Skype 4.3 untuk Linux

Perkembangan Skype untuk Linux memang lambat, tapi bukan berarti tidak ada. Baru saja seri baru dirilis, yaitu Skype 4.3 untuk Linux, dan saya mencobanya pada dekstop openSUSE KDE 64-bit, kelihatannya cukup bagus. Hanya saja, untuk Skype 4.3 memang masih belum saya lihat versi barunya yang mendukung 64-bit, karena saat saya memilih untuk distrubusi openSUSE hanyaLanjutkan membaca “Skype 4.3 untuk Linux”

Avast! Pembaruan Piranti

Avast! Software Update adalah salah satu fitur dari produk avast! antivirus mulai dari edisi gratis hingga yang berbayar. Bedanya, yang gratis hanya mengingatkan dan kita yang memperbarui secara manual, sedangkan pada versi yang berbayar kemampuan ini tersedia secara otomatis. Tapi di sini, hal tersebut bukanlah yang paling penting – ada banyak fitur seperti ini diLanjutkan membaca “Avast! Pembaruan Piranti”

Penyunting Grafik yEd

Membuat grafik tertentu seperti hierarki tugas, struktur organisasi, pohon keluarga, diagram alir, diagram jaringan dan sebagainya kadang menyebalkan jika harus melakukan tata letak secara manual. Biasanya dulu orang menggunakan aplikasi (bajakan) Microsoft Visio, namun seiring berkembangnya aplikasi serupa seperti LibreOffice Draw, Calligra Flow, hingga Dia yang cukup populer, orang beralih pada perangkat lunak gratis tersebut.Lanjutkan membaca “Penyunting Grafik yEd”

Mencoba Deepin Music Player

Karena berpindah ke seri Tumbleweed, saya masih tidak bisa membiasakan diri dengan pemutar musik Amarok bawaan KDE. Memang Amarok tidak buruk, tapi bagi saya memiliki terlalu banyak fitur yang tidak saya perlukan sehingga membingungkan, saudaranya Clementine juga bukan merupakan pilihan yang baik bagi saya. Lalu saya melihat ada ulasan tentang Deepin Music Player ketika mencariLanjutkan membaca “Mencoba Deepin Music Player”

Memperkenalkan Cats oleh Opera

Opera Browser tampaknya tidak hanya membuat peramban web (browser) yang bisa digunakan oleh manusia, namun juga menarik perhatian bagi hewan peliharaan kesayangan – dan untuk yang pertama kali dipilih adalah “kucing” (mungkin anjing mendapatkan kesempatan tahun depan). Basis yang digunakan sama seperti Coast, turunan Opera yang khusus digunakan pada perangkat iPad. Video komersial tentang perambanLanjutkan membaca “Memperkenalkan Cats oleh Opera”

Immunet Free Antivirus, Ya atau Tidak

Komputer berbasis Windows sudah usang, tapi masih dipakai dan ingin mendapatkan perangkat antivirus terkini tanpa mengurangi performanya. Salah satu pilihan di pasaran adalah Immunet Free Antivirus, yang berbasis ClamAV sebagai intinya. Immunet mungkin tidak terkenal, karena banyak alasan mengapa orang tidak memilihnya, dan mungkin justru dari alasan-alasan tersebut, orang-orang dengan keperluan tertentu akan memilihnya.

Free Download Manager

Saya sering melihat aplikasi sejenis IDM di komputer atau laptop yang sudah dipasangkan (diinstal) dari tempat pembelian. Katanya sih ini membantu membantu mengunduh berkas di Internet dengan lebih cepat dibandingkan menggunakan bawaan peramban masing-masing. Dulu, ini mungkin benar, di era tahun 2005-an, di mana jaringan Internet tidak lumayan banyak tersedia, dan peramban tidak secanggih saatLanjutkan membaca “Free Download Manager”

New Avast 2014

Avast Antivirus merilis produk terbaru mereka, avast 2014 (kode untuk avast seri 9.x), bagi mereka yang sudah menggunakan avast 8.x, akan otomatis diperbarui ke versi ini jika dalam setelannya memilih demikian. Seperti biasa, secara garis besar peranti lunak antivirus yang memiliki pengguna lebih dari 200 juta ini (lebih banyak daripada gabungan pengguna Symantec, McAfee, danLanjutkan membaca “New Avast 2014”

Hotot si Aplikasi Twitter untuk Linux

Hotot bisa dikatakan salah satu aplikasi klien Twitter untuk Linux yang cukup layak digunakan, tidak terlalu bagus, tapi tidak juga terlalu buruk. Pengembangannya naik dan turun, sebagaimana banyak nasib aplikasi open source lainnya. Pertama kali saya mengenal Hotot adalah dari pengembang IGOS Nusantara di sebuah pertemuan. Saya memang tidak merekomendasikan aplikasi yang satu ini, mungkinLanjutkan membaca “Hotot si Aplikasi Twitter untuk Linux”

TweetDeck pada Jolicloud Linux

Salah satu distribusi Linux yang masih bisa menggunakan TweetDeck dengan cukup cantik adalah Jolicloud, terima kasih pada teknologi Web HTML5 yang tertanam padanya. Saya kebetulan memiliki Jolicloud, distribusi Linux yang menggunakan kekuatan komputasi awan menyelip di dalam Ubuntu Raring Ringtail yang sebentar lagi akan diganti. Saya pun iseng melihat tawaran aplikasi yang terdapat di AppLanjutkan membaca “TweetDeck pada Jolicloud Linux”