Les pèlerins au-dessus des nuages

Diperbarui: 17 Oktober 2026. Artikel ini pertama kali terbit pada 2009 sebagai adaptasi dari tulisan populer berbahasa Inggris. Isinya kini ditulis ulang dengan rujukan pedoman terbaru.

Ilustrasi saraf kaki yang sebagian melemah akibat gula darah tinggi pada neuropati diabetik
Ilustrasi: kerusakan saraf tepi pada kaki akibat gula darah tinggi yang berlangsung lama.

Bu Sari (nama rekaan, 56 tahun) menjual jamu di sebuah pasar di Yogyakarta. Sudah delapan tahun ia hidup dengan diabetes tipe 2. Belakangan telapak kakinya terasa seperti memakai kaus kaki tebal, dan malam hari kakinya panas berdenyut hingga sulit tidur. Suatu sore ia baru sadar ada luka di tumit yang sudah beberapa hari tidak ia rasakan. Kisah seperti ini ilustratif, tetapi akrab bagi banyak dokter layanan primer dari Medan sampai Mataram.

Itulah wajah neuropati diabetik: kerusakan saraf akibat gula darah tinggi yang berlangsung bertahun-tahun. Menurut Pedoman Nasional Pelayanan Klinis (PNPK) Tata Laksana Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa (Kemenkes RI, KMK HK.01.07/MENKES/302/2026), pemeriksaan kaki yang menyeluruh, termasuk sensasi, perlu dilakukan sejak evaluasi awal. Ringkasan pedoman itu bisa dibaca di artikel pedoman diabetes tipe 2 terbaru.

Jenis-jenis neuropati diabetik

Saraf bekerja seperti kabel listrik di seluruh tubuh. Pada diabetes, kabel yang paling panjang biasanya rusak lebih dulu, yaitu saraf menuju kaki. Namun tidak hanya itu. Berdasarkan Standards of Care in Diabetes 2026 dari American Diabetes Association (ADA), Bab 12, dua kelompok utama yang perlu dikenali adalah neuropati perifer dan neuropati otonom; bentuk fokal lebih jarang.

JenisSaraf yang terkenaKeluhan yang sering muncul
Neuropati perifer (saraf tepi)Saraf sensorik dan motorik, terutama di kaki dan tanganKesemutan, rasa terbakar atau tertusuk, nyeri malam hari, baal, tidak peka panas dan dingin, sentuhan ringan terasa nyeri, kaki lemah, mudah goyah saat berjalan
Neuropati otonomSaraf yang mengatur organ tanpa kita sadariPusing atau nyaris pingsan saat berdiri, jantung berdebar saat istirahat, cepat kenyang, sembelit atau diare, gangguan kandung kemih, disfungsi ereksi, keringat berubah, kulit kaki kering dan pecah-pecah
Neuropati fokal (lebih jarang)Satu saraf atau satu area tertentuNyeri atau kelemahan mendadak, misalnya penglihatan ganda atau wajah sebelah lemah

Daftar keluhan otonom di atas mengacu pada ADA 2026. Kedua jenis bisa muncul sendiri-sendiri atau bersamaan. Neuropati otonom pada jantung (cardiovascular autonomic neuropathy) bahkan dapat berjalan tanpa gejala di awal, padahal berkaitan dengan risiko kematian yang lebih tinggi.

Mengapa gula darah tinggi merusak saraf?

Mekanisme pastinya rumit dan belum seluruhnya terurai. Gambaran sederhananya: gula darah tinggi yang lama dapat merusak langsung sel saraf dan pembuluh darah kecil yang memberinya makan, sehingga saraf kekurangan suplai dan perlahan kehilangan fungsi. Itulah sebabnya neuropati sering bergandengan dengan komplikasi mikrovaskular lain pada ginjal dan mata. Gambaran komplikasi diabetes lainnya dapat dibaca di Komplikasi dan Risiko Diabetes.

