A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

OpenSUSE 11.2 yang lalu saya memasang avast! sebagai antivirus di Linux tersebut. Kali ini saya ingin mencoba sesuatu yang berbeda untuk OpenSUSE 11.3. BitDefender adalah pilihan saya kali ini untuk diujicobakan, dengan merujuk pada tulisan Mas Vavai: “Instalasi BitDefender Anti Virus & Malware Scanner pada openSUSE”.

Saya menggunakan cara yang sama untuk proses instalasinya, lebih tepatnya saya “mencontek” yang sudah dituliskan Mas Vavai di blognya. Dan akhirnya saya bisa memasang BitDefender dengan lancar pada OpenSUSE 11.3. Saya belum menemukan adanya kejanggalan pada peranti lunak ini.

BitDefender memiliki antarmuka pengguna grafis yang lebih “cantik” dibandingkan avast!, meski sama-sama memiliki periode lisensi 1 tahun (namun saya tidak tahu apakah lisensi BitDefender bisa diperbarui secara gratis lagi tahun berikutnya – sebagaimana halnya dengan avast!).

 

BitDefender versi Linux ini memiliki antar muka pengguna yang sederhana, termasuk setelannya. Saya rasa akan mudah dimengerti untuk pengguna Linux pemula sekali pun.

Namun perlu diperhatikan bahwa versi gratis ini hanya diizinkan untuk penggunaan di komputer pribadi, bukan komputer untuk keperluan bisnis, kerja atau kantoran.

https://www.youtube.com/watch?v=LBKlhIUFuYA

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

12 tanggapan

  1. Cahya Avatar

    Pak Aldy,

    Begitulah, soalnya saya kan fakir bandwidth :(.

    Suka

  2. aldy Avatar

    Bandel? maksudnya Mas, bandel dalam pengertian agak susah atau… 😦

    Suka

  3. Cahya Avatar

    Pak Aldy,

    Itulah mengapa saya memilih cara manual, tapi rasanya updatenya lebih bandel dibandingkan avast! :D.

    Suka

  4. aldy Avatar

    Seperti tidak ada mas, kecuali update manual melalui tombol update yang ada ditengah 😦

    Suka

  5. Cahya Avatar

    Pak Aldy,

    Kalau di panduan/manual-nya, saya tidak menemukan petunjuk setelan pembaruan otomatis, namun mungkin bisa memanfaatkan respositori-nya di:

    http://download.bitdefender.com/repos/

    Tapi seperti biasa, bagaimana caranya, saya juga kurang tahu :D.

    Suka

  6. aldy Avatar

    Sementara pakai Ubuntu dulu Mas, surel belum saya kirim.

    Tidak bisa dibuat pengaturan langsung autoupdate?

    Suka

  7. aldy Avatar

    Saya akan coba juga, anggap saja sebagai benteng pertahanan kedua.

    Suka

  8. Cahya Avatar

    Riza,

    Saya pun masih meraba-raba, jadi masih sama gaptek juga :D.

    Mas Agung,

    He he, jelas tidak boleh toh. Kan ada versi server-nya. Pakai ClamAV saja jika demikian.

    Pak Aldy,

    Saya juga sependapat demikian, karena Linux selalu memiliki update security patch yang dijaga baik oleh komunitasnya.

    Ada versi <code>.deb</code> kok Pak, jadi secara teori seharusnya bisa dipasang di Ubuntu ;).

    Suka

  9. Cahya Avatar

    Pak Aldy,

    Silakan Pak. Seperti betah menggunakan Ubuntu :).

    Oh ya, saya menemukan kesulitan dengan definition update-nya, sehingga harus menggunakan perintah manual:

    bdscan --update

    Suka

  10. aldy Avatar

    Katanya linux kebal terhadap virus?

    hanya sekedar jaga-jaga saja?

    Bisa berjalan diubuntu nggak mas?

    Suka

  11. agung Avatar

    Kalau untuk dipasang warnet gimana Mas Cahya?

    Suka

  12. riza Avatar
    riza

    Wadoohh… saya agak gaptek. Nggak ngerti yang ginian 😦

    Suka

Tinggalkan komentar