Sebuah blog tidak selalu memerlukan halaman arsip, beberapa narablog lebih suka menambahkan halaman peta situs (sitemap) yang sudah menjadi standar sebuah situs web. Tapi karena blog merupakan kumpulan publikasi baik tulisan/teks maupun multimedia, maka saya rasa sebuah halaman arsip bisa menambah nyaman mengakses berkas lama dalam blog (yang biasanya dilakukan oleh narablog sendiri).
Anda bisa membangun halaman arsip secara manual, dulu PHP Ninja – Ganda Manurung pernah membuat panduannya, tapi sepertinya halaman itu sudah tidak ada lagi, tapi jika tertarik, Anda bisa bertanya padanya (atau sontek saja markah PHP di halaman arsip blognya, ha ha…). Beberapa tema sudah membawa halaman arsip sendiri, jadi mungkin hanya perlu sedikit modifikasi sesuai selera.
Banyak narablog yang menyukai cara manual, karena bisa menyesuaikan sesuai selera. Saya kadang menggunakan cara manual, tapi untuk bisa instan, saya kadang menggunakan pengaya. Untungnya WordPress memiliki sejumlah pengaya bagi keperluan ini.
Salah satu yang saya sukai adalah “Smart Archives Reloaded”, sistemnya sederhana, tinggal pasang saja, dan masukkan markah atau kode pemanggilnya ke halaman yang dikehendaki. Dan halaman arsip-pun langsung tersedia.
Tampilannya yang fancy membuat saya lebih mudah mengakses sendiri arsip saya, apalagi dengan kustomisasi sedikit keterangan pada masing-masing arsip membuatnya terlihat sama informatifnya dengan yang manual.
Untuk melihat tampilan aslinya, silakan kunjungi halaman arsip yang ada di blog ini. And see for yourself how fancy it is.

Tinggalkan Balasan ke kodokz Batalkan balasan