A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Setelah memanggil konsultan malam ini, saya bisa juga mengaktifkan triple boot dengan Windows Vista SP2, OpenSuse 11.3 dan Ubuntu 10.10 di Notebook Acer TravelMate 6293 saya. Sebelumnya saya hanya menggunakan dual-boot, Ubuntu baru malam ini dipasang. Cukup kaget juga, karena saya melepaskan sejumlah besar ruang kosong dari Windows Vista dengan menggunakan peranti lunak pihak ketiga (kebetulan ada beberapa yang bertipe freeware).

Saat saya memasang dengan menggunakan advance partition, ternyata logika memasang Ubuntu tidak persis dengan OpenSuse. Rasanya menemukan dunia yang berbalik sama sekali. Tapi saya memecah partisi menjadi dua bagian sesuai saran Bli Dani, satu untuk swap dan satunya untuk root. Tinggal kemudian Maverick Meerkat dipasang pada partisi tersebut.Pasca pemasangan selesai, maka sistem akan reboot, kami menemukan bahwa yang aktif hanya GRUB milik OpenSuse, dan tidak tampak adanya pilihan untuk boot Ubuntu dari lokasi tersebut. Jadi Bli Dani membuat beberapa percobaan menambahkan boot loader pada menu.lst di GRUB OpenSuse agar bisa membuka boot/grub Ubuntu.

Setelah beberapa uji coba akhirnya berhasil juga.

Panduannya ada di forum OpenSuse. Kira-kira akan berlaku sama juga, hanya beberapa parameter perlu diubah untuk menentukan area boot yang tepat. Hanya pastikan saja jangan sampai salah ketik, ha ha…, saya mengalami kesulitan karena beberapa kali salah ketik.

  Copyright secured by Digiprove © 2011 Cahya Legawa

Artikel Baru Terbit

  • Ketika Diabetes Menjadi Kegawatdaruratan: Mengenal Ketoasidosis Diabetik
    Ketoasidosis diabetik adalah kegawatdaruratan metabolik diabetes melitus berupa trias hiperglikemia, ketonemia, dan asidosis, dipicu terutama oleh infeksi atau penghentian insulin. Tata laksana berpusat pada terapi cairan, insulin intravena kontinu, dan koreksi kalium, dengan pemantauan ketat untuk mencegah hipoglikemia, hipokalemia, dan komplikasi mengancam nyawa