Kerja dan Spotify

Dulu saya paling ogah kalau menikmati multimedia secara melalui streaming daring. Jika pun ada, hanya sedikit sekali pilihan saya. Tapi belakangan ini, Spotify sering muter-muter dengan beberapa lagu-lagu lawas favaorit saya. Ketika saya tidak mengambil posisi sebagai klinisi, saya duduk di meja dan menghadapi banyak kerja dengan alunan musik dari Spotify. Musik dalam latar belakang,Lanjutkan membaca “Kerja dan Spotify”

Audacious – Alternatif Winamp untuk Linux

Saat saya menggunakan openSUSE (dan distribusi Linux lain secara umum), si kadal hijau sudah dilengkapi dengan pemutar musik yang kaya fitur seperti Banshee untuk Gnome dan Amarok untuk KDE. Saya ingin mendapatkan sebuah pemutar musik yang lebih sederhana, mudah digunakan, yah seperti Winamp untuk Linux. Dulu ada XMMS, namun nasib buruk menimpa pemutar musik openLanjutkan membaca “Audacious – Alternatif Winamp untuk Linux”

Memasang Songbird di Ubuntu 11.04?

Saat saya mencoba Banshee di Ubuntu, wuih…, rasanya sangat jauh berbeda ketika menggunakan Green Geeko, saya suka Banshee di openSUSE. Namun entah mengapa rasanya tidak cocok untuk Ubuntu. Kemudian saya memasang Rhythmbox yang baru saja tersingkir sebagai default music player di Natty Narwhal. Yah, sedikit klasik, tapi saya suka. Lalu saya menemukan pembaruan informasi diLanjutkan membaca “Memasang Songbird di Ubuntu 11.04?”

Mencoba Songbird

Memang sudah banyak diketahui jika pengguna Windows akan lebih familier dengan Winamp sebagai pemutar musik walau sudah memiliki Windows Media Player secara default, sedangkan pengguna OS Mac akan senang menggunakan iTunes yang ternama itu, jika pengguna Linux pasti lebih familier dengan Banshee ataupun Amarok. Namun pernahkah Anda melihat logo burung hitam kecil yang mengenakan headsetLanjutkan membaca “Mencoba Songbird”