The Garden of Words

Kata “jatuh cinta” memang tidak ada aslinya pada budaya Timur, serapan budaya Barat memberikan warna itu. Cinta dalam budaya Timur lebih lembut dan tak kentara. Setidaknya demikian yang diuangkapkan Makoto Shinkai dalam film terbarunya. Saya memang penggemar karya-karya Makoto Shinkai, karena yang dituangkannya ke dalam animasi adalah racikan seni yang sesungguhnya. Berbeda dari karya sebelumnya,Lanjutkan membaca “The Garden of Words”

Silver Spoon

Dalam percakapan keseharian dengan bahasa Inggris, “silver spoon” bermakna keberadaan dalam lingkungan yang berlimpah kesejahteraannya. Mungkin bisa juga digunakan merujuk pada kelompok atau golongan bourgeois. Namun entah itu atau bukan yang dimaksudkan oleh Arakawa Hiromu dalam serial “Gin no Saji” yang menjadi pilihan bacaan saya di akhir pekan ini. Pencipta serial “Full Metal Alchemist” iniLanjutkan membaca “Silver Spoon”

La Maison en Petits Cubes

A piece of love – saya rasa memang tepat ditujukan bagi film “La Maison en Petits Cubes” ini, yang bermakna rumah dari kubus-kubus kecil. Karya Kunio Kato yang diiringi musik oleh Kenji Kondo ini memang luar biasa menyentuh – siapa pun yang menyaksikan animasi pendek yang berdurasi sekitar 12 menit ini, termasuk saya sendiri tentunya.Lanjutkan membaca “La Maison en Petits Cubes”

Please! Mr. Bear!

Belakangan ini gairah saya agak menurun mengikuti sejumlah perkembangan yang biasanya saya antusias, meski menghabiskan cukup waktu untuk membaca atau menyaksikan dokumentasi yang dibuat dengan seksama. Saya terbiasa menyisihkan waktu diam sejenak, lebih banyak melamun daripada biasanya. Ada sesuatu yang melayang hampa, seakan batin menyembunyikan sesuatu untuk tidak hadir di depan kesadaran. Yah, bisa jadiLanjutkan membaca “Please! Mr. Bear!”

Time of Eve

Sepulang dari wawancara siang tadi, saya memutuskan menonton sebuah film lawas “Time of Eve” – salah satu dalam daftar favorit saya. Berjudul asali “Eve no Jikan“, ini merupakan salah satu film paling romantis tanpa adegan romantis sama sekali pada protagonisnya. Karena yang diangkat adalah kemampuan seseorang menerima perubahan dunia yang mungkin selama ini tersembunyi darinya.Lanjutkan membaca “Time of Eve”