Rasa belas kasih adalah sesuatu yang berharga yang dimiliki setiap bentuk kehidupan, termasuk manusia di dalam lingkarannya. Beberapa orang berkata bahwa kita harus bisa mengekspresikannya dalam kebebasan yang tidak terikat. Namun kadang tanpa sebuah kebijaksanaan yang meletup kuat dan mencerahkan dalam diri seseorang, rasanya welas asih hanya bisa menjadi pajangan di etalase ego semata.
Ah, mungkin tulisan itu terlalu keras. Mari kita lupakan saja.
Suatu hari seseorang sedang berjalan di tepi sungai yang sedang dilanda pasang karena banjir bandang, arus sungai yang kuat mengerus segala sesuatu yang dilaluinya tanpa ampun.
Setelah cukup lama berjalan, arus mulai melemah. Orang tersebut menemukan seekor ikan yang menggelepar malang di kubangan kecil di pinggir sungai. Orang itu merasa iba melihat ikan yang malang tersebut. Dengan pelan & lembut, diangkatnya ikan tersebut, dan diletakkannya di atas kain yang halus.
Ikan tersebut dibawanya pulang, diletakkannya secara perlahan dan diselimuti dengan kain hangat dan tebal, sedemikian hingga orang ini berharap ikan tersebut tidak kedinginan. Kemudian, ia menuangkan kopi panas ke mulut si ikan untuk menghangatkan tubuh ikan itu. Namun, tentu saja tidak perlu waktu lama untuk mengetahui bahwa ikan malang itu pun akhirnya mati.
Padahal, dengan sederhana orang ini sebenarnya memiliki kesempatan menyelamatkan ikan tersebut dengan langsung mengembalikannya ke sungai begitu ia menemukannya.
Ya, kadang belas kasih yang terikat dengan ego menumpulkan sisi kecerdasan manusia itu sendiri.
Rekam medis elektronik dan troli emergensi membuat banyak orang bertanya: apakah resep CITO masih perlu? Artikel ini menjelaskan bahwa kegawatan sejati ditangani lewat protokol dan stok ruangan, sedangkan CITO tetap berguna untuk terapi mendesak di luar stok, asalkan kriterianya jelas, terukur, dan diaudit secara rutin oleh tim mutu rumah sakit.
Servisitis adalah peradangan leher rahim yang sering tanpa gejala, namun dapat berujung radang panggul dan gangguan kesuburan. Kenali keputihan abnormal dan perdarahan pascasenggama, pahami cara diagnosis serta pengobatannya oleh dokter, dan ketahui mengapa pasangan perlu ikut diobati serta bagaimana pencegahannya.
Gangguan disosiatif melibatkan pemisahan kesadaran, ingatan, dan identitas, sering akibat trauma masa kecil. Dalam konteks Indonesia, gangguan trance-kerasukan diasosiasikan dengan fenomena kesurupan. Diagnosis sering terlambat karena gejala tumpang tindih dengan gangguan lain. Terapi berorientasi fase adalah pendekatan standar untuk penanganan gangguan ini.
Rangkuman teknologi 27 Sep–3 Okt 2026: model AI baru, celah FortiMail, Windows 11 26H2, Crew-13 ke ISS, kuota hangus, dan Ubuntu 26.10.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
11 tanggapan
ganda
Ya, kadang belas kasih yang terikat dengan ego menumpulkan sisi kecerdasan manusia itu sendiri.
Tinggalkan Balasan