewakili sedikit dari segelintir orang yang menyatakan tidak pada wacana bahwa jalan persawahan mereka akan diaspal. Sedikit aneh memang, karena umumnya sudah banyak sawah di desa-desa tetangga yang memiliki jalan utama yang sudah diaspal, dan hal ini memudahkan transportasi keluar masuk persawahan.Lanjutkan membaca “Haruskah Diaspal?”