Zotero atau Mendeley?

Ini mungkin menjadi pertanyaan bagi sebagai mahasiswa (baca: anak kuliah) ketika mereka akan memanfaatkan salah satunya untuk membantu melakukan sitasi atau menambah bibliografi dalam karya tulis mereka. Keduanya merupakan perangkat lunak yang cukup populer, memiliki fungsi utama yang sama. Keduanya berjalan di multiplatform, dan bisa digunakan pada Microsoft Office dan LibreOffice. Dibandingkan kita berkutat tentangLanjutkan membaca “Zotero atau Mendeley?”

Menyiapkan Teknologi, Laptop, dan Gawai sebelum Kuliah

Kuliah anak zaman sekarang sangat berbeda dengan kuliah era generasi sebelumnya, bahkan dengan kuliah saya yang sedasa warsa yang lalu mungkin juga berbeda jika melihat teknologi pendukung yang dimanfaatkan di dalamnya. Dan ini mungkin dialami oleh orang-orang seperti saya, yang mengambil kembali program pascasarjana. Tulisan ini diharapkan bermanfaat bagi mereka yang akan kuliah kembali, namunLanjutkan membaca “Menyiapkan Teknologi, Laptop, dan Gawai sebelum Kuliah”

Netbook Pelajar HP Pavilion x360

Kemarin kami sempat memilih netbook/notebook yang akan digunakan istri untuk memulai kuliah pasca sarjana. Tentu saja perangkat komputer saat ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan bagi seorang mahasiswa. Netbook Samsung yang sudah hampir berusia lima tahun sudah menunjukkan penurunan performa yang membuat tidak nyaman penggunaannya, sehingga kami memutuskan mencari netbook baru. Dan pilihan kami jatuhLanjutkan membaca “Netbook Pelajar HP Pavilion x360”

Proteslah Dengan Tersenyum

Pelbagai berita beberapa hari ini menyiarkan betapa maraknya demonstrasi (unjuk rasa) ribuan mahasiswa dan rakyat yang tersebar di pelbagai tempat di nusantara untuk menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang direncanakan oleh pemerintah mulai 1 April mendatang. Tentu saja hal ini benar-benar menjadi sebuah fenomena nasional, di satu sisi sebagian besar orang – sayaLanjutkan membaca “Proteslah Dengan Tersenyum”

Bali Hijau Kembali

Belasan tahun yang lalu, saya menemukan sebuah buku bacaan yang lusuh di rumah nenek saya, dalam tutup berwarna abu-abu muda yang kusam – tertutup debu dari rak-rak tua di rumah yang tua, tertulis jelas kata “Bali” sebagai judulnya. Dan saya masih samar-samar ingat, di bagian awal buku itu diceritakan sejarah penemuan pulau Bali oleh orang-orangLanjutkan membaca “Bali Hijau Kembali”