A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

When I was a little child, my mother though me so much of National Songs including what we call as “Keroncong Perjuangan”. One of them which brings much of childhood memories while I am staying in Yogyakarta was “Sepasang Mata Bola” (both versions) which somehow felt romantic in its own way.

But when speaking of “Sepasang Mata Bola”, I came to remember a Greek Song which has a similar atmosphere if we stand it their own cultural backgrounds. Maybe I know nothing about Greek, nor I can understand the language itself, but singing is not always about understanding something in direct means, isn’t it?

The song that I was talking about is “To Treno Fevgi Stis Okto” or literally known as “The Train Leaves at Eight” by Agnes Baltsa. The first time I met this song from an old cassette which was produced about seven years ago. I was amazed at the first time I heard the melody, but I couldn’t catch any of its words or lyrics. Obviously because it sung on Greek, which I knew later about it.

I prefer to listen to tape or cassette since they produced a high-quality sound for music instead of today’s digital player and media. I always joyful listening to this song in any moment, but I can’t provide you the lyrics since—yes the same reason—I can’t write nor speak Greek.

But if you wish to hear the melody, lets play the song again…

  Copyright secured by Digiprove © 2010 Cahya Legawa

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

18 tanggapan

  1. Avatar Lea Ramdhani
    Lea Ramdhani

    udah aku baca ko arti liriknya kemarin itu..
    btw cahya,,boleh nanya ga?gimana caranya biar komen aku ada potonya..emg musti punya blog dulu y biar tampil pic’nya?kmrn dulu coba klik gravatar itu tp ga tau y aku lupa akun d wordpress’ny..(gaptek mode on)..suksme before

    1. Avatar Cahya

      Lea Ramdhani,

      Satu-satunya cara adalah menggunakan layanan gravatar.com – biasanya digabung dengan akun wordpress.com. Coba lacak kembali akun wordpress.com dengan mengira-ngira username yang digunakan dulu atau buat yang baru (cara cepat), rasanya cara lain tidak ada deh… (kayanya bulan lalu pernah menulis tentang profil gravatar bulan lalu).

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca