Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
4 tanggapan
-
hehe… melalui “Tulisan sejenis lainnya” saya menemukan artikel ini. Untungnya saya sebagai user diberikan “berkah” menikmati 2 pilihan OS. Windows dan Linux Ubuntu, namun belakangan saya intens menggunakan Ubuntu karena setelah upgrade ke versi Precise Pangoline. Perangkat lunak pengolah gambar GIMP sudah bisa dinikmati dengan versi terbarunya, 2.8. Jadi ketergantungan akan photoshop untuk proses mockup dan editing ikon yang saya butuhkan untuk website sudah bisa saya adaptasi dengan software GIMP. Masalah medium untuk menulis kode program, Windows dan Ubuntu menawarkan pilihan yang sama kuat. Bahkan software baik IDE atau text editor popular sudah mendukung untuk berjalan di keduanya.
Kedua OS ini memang memerlukan adaptasi untuk menggunakannya karena memang berbeda perlakuan. Jika menarik dari sudut pandang pengguna secara umum pasti akan bervariasi menurut sudut pandang masing-masing. Seperti pada ungkapan “banyak pilihan, banyak bingung”. 😀
SukaSuka
-
Banyak pilihan memang membingungkan Mas, namun di sisi lain bagi yang suka cicip mencicip tentu adalah berkah tersendiri.
Saya senang melihat orang menemukan pilihannya sehingga dapat produktif dan kreatif. Kita semua punya kesempatan itu, dan mungkin sistem operasi terbuka memberikan pilihan yang lebih ringan di sisi anggaran.
SukaSuka
-
-
Dulu saya hobi banget dengan dual boot, dengan linux yang menjadi “among”nya…, tapi sekarang entah kenapa jadi males juga…, untuk belajar Linux perlu banyak waktu, sedangkan masa-masa kepaniteraan mencari waktu luang pun susah, apalagi buat belajar programing dari awal lagi :)Apalagi kalau sistem belajar saya mengenai teknologi bener-bener nyaris autodidak, kalau ga ada yang ngebantuin pasti mandeg lama banget, paling-paling yang bisa dimintai bantuan adalah Bang Google, tanya sana-sini.Ya, Windows memang sangat rentan pada virus, itu yang bikin gemes terkadang, namun kini Linux pun semakin bermunculan virusnya walau jarang sekali seheboh virus-virus di WIndows.Kalau mau buat pertahanan di Linux memang lebih sederhana (namun perlu hapal setiap command yang berkaitan) dan karena kita hanya menggunakan sistem user (bukan superuser) saat berkomputer-ria, itu punya nilai keamanan tersendiri di Linux.Hmmm…, kalau Linux sesuai selera, saya dengar dulu pihak IGOS bersedia membuatkan distro yang sesuai dengan kebutuhan kita, namun entah bagaimana kabarnya sekarang. Pasaran Linux juga jarang saya ikuti, namun kini tampaknya banyak server yang menggunakan sistem operasi Linux betebaran di Internet.Saya setuju, kalau kita harus mencoba dulu. Sebelum saya ganti ke Travelmate 6293, rencananya saya akan pasangi OpenSuse, namun karena ternyata sudah bawa sistem Vista, jadinya malas kalau harus bongkar pasang…, kapan-kapanlah kalau ada komputer nganggur biar bisa dikerjai 🙂
SukaSuka
-
saya juga masi pake windows dan linux. kl ada mac dan space tersisa utk freebsd, mungkin bakal saya pake jg :)intinya ngga fanatik lah.tp belakangan krn koneksi Inet lelet, jarang update antivirusdi windows, ya keseringan make linux. itu pun dah banyak lupa perintah terminalnya. ribet pas awal setting aja.setuju, yg plg modern dan mudah dipake itu opensuse. 🙂 tp tetep aja masing-2 distro punya kelebihan/kekurangan tersendiri. kembali ke selera masing-2 pengguna. coba dl baru pake seterusnya..
SukaSuka

Tinggalkan Balasan ke Haridivanandha Batalkan balasan