Buluh Cakrawala di Lengkung Rembulan

Kakiku menapak kembali saat malam berhembus hangat Pandangku mengabur tertutup selaksa keraguan Adakah napas juga telah berpaut dengan ketidakberdayaan Sehingga gita malam tak lagi hinggap hingga ke sudut perhatianku Awan tipis tergopoh riang Tak acuh akan akan ego-ego rendah di bawah yang tak mampu menyentuh hatinya Membawa selapis tipis penghilang dahaga Yang dikumpulkan bagi segenapLanjutkan membaca “Buluh Cakrawala di Lengkung Rembulan”