Sang Jalan

Aku teringat dalam seluk beluk kekusyukan masa lalu, ketika lembar-lembar tua kubuka dan terngiang banyak kata yang diwariskan – bahwasanya semua lembar-lembar itu adalah kesucian yang begitu terutama – sang jalan. Lama berselang, bintang-bintang silih berganti terbit dan terbenam. Seluruh lembar itu telah kututup, sebagaimana tirai akhir di penghujung pertunjukkan sebuah drama. Sebagai akhir dalamLanjutkan membaca “Sang Jalan”

Melasti Dalam Hikayat

Pagi tadi saya mengikuti rangkaian Upacara Melasti bersama warga Desa Beringkit, sudah cukup lama saya tidak mengikuti kegiatan seperti ini. Melasti merupakan salah satu rangkaian Hari Raya Nyepi, di Bali dilakukan biasanya dua hari menjelang Nyepi, namun di tempat lain menyesuaikan, karena biasanya tidak libur khusus untuk kegiatan ini. Secara ritual, Upacara Melasti melibatkan paraLanjutkan membaca “Melasti Dalam Hikayat”

Tersandar di Sisi Keheningan

Ketika napas melangkah masuk ke dalam kehidupan, seutas lembayung tengah asyik memoleskan hembusan nirupa yang menjadikannya tidak hanya sebuah jantung yang berdegup. Ia seperti setetes sabda di antara kehampaan yang tak memiliki langit sebagai naungan. Ia membuka mata dalam gulita, setetes sabda tepercik menjadi cahaya. Di sana keheningan berhenti dan menanggalkan kala dalam buaian nirdaya.

Galungan dalam Perjalanan

Kebetulan setelah menyelesaikan semua pemeriksaan kesehatan, saya masih berada di Bali untuk melihat perayaan Galungan sebelum saya kembali ke Yogyakarta beberapa hari lagi. Saya dan adik berada di kampung di rumah keluarga ibu, di mana ibu dulu dibesarkan, dan saya juga besar di sini. Ketika masyarakat banyak yang sibuk pergi ke Pura untuk bersembahyang, sayaLanjutkan membaca “Galungan dalam Perjalanan”

Selamat Idul Fitri 1431 H

Untuk rekan-rekan narablog Muslim senusantara, saya sampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H. Dalam segenap langkah kehidupan manusia selalu ada kekurangan dan saling mengisi antara satu dan lainnya, jika dalam langkah-langkah tersebut terselip sebuah kesalahan, marilah kita marilah kita memungutnya guna melepaskan dan menggantinya dengan sehelai maaf yang tulus. Semoga di hari yangLanjutkan membaca “Selamat Idul Fitri 1431 H”

Nyepi – Menapak Keheningan Yang Utuh

Hari ini blog diliburkan karena bertepatan dengan perayaan hari raya Nyepi bagi umat Hindu. Saya tidak memiliki rencana untuk menulis pada hari ini, juga tidak ada rencana untuk mengelola blog dalam sehari yang sama. Sebagai gantinya, saya menjadwalkan terbitnya artikel Nyepi yang pernah saya tulis di Daily Lhagima tahun lalu. Kolom komentar akan dibuka sepertiLanjutkan membaca “Nyepi – Menapak Keheningan Yang Utuh”

Siwaratri – Heningnya Sang Padam

Hari ini mengulang kembali apa yang pernah ditulis sebelumnya, menyentuh kembali apa yang ada, namun dalam baris-baris kekinian. Sebagaimana yang telah umum dikenal, malam Siwaratri merupakan malam pemujaan pada Siwa – Sang Penuh Kasih. Diambil dari kisah klasik seorang pemburu bernama Lubdaka, walau terdapat banyak versi dari cerita ini dan juga berbagai pengartian yang diambil,Lanjutkan membaca “Siwaratri – Heningnya Sang Padam”

Nyepi – Menapak Dengan Keheningan Yang Utuh

Sebuah Renungan Nyepi: Menapak Dengan Keheningan Yang Utuh Setapak yang lebih panjang dari jalan menuju surga Anda mungkin pernah berjalan di pedesaan yang masih asri, masih sederhana dan elok dalam pandangan mata. Anda mungkin pernah berada di antara alam yang masih berdendang dalam kebebasannya, pernahkah Anda berlari kecil di atas rerumputan pematang yang masih segarLanjutkan membaca “Nyepi – Menapak Dengan Keheningan Yang Utuh”