Siulan Malam

Jangan mencari karena kutakkan mendera
Jangan sembunyi karena kutakkan melirik
Jangan berlari karena kutakkan memikul
Jangan terlelap karena kutakkan tak sekejap

Aku suara di antara setiap duka, mengapa juga engkau tetap cari Aku tangis dari setiap rintihan penyesalan, jangan dengar detak jantungku Aku muram yang menjelma kelabu, maka langit tak lagi peduli pada kita Aku kalpa yang tak mungkin kau kelewati, maka janganlah mendekat

Tiada rimbun kau hendak mencari teduh
Tiada rumput engkau hendak memerah susu
Tiada sungai kau bawakanku sampan
Tiada waktu kau berkata tak mengapa

Aku hanya sungguh tak paham
Setiap jilatan embun di pucuk pagi
Kau datang dan kisah pun terhenti
Tanpa kata, tanpa apa pa

Wajah tanpa topeng
Itukah siulanmu
Yang mengundang malam
Berlabuh tanpa kebimbangan

Maka biarkanlah kumenutup mata ini …

Terkirim dari telepon Nokia E71 | http://www.legawa.com

Diterbitkan oleh Cahya

A writer, a tea & poet lover, a xanxia addict, an accidental photographer, - a medical doctor.

Satu pendapat untuk “Siulan Malam

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: