Migrasi dari Leap 42.1 ke Tumbleweed

Karena sudah rilisnya openSUSE Leap 42.2, saya berminat melakukan peningkatan (upgrade) dari seri 42.1 yang saat ini saya gunakan ke seri 42.2. Namun setelah membaca sejumlah panduan dan pengalaman pengguna, saya tidak memilih meningkatkannya, karena tetap saja untuk keamanan, saya akan memerlukan sebuah DVD instalasi. Akhirnya saya memutuskan untuk mencoba melakukan peningkatan, atau mungkin lebihLanjutkan membaca “Migrasi dari Leap 42.1 ke Tumbleweed”

Kingsoft WPS Office pada openSUSE

Belakangan ini saya menyadari saya akan bekerja dengan banyak presentasi, dan tidak nyamannya ketika banyak orang masih menggunakan Windows dan Microsoft Office – maka kebanyakan berkas presentasi akan masuk ke dalam perangkat lunak PowerPoint yang sudah terkenal sejak dulu. Perangkat lunak lain akan kesulitan untuk mendapatkan kesan yang sama elegannya. Saya sendiri lebih tenang menggunakanLanjutkan membaca “Kingsoft WPS Office pada openSUSE”

Mencoba Deepin Music Player

Karena berpindah ke seri Tumbleweed, saya masih tidak bisa membiasakan diri dengan pemutar musik Amarok bawaan KDE. Memang Amarok tidak buruk, tapi bagi saya memiliki terlalu banyak fitur yang tidak saya perlukan sehingga membingungkan, saudaranya Clementine juga bukan merupakan pilihan yang baik bagi saya. Lalu saya melihat ada ulasan tentang Deepin Music Player ketika mencariLanjutkan membaca “Mencoba Deepin Music Player”

Desktop Yang Saya Gunakan

Jawabnya tentu openSUSE Tumbleweed edisi GNOME. Tapi kadang ada saja yang bertanya, “Yang kamu pakai itu seperti apa sih?” – tentunya kemudian saya tahu bahwa pertanyaan itu tidaklah mengherankan, karena lima atau enam tahun ke belakang saya mungkin akan menanyakan hal yang sama. Apalagi setelah sambil sepotong-potong mendengarkan streaming kuliah kecil tentang open source dariLanjutkan membaca “Desktop Yang Saya Gunakan”

Shutter pada openSUSE Tumbleweed

Membuat agar Shutter sebagai salah satu aplikasi penangkap gambar layar (screen image capturer) berfungsi untuk Linux openSUSE Tumbleweed agak susah-susah gampang. Sulit dalam sudut pandang tidak semudah memasang Shutter pada Ubuntu yang tinggal mengakses ke Software Center dan memasangnya, maka Shutter bisa langsung digunakan. Dan mudah tentu saja, jika sudah paham logika pemasangannya, maka tidakLanjutkan membaca “Shutter pada openSUSE Tumbleweed”

Meretas Keamanan WiFi dengan Linux

OpenSUSE yang saya gunakan memberikan banyak sekali kemudahan dan fitur yang tidak mungkin bisa dengan mudah didapatkan pada Windows. Namun kadang kemudahan itu bagaikan pisau bermata dua, berbahaya sekali. Beberapa hari ini, sebagaimana saya menulis sebelumnya bahwa jaringan Smartfren saya agak melambat setengahnya ketika di Jogja. Saya mengira, jangan-jangan ada yang meretas ke dalam jaringanLanjutkan membaca “Meretas Keamanan WiFi dengan Linux”

Berstrategi di Unknown Horizons

Melalui openSUSE Asparagus, saya mencoba sebuah permainan strategi kecil bernama “Unknown Horizons” yang sepertinya cukup menarik. Ini mengingatkan saya pada “Age of Empire” atau “Settler” pada tahun-tahun yang silam, konsepnya sederhana dan terus berkembang. Bagusnya lagi dikembangkan dengan free software, sehingga semua bisa menggunakannya dan juga ikut serta mengembangkannya. Permainan ini berlatar era penjelajahan, diLanjutkan membaca “Berstrategi di Unknown Horizons”

Tweetdeck Mungkin Masih Pilihan untuk GNOME 3

Saat melihat-lihat koleksi aplikasi pada openSUSE Tumbleweed saya yang saat ini menggunakan GNOME 3, saya melihat bahwa tidak terdapat aplikasi untuk sebagai klien twitter. Saya berpikir bahwa seharusnya ada Gwibber untuk GNOME, tapi ke manakah aplikasi tersebut. Saya pun membuka YaST dan menelusuri menu “Software Management”. Saya menemukan Gwibber ada di sana dan tidak terpasang.Lanjutkan membaca “Tweetdeck Mungkin Masih Pilihan untuk GNOME 3”

Gnome 3 pada openSUSE Tumbleweed

Pasca memperbarui openSUSE 11.4 Celadon menjadi openSUSE Tumbleweed, kini yang hendak saya coba adalah GNOME 3, desktop terbaru keluaran GNOME yang akan menggantikan GNOME 2.x yang sudah cukup lama bertahan. Saya telah sempat menulis secuil tentang kontroversi GNOME 3 pada tulisan sebelumnya. Namun kini, sudah saatnya menghadapi kontroversi tersebut. Tentu saja metode yang tidak digunakanLanjutkan membaca “Gnome 3 pada openSUSE Tumbleweed”

Membangun Tumbleweed Melalui Celadon

Saya memasang kembali openSUSE 11.4 Celadon pada komputer, dan secara “resmi” menggantikan Ubuntu 11.04 Natty Narwhal. Permasalahannya adalah, saya ingin mengubah Celadon menjadi Tumbleweed (tentu saja basisnya masih tetap Celadon). Dulu saya pernah mencoba Tumbleweed, dan sekarang ingin mencobanya lagi, namun dengan beberapa konsep yang berbeda. Celadon yang saya pasang terdiri dari seluruh dekstop yangLanjutkan membaca “Membangun Tumbleweed Melalui Celadon”