She and Her Cat

Mengapa karya Makoto Shinkai selalu menjadi magnet yang menarik? Entahlah, namun dari yang pernah saya saksikan, dia selalu membuat karya-karya yang sangat menyentuh. Kali ini saya menemukan lagi, karyanya yang berjudul ‘She and Her Cat’ yang video animasi aslinya dirilis tahun ’99 kembali diadaptasi ke dalam karya baru.

Sepuluh Tahun Gempa Jogja

Sepuluh tahun yang lalu, tidak perlu lebih dari semenit gempa yang dimulai di wilayah Yogyakarta bagain Selatan telah mampu meremuk-redam peradaban tanah yang damai ini. Saat kembali melihat kenangan masa itu, rasanya tidak ingin lagi melihat ke belakang, karena kepedihan selalu tertancap di situ.

Delapan Tahun Bersama WordPress

Sudah berapa lama menulis? Mungkin selama yang bisa kita ingat. Saya sendiri tidak menyangka, bahwa sudah delapan tahun saya menggunakan WordPress untuk menulis? Ini adalah tahun 2016, dan delapan tahun yang lalu berarti sekitar tahun 2008. Saya bukanlah tipe orang yang rajin menulis, namun kadang menulis adalah hal iseng yang paling bisa saya lakukan.

La Maison en Petits Cubes

A piece of love – saya rasa memang tepat ditujukan bagi film “La Maison en Petits Cubes” ini, yang bermakna rumah dari kubus-kubus kecil. Karya Kunio Kato yang diiringi musik oleh Kenji Kondo ini memang luar biasa menyentuh – siapa pun yang menyaksikan animasi pendek yang berdurasi sekitar 12 menit ini, termasuk saya sendiri tentunya.Lanjutkan membaca “La Maison en Petits Cubes”

Seperti Dulu–Belajar dari Dasar

Hari-hari saya berada di Yogyakarta semakin pendek, jadi beberapa pekan terakhir saya menghabiskan lumayan banyak waktu dengan bernostalgia ke pelbagai tempat lama, yang dulu sering saya kunjungi. Beberapa hari yang lalu, saya menghabiskan waktu hingga agak larut malam di tempat salah seorang teman, katakanlah kami sama-sama memiliki antusiasme di bidang teknologi informasi, dan saya banyakLanjutkan membaca “Seperti Dulu–Belajar dari Dasar”

Jika Terlalu Sering Masuk Rumah Sakit

Saya memiliki beberapa asuransi kesehatan untuk menyokong beban tidak terduga dari biaya masuk rumah sakit, alias rawat inap. Saya teringat hal ini ketika bersih-bersih rumah beberapa waktu yang lalu. Saya menemukan beberapa “relik masa lalu” dari sisa-sisa yang membuktikan saya cukup sering menjalani rawat inap selama di Yogyakarta. Beberapa di antaranya adalah tas-tas plastik untukLanjutkan membaca “Jika Terlalu Sering Masuk Rumah Sakit”

Buaya Gombal

Akhirnya saya tidak bisa membayangkan bahwa hari ini saya akan terbaring cukup lama, pasti karena kemarin berada di ruangan bertemperatur dingin dalam waktu yang sangat lama. Tubuh ini tidak bisa beradaptasi dengan baik pada suhu rendah, it shall get fever for next day. Namun jika hari ini adalah hari yang sama seperti beberapa tahun lalu,Lanjutkan membaca “Buaya Gombal”

Kartu GSM Kedaluarsa

Semalam saat saya sedang menggunakan ponsel saya, tiba-tiba saja sinyalnya hilang. Saya pikir karena memang sedang ada gangguan, tapi ternyata hingga tadi siang, baris sinyal di layar ponsel saya tidak juga kunjung pulih. Karena kondisi ponsel saya cukup baik, saya tidak yakin kerusakannya ada di ponsel. Setelah saya periksan silang dengan kartu dan ponsel tetanggaLanjutkan membaca “Kartu GSM Kedaluarsa”

Sepasang Sepatu Tua

Sayangnya saya tidak tahu berapa tepatnya usia sepatu ini, karena diwariskan begitu saja tanpa fatur pembelian tentunya. Dugaan saya mungkin ini sepatu di era awal 80-an, dan buatan dalam negeri. Mungkin usianya bisa jadi lebih tua daripada usia saya saat ini, yaitu penggunanya sehari-hari. Ukurannya sebenarnya kurang pas dengan kaki saya, namun karena sudah 7Lanjutkan membaca “Sepasang Sepatu Tua”

Sungaiku Dulu dan Kini

Jika anak tinggal di desa yang memiliki DAS, tentunya sungai merupakan salah satu tempat permainannya. Baik sungai yang kecil maupun yang besar, anak-anak selalu menemukan kesenangannya dengan bermain di sungai, apakah hanya dengan sekadar berenang, bermain lumpur, menangkap ikan atau udang, atau banyak permainan yang bisa diciptakan dengan kreativitas mereka di alam. Sungai juga merupakanLanjutkan membaca “Sungaiku Dulu dan Kini”