Menyaksikan Pertunjukan Sendratari Ramayana di Prambanan

Akhir pekan yang lalu, saya dan istri menyempatkan sedikit waktu untuk menyaksikan pertunjukan sendratari Ramayana di Panggung Terbuka Trimurti Prambanan. Sudah lama sebenarnya kami ingin menyaksikan pertunjukan ini, namun baru kali ini bisa terwujud. Area Candi Prambanan dari tempat kami tinggal kami, sekitar 30 – 45 menit perjalanan dengan menggunakan kendaraan bermotor. Sebelumnya kami sudahLanjutkan membaca “Menyaksikan Pertunjukan Sendratari Ramayana di Prambanan”

Ramayana Dalam Sentuhan Modern

Ramayana adalah epos yang begitu tua, jauh lebih tua daripada Mahabharata, dalam ribuan tahun usianya dan penyebarannya dalam kerajaan-kerajaan tempo dulu di seluruh dunia, kita memiliki banyak versi kisah Ramayana yang beragam, termasuk di nusantara dalam Kekawin Ramayana. Demikian juga telah diangkat dan menjadi inspirasi banyak karya seni di seluruh dunia. Di nusantara misalnya menjadiLanjutkan membaca “Ramayana Dalam Sentuhan Modern”

Pipi Rama

Terkisahlah seorang saudagar yang dinasihati oleh guru rohaninya agar selalu ingat dan mengucapkan nama Tuhan. Namun sang saudagar menyampaikan keluhannya, bahwa ia kesulitan menemukan waktu yang tepat, ia terlalu sibuk dengan urusan niaganya, tidak memiliki waktu untuk duduk dan mengucapkan nama Tuhan. Semua tenaga dan waktunya telah terkuras habis untuk tokonya. Lalu gurunya bertanya, kapanLanjutkan membaca “Pipi Rama”

Ego Menang Dengan Mudah

Vishwamitra Brahmarshi adalah salah saga atau maharshi yang paling dikenal di era kuno India dan Hinduisme. Di nusantara Beliau dikenal sebagai Wiswamitra, di Thailand sebagai Swamit, di Malaysia sebagai Nila Purba, dan di Burma dengan dengan nama Bodaw. Ia juga yang menyusun Mandala 3 dari Rigveda (Rg Weda), dan termasuk Gayatri Mantra di dalamnya –Lanjutkan membaca “Ego Menang Dengan Mudah”

Berkah untuk Bukit Gowardhana

Yang menyukai kisah Mahabharata dan Krishna di masa kecilnya pasti mengenal Bukit Gowardhana. Sebuah bukit yang terletak di dekat kota Vrindavan di India – terutama oleh golongan Waisnawa. Ada kisah yang unik di balik bukit tersebut dan dimulai pada Ithiasa sebelumnya, yaitu Ramayana. Saat itu Rama, Laksamana, dan balatentara Kiskenda hendak membuat jembatan guna menyeberangLanjutkan membaca “Berkah untuk Bukit Gowardhana”

Katak

Ini adalah sebuah kisah dari Ithiasa – Ramayana. Suatu hari saat berada dalam pengasingan sebagai pertapa di pedalaman bukit dan lembah Dandakaranya, Rama bersama Sita dan Laksamana berjalan menuju ke tepian danau yang begitu biru nan jernih. Ketika turun dari tepi danau, Rama menginjak seekor katak kecil, katak malang itu menderita kesakitan yang amat sangat,Lanjutkan membaca “Katak”

Menerima Siapa pun Yang Datang

Tuhan begitu penuh kasih sayang, sedemikian hingga dikatakan Beliau akan maju sepuluh langkah ke arahmu jika engkau maju selangkah menuju pada-Nya. Kisah kali ini saya petikkan dari cerita Ramayana. Anda tentu mengenal Wibhisana, adik dari raja agung Rahwana sang penguasa negeri Lanka. Whibisana digambarkan sebagai tokoh yang santun dan bijaksana, gambaran berbeda sekali dengan kakaknyaLanjutkan membaca “Menerima Siapa pun Yang Datang”

Lebih Baik Murid dengan Kesungguhan

Namun hanya Janaka yang tetap berada di tempatnya tanpa keraguan. Melihat hal ini Suka berkata pada Janaka bahwa api nampaknya sudah mulai menghampiri istana dan meminta agar Janaka pergi untuk menyelamatkan para penghuni istana. Janaka hanya tersenyum, ia berpikir bahwa kehendak Tuhan harus terjadi dan tak seorang pun dapat mengubahnya.