Maka Menjelma Kartini

Sebagai pembuka, maka saya sedikit ceritakan bagaimana semalam saya berbincang dengan penjual sate keliling yang singgah di perumahan kami. Memang ini pertama kalinya kami membeli sate keliling, mungkin karena mendung tebal mengalahkan niat kami mencari bahan masakan atau menu siap saji di luar sana. Si penjual sate ini tampak masih belia, mungkin belum ada menginjakLanjutkan membaca “Maka Menjelma Kartini”