Setelah memanggil konsultan malam ini, saya bisa juga mengaktifkan triple boot dengan Windows Vista SP2, OpenSuse 11.3 dan Ubuntu 10.10 di Notebook Acer TravelMate 6293 saya. Sebelumnya saya hanya menggunakan dual-boot, Ubuntu baru malam ini dipasang. Cukup kaget juga, karena saya melepaskan sejumlah besar ruang kosong dari Windows Vista dengan menggunakan peranti lunak pihak ketiga (kebetulan ada beberapa yang bertipe freeware).
Saat saya memasang dengan menggunakan advance partition, ternyata logika memasang Ubuntu tidak persis dengan OpenSuse. Rasanya menemukan dunia yang berbalik sama sekali. Tapi saya memecah partisi menjadi dua bagian sesuai saran Bli Dani, satu untuk swap dan satunya untuk root. Tinggal kemudian Maverick Meerkat dipasang pada partisi tersebut.Pasca pemasangan selesai, maka sistem akan reboot, kami menemukan bahwa yang aktif hanya GRUB milik OpenSuse, dan tidak tampak adanya pilihan untuk boot Ubuntu dari lokasi tersebut. Jadi Bli Dani membuat beberapa percobaan menambahkan boot loader pada menu.lst di GRUB OpenSuse agar bisa membuka boot/grub Ubuntu.
Setelah beberapa uji coba akhirnya berhasil juga.
Panduannya ada di forum OpenSuse. Kira-kira akan berlaku sama juga, hanya beberapa parameter perlu diubah untuk menentukan area boot yang tepat. Hanya pastikan saja jangan sampai salah ketik, ha ha…, saya mengalami kesulitan karena beberapa kali salah ketik.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
Leishmaniasis kutaneus dan PKDL adalah dua wajah dari infeksi parasit Leishmania yang ditularkan lalat pasir—jarang ditemukan di Indonesia, namun tetap relevan lewat kasus impor dari personel yang bertugas di kawasan endemik. Artikel ini mengulas gejala, diagnosis banding dengan kusta, dan tata laksana berdasarkan panduan terbaru WHO SEARO
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Mas Agung,
Koneksi Internet saya tetep lelet Mas, itu sih minjem koneksi Internet kampus, dan kebetulan memang dipasang di server kampus kan berkasnya (<code>repo.ugm.ac.id</code>).
Saya tidak pernah berpikir untuk memasang versi LTS atau yang biasa, soalnya dari dulu pakai OpenSuse juga tidak ada isitilah LTS 😀 – kalau mau benar-benar LTS, pakai Arch Linux saja ala Bli Dani.
Ou… yang nitip mengunduh berkas Ubuntu 10.10 lewat Intranet kampus kemarin tho! Maksud saya adalah koneksi Internet untuk instal ini-itu dan update beberapa aplikasi. Sekarang mau update Firefox saja masih harus curi-curi peluang hehe. 😀
Haha… sekarang sudah ndak punya keberanian yang cukup untuk memasang Arch Linux sendiri lagi.
Mas Agung,
Saya kalau mau update ndak pakai IM2 yang kenceng itu, cukup pakai MOBI yang cuma bisa sampai 64 kbps. Lambat sih, kemarin malam update Ubuntu sekitar sampai 500 MB perlu semalaman.
Tapi Arch Linux lagi naik daun sekarang di Distro Watch lho 😀 – kalau OpenSuse lagi turun. Pasang-pasang saja Mas, kalau hancur paling mulai lagi dari awal, he he.. :lol:.
Tinggalkan Balasan