A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Ada banyak lagu yang kusukai sejak kecil, walau suaraku tak pernah bagus, aku bisa teringat belajar dari Ibu untuk menyanyikan banyak lagu. Salah satu yang paling bisa kuingat hingga kini adalah “Rayuan Pulau Kelapa” oleh Ismail Marzuki.

Lagu ini indah dan memberikan kehangatan pada yang mendengarkannya.

Berikut adalah liriknya – hanya sekadar aku ingin mengenangnya kembali…

Tanah airku amat subur
Dengarkanlah rayuan kalbuku
Kepadamu jiwaku berlagu
Rayuan tanah airku

Tanah airku Indonesia
Negeri elok amat kucinta
Tanah tumpah darahku yang mulia
Yang kupuja sepanjang masa

Tanah airku aman dan makmur
Pulau kelapa yang amat subur
Pulau melati pujaan bangsa
Sejak dulu kala

||da Campo||

Melambai lambai nyiur di pantai
Berbisik bisik raja K’lana
Memuja pulau nan indah permai
Tanah Airku Indonesia

Indah bukan? Hmmm… semoga aku tidak salah mengingatnya. Dan empat baris pertama aku cetak miring karena aku dulu aku tidak bisa menemukan refrensi dari mana datangnya syair itu, setahuku di buku teks lagu, “Rayuan Pulau Kelapa” dimulai dari baris kedua. Ah…, namun begitulah aku menyanyikannya sejak sekolah dasar dulu jadi terbiasa dengan empat syair empat baris ini.

https://www.youtube.com/watch?v=zGXnPC_GYLw

  This blog post has been Digiproved © 2010 Cahya Legawa

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

6 tanggapan

  1. M. Susanto Avatar
    M. Susanto

    Karena semakin jarang yang nyanyi lagu itu, lama-lama diklaim Malaysia sebagai lagu daerahnya.

    Suka

    1. Cahya Avatar

      M Susanto,

      Semoga saja tidak demikian…
      Hanya mungkin siapa yang akan bersedia memperkenalkan musik klasik Indonesia pada anak-anak sekarang ini, atau pada pemuda-pemudi kita kembali.

      Suka

  2. Sheilla Avatar
    Sheilla

    Jadi inget dulu jaman SD pernah nari pake kipas bulu2 diiringin lagu ini buat nyambut Uskup yg dateng dr jauh 😀

    Suka

    1. Cahya Avatar

      Mbak Sheilla,

      Iya, romansa ketika masih anak-anak…

      Tapi anak-anak sekarang nyanyinya lagu pop dewasa semua – dengan gaya yang melow

      Apa karena tidak terbiasa mendengarnya, saya tidak tahu apa harus senang atau menyayangkannya …

      Suka

  3. isnuansa Avatar
    isnuansa

    Yang saya tahu, memang dimulai dari bait ke dua itu, Bli…

    Suka

    1. Cahya Avatar

      Mbak Isnuansa,

      Sepertinya hanya saya yang menyanyi empat bait 🙂

      Suka

Tinggalkan Balasan ke Sheilla Batalkan balasan