Terbunuhnya Hasrat Menulis

Belakangan ini saya sulit menulis atau memulai menulis, ha ha…, mungkin inilah sirkulasi tahunan jika musim kemarau berkepanjangan. Bukan hanya tanaman pangan yang mati, bahkan keinginan menulis pun ikut layu dan mati. Ada beberapa hal yang membuat saya (dan saya rasa itu memang memberikan pengaruh secara tidak langsung) enggan mulai menulis. Pertama yang paling sederhana,Lanjutkan membaca “Terbunuhnya Hasrat Menulis”

Bermain dengan Kebahagiaan

Sepertinya lama juga rasanya saya tidak menulis di sini. Seminggu ini saya menghabis waktu dengan seklusi, jadi hampir tidak ada yang bisa saya jamah sama sekali. Makan nasi paling banyak hanya dua kali sehari, saya menghabiskan sebagian besar waktu dengan melihat kembali apa-apa yang saya tinggalkan di belakang, membiarkan diri tenggelam dalam hal-hal sederhana sepertiLanjutkan membaca “Bermain dengan Kebahagiaan”

Taneshah Bharata oleh Tenali Ramakrishna

Suatu ketika Raja Taneshah dari Delhi meminta kehadiran 8 orang pujangga termasyhur dari wilayah Vijayanagar di istananya. Beliau meminta agar kedelapan pujangga dan penyair ini menguraikan secara terperinci apa saja keistimewaan yang terdapat dalam kisah Mahabarata. Maka diuraikan satu per satu keindahan dalam kisah Mahabarata oleh para penyair ini pada Taneshah. Tampaknya Taneshah begitu tertarikLanjutkan membaca “Taneshah Bharata oleh Tenali Ramakrishna”