Anda pernah kelilipan? Atau kemasukan benda asing (corpus alienum) pada mata. Kadang saat membersihkan rak berdebu atau menata kebun, pun ketika berkendara, benda asing bisa saja masuk ke dalam mata, atau ketika menggergaji sesuatu – pecahan/serpihannya dapat mencederai mata yang tidak menggunakan pelindung. Atau bahkan bulu mata yang terlepas juga bisa jadi penyebabnya.
Kelilipan menyebabkan adanya rasa tidak nyaman pada mata, semisal seperti adanya pasir, bisa terasa bergerak bebas, atau mengganjal di suatu lokasi di dalam mata. Dan tidak lama kemudian, mata akan tampak merah karena bisa terbentuk injeksi konjungtiva ataupun injeksi silier – tergantung akan lokasi benda asing pada mata. Produksi air mata bisa berlebih, karena merupakan respons alami terhadap adanya benda asing, ini disebut epifora.
Lalu bagaimana cara menanganinya? Ya, pastinya penyebab kelilipan harus dihilangkan dari mata, namanya juga benda asing – tidak pada tempatnya dia berada di sana. Kalau kita melihat kebanyakan orang, biasanya akan meminta orang terdekat untuk meniup matanya yang kelilipan, dengan harapan benda asing di mata dapat dikeluarkan dengan hembusan angin. Ini tidak salah, dan metode ini banyak digunakan di pelbagai kesempatan, dan seringkali berhasil. Hanya saja tidak sepenuhnya aman, karena kadang udara yang dihembuskan ke mata bisa jadi menyebabkan iritasi lebih lanjut.
Cara lain yang banyak digunakan adalah mencuci mata secepat mungkin. Anda bisa mencoba cara ini, karena irigasi mata adalah satu cara menghilangkan benda asing pada mata. Tapi pertama-tama, Anda harus pastikan bahwa yang digunakan adalah air yang bersih, jika bisa gunakan cairan pencuci mata yang steril yang bisa didapatkan dari apotek, atau air sulingan (destilasi). Jika pun tidak ada, usahakan menggunakan air yang sudah dimasak. Bilas mata dengan air secukupnya, atau tempatkan air dalam wadah bersih kemudian kejapkan mata di dalam air. Dengan ini kita berharap bahwa benda asing akan hanyut bersama air ke luar dari mata.
Jika rasa mengganjal sudah hilang, lap sekitar mata dan kelopak mata dengan kasa steril, atau sapu tangan yang bersih. Seharusnya mata sudah aman dari bahaya sekarang, istirahatkanlah mata anda. Tapi jika kemudian ternyata rasa tidak nyaman pada mata tidak juga membaik, atau rasa mengganjal dan mata merah tidak berkurang dengan pencucian mata sebelumnya, jangan menunda untuk memeriksakan diri ke dokter.
Ada beberapa jenis kondisi benda asing yang tidak bisa dikeluarkan dari mata hanya dengan irigasi saja. Biasanya benda asing ini sudah melekat pada konjungtiva atau kornea pada mata, sehingga perlu sedikit sentuhan mekanis untuk membuatnya terlepas dari perlekatannya. Kaki serangga yang tertinggal saat serangga menabrak mata, bisa jadi melekat di mata.
Anda harus segera ke dokter jika kondisi ini terjadi. Karena benda asing itu perlu dikeluarkan segera. Jika misalnya mengenai bagian kornea, bagian hitam mata, ada kemungkinan benda asing akan masuk ke dalam bilik depan mata (kamera okuli anterior) dan menyebabkan peradangan dan infeksi di sana (uveitis anterior) yang akan mengganggu bahkan bisa menyebabkan kehilangan pandangan.
Dokter akan mengambil benda asing yang menempel itu, biasanya dengan kapas steril atau jarum steril. Tetes anestesi lokal bisa membantu mengurangi sakit selama proses pengambilan. Setelah berhasil, Anda akan mendapatkan resep antibiotik lokal untuk pencegahan infeksi. Dan jangan lupa kontrol kembali sesuai saran dokter untuk menilai proses penyembuhan.
Harus diingat bahwa selama kelilipan dan masa penyembuhan, jangan mengucek mata. Benda asing bisa menggores dan merusak kornea mata jika Anda mengucek-nguceknya, dan penyembuhan pun akan terhambat. Tapi perlu diperhatikan bahwa lebih baik mencegah daripada mengobati, jadi menggunakan pelindung mata (google) saat beraktivitas (menggergaji, membersihkan rumah, menata kebun, berkendara) sudah semestinya jadi bagian dari perilaku perlindungan diri. Kebanyakan kejadian kelilipan biasanya dikarenakan lalai dalam melindungi mata dengan baik.


Tinggalkan Balasan ke imadewira Batalkan balasan