Pohon Yang Rebah

Segala sesuatu yang berdiri dengan indah di dunia ini memiliki sendi dan pilar yang menyokongnya. Kehidupan berubah setiap saat, bergerak, mengalir, tertiup, dan ketika kutatap ketiada-abadian ini, kulihat sepernik kecil ke-aku-an-ku yang menyelip dan bergulat di sana. Senyum kecilku karena melihat kebodohanku sendiri. Setiap hal saling berhubungan, dan setiap hubungan tumbuh bagai sebuah pohon, mulaiLanjutkan membaca “Pohon Yang Rebah”

Nyepi – Mengenal Yang Tiada

Tahun baru Saka di nusantara selalu diperingati dengan perayaan Nyepi, sebuah hari dimana masyarakat Hindu menarik diri dari kehidupan sosial dan keseharian serta rutinitasnya. Tentu saja terdapat beberapa tujuan sebagaimana yang akan banyak di-dharma-wacana-kan baik oleh kaum agamawan maupun intelektual, mereka berbicara bagaimana memaknai dan menjalani Nyepi sehingga tercipta ataupun terwujud suatu kesucian lahir danLanjutkan membaca “Nyepi – Mengenal Yang Tiada”

Kemenangan Dharma di Galungan

Langkah-langkah kaki kecil ini telah melewati begitu banyak putaran waktu, dan sampailah ia di mana fisiknya menjejak dasar yang membuat apa yang disangganya mampu berdiri dengan sewajarnya. Mari kita tuliskan kembali apa-apa yang telah terlewatkan. Melewati perjalanan dari puncak perbukitan di Tenggara Yogya, mengitari waduk yang tenang,memasuki kota kecil yang ramai, dan melewati berbagai desaLanjutkan membaca “Kemenangan Dharma di Galungan”

Tumpek Landep

Dengan kecerdasannya, manusia telah memberikan kontribusi yang luar biasa terhadap perkembangan peradabannya. Dari hal-hal sederhana sebagai “basic life skill” ia mampu menciptakan berbagai “basic life device”, menciptakan berbagai peralatan guna membantu dalam berbagai kerjanya. Berawal dari penciptaan dan penemuan alat-alat yang sederhana, hingga alat-alat yang dapat kita katakan luar biasa saat ini. Mulai dari pisauLanjutkan membaca “Tumpek Landep”

Kelahiran Kembali

Dwijati, sebuah istilah yang kental di pulau dewata, bagi mereka yang telah terlahir dua kali. Namun apa maknanya hal ini? Tentunya dengan nilai pelajarn agama yang pas-pas’an, saya tidak akan berkompeten menjelaskan hal ini dari sudut pandang agama, nah… sebagai gantinya mungkin ada hal lain yang bisa dijadikan sebuah gubahan baru …. Pada suatu soreLanjutkan membaca “Kelahiran Kembali”

Wesak – Kemenangan Terakhir

Tulisan ini oleh Bapak Hudoyo Hupodio=========================== Duduk bersila di bawah sebatang pohon, yang kelak dikenal sebagai Pohon Bodhi, “Pohon Pencerahan” atau “Pohon Kearifan”, di tepi sungai Neranjara, di Gaya (sekarang dikenal sebagai Buddhagaya), mengerahkan usaha terakhir dengan tekad tak tergoyahkan: “Sekalipun tinggal kulit, urat dan tulang, dan darah dan dagingku kering dan lapuk, aku takLanjutkan membaca “Wesak – Kemenangan Terakhir”