Mengapa baal pada kaki bukan perkara sepele

Nyeri memang tidak enak, tetapi hilangnya rasa justru lebih berbahaya. Kaki yang tidak lagi merasakan sepatu sempit, paku, atau air panas akan terluka tanpa disadari. Luka kecil dapat berkembang menjadi ulkus, lalu infeksi, dan pada kasus berat berujung amputasi. Karena itu ADA menganjurkan uji sensasi dengan monofilament 10 gram setiap tahun pada semua penyandang diabetes untuk mengenali kaki yang berisiko luka. Mekanisme terjadinya luka dibahas di patofisiologi ulkus kaki diabetes.

Neuropati otonom juga dapat menumpulkan tanda peringatan tubuh. Orang yang sarafnya terganggu bisa lebih sulit merasakan gejala gula darah rendah, sehingga hipoglikemia lebih mudah terlewat. Keluhan pusing saat berdiri akibat tekanan darah yang turun mendadak dibahas lebih jauh di artikel tekanan darah rendah.

Kapan dan bagaimana diperiksa?

Menurut ADA 2026 (rekomendasi 12.17 sampai 12.19), pemeriksaan neuropati dilakukan:

  • saat diabetes tipe 2 pertama kali didiagnosis, atau 5 tahun setelah diagnosis diabetes tipe 1, lalu sekurang-kurangnya setiap tahun;
  • dengan penilaian saraf otonom pada jadwal yang sama, serta setiap kali ada komplikasi mikrovaskular lain seperti penyakit ginjal;
  • dengan beberapa uji sederhana di ruang periksa: rasa tusukan jarum dan suhu (serabut saraf halus), getaran garpu tala 128 Hz (serabut saraf besar), refleks tumit, serta monofilament. Monofilament sebaiknya tidak menjadi satu-satunya uji karena dapat melewatkan kelainan dini.

Neuropati pada diabetes pada dasarnya adalah diagnosis penyingkiran. ADA mengingatkan agar penyebab lain dipikirkan: kekurangan vitamin B12 (terutama pada pemakai metformin jangka panjang), konsumsi alkohol, gangguan tiroid, penyakit ginjal, obat-obat yang merusak saraf seperti sebagian kemoterapi, serta infeksi seperti HIV dan hepatitis C. Pemeriksaan saraf lanjutan atau rujukan ke dokter saraf umumnya hanya diperlukan bila gambaran tidak khas, misalnya muncul mendadak, tidak simetris, atau terutama berupa kelemahan otot. Untuk metformin, lihat pembahasan metformin.

Apa yang bisa dilakukan?

1. Kendalikan penyebabnya

Pada diabetes tipe 1, kendali gula darah yang baik sejak dini terbukti mencegah atau menunda neuropati (bukti kuat). Pada diabetes tipe 2, kendali gula darah mungkin hanya memperlambat perburukan secara moderat dan tidak mengembalikan saraf yang sudah mati. Pengelolaan berat badan, tekanan darah, dan lemak darah juga dapat mengurangi risiko atau memperlambat perburukan. Pesan praktisnya: makin dini gula darah dikendalikan, makin banyak saraf yang bisa diselamatkan.

2. Obati nyerinya bila ada

Nyeri neuropatik tidak mempan oleh obat antinyeri biasa. ADA 2026 menyebut empat kelompok obat sebagai pilihan lini pertama: gabapentinoid (pregabalin, gabapentin), SNRI (misalnya duloxetine), antidepresan trisiklik (misalnya amitriptyline), dan penghambat kanal natrium. Pedoman NICE CG173 untuk layanan non-spesialis menganjurkan pilihan di antara amitriptyline, duloxetine, gabapentin, atau pregabalin; bila obat pertama tidak efektif atau tidak tahan, ganti dengan yang lain. Krim kapsaisin dapat dipertimbangkan untuk nyeri setempat pada orang yang tidak ingin atau tidak tahan obat minum.

ObatGolonganHal yang perlu diperhatikan (dari uji OPTION-DM dan pedoman)
Pregabalin, gabapentinGabapentinoidPusing adalah keluhan yang menonjol; di sebagian negara tergolong obat terkontrol sehingga perlu waspada penyalahgunaan
DuloxetineSNRIMual adalah keluhan yang menonjol
AmitriptylineAntidepresan trisiklikMulut kering; sebaiknya dihindari sebagai obat tunggal awal pada orang dengan beban obat antikolinergik tinggi atau risiko jatuh

Dalam uji klinis OPTION-DM (2022), tiga urutan pengobatan memberi penurunan nyeri yang serupa, dan menambah obat kedua setelah 6 minggu memberi pereda nyeri yang lebih besar dengan efek samping yang masih dapat ditoleransi. Artinya, pilihan obat sebaiknya disesuaikan dengan efek samping, obat lain yang sedang diminum, dan penyakit penyerta. Dosis ditentukan dokter dan tidak dibahas di sini. Pedoman tersebut tidak memasukkan suplemen vitamin atau jamu sebagai terapi lini pertama, jadi diskusikan dulu dengan dokter sebelum membeli produk yang menjanjikan penyembuhan saraf.

Satu peringatan penting: ADA menyarankan tramadol dan tapentadol tidak dipakai untuk nyeri neuropatik pada diabetes, kecuali pada keadaan yang jarang, karena risiko efek samping. NICE hanya menempatkan tramadol sebagai penolong sementara untuk nyeri akut. NICE juga menyarankan pertimbangan rujukan ke layanan nyeri bila nyeri berat atau sangat mengganggu aktivitas dan tidur.

3. Lindungi kaki setiap hari

Edukasi perawatan kaki dalam PNPK Kemenkes 2026 (sebagaimana diringkas di artikel ini) meliputi:

  • jangan berjalan tanpa alas kaki, baik di rumah maupun di pasar atau sawah;
  • periksa kaki setiap hari, termasuk sela jari dan telapak (gunakan cermin atau minta bantuan keluarga);
  • periksa bagian dalam sepatu sebelum dipakai;
  • jaga kaki tetap bersih dan kering, pakai kaus kaki katun;
  • jangan menempelkan botol air panas atau bantal pemanas ke kaki yang kurang peka.

Untuk perawatan bila luka sudah terjadi, baca panduan perawatan luka ulkus kaki diabetes.

Kapan harus segera ke fasilitas kesehatan?

  • ada luka, lecet, atau kulit kaki yang berubah warna, apalagi bila bengkak, berbau, atau mengeluarkan cairan;
  • nyeri atau baal yang muncul mendadak, hanya di satu sisi, atau disertai kelemahan anggota gerak;
  • sering pingsan atau hampir pingsan saat berdiri;
  • muntah berulang setelah makan atau gula darah naik turun tanpa sebab yang jelas;
  • nyeri yang membuat tidak bisa tidur atau beraktivitas.

Puskesmas atau klinik dokter keluarga di daerah Anda dapat memeriksa sensasi kaki secara sederhana dan merujuk bila perlu. Pasien JKN dapat memulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama tempat terdaftar.

Catatan Transparansi

Artikel ini bersifat edukasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan dokter. Kasus Bu Sari adalah ilustrasi. Rujukan utama: ADA Standards of Care in Diabetes 2026 bab neuropati (dibaca melalui salinan PDF pihak ketiga, bukan situs resmi ADA), NICE CG173 (halaman rekomendasi tidak menampilkan tanggal pembaruan terakhir), ulasan uji OPTION-DM di Diabetes & Primary Care (sumber sekunder), dan PNPK Kemenkes 2026 (butir perawatan kaki diambil dari ringkasan di blog ini; halaman Kemenkes yang dibuka hanya memuat ringkasan umum). Angka prevalensi neuropati di Indonesia tidak dimuat karena belum diverifikasi dari sumber primer.

Artikel Baru Terbit

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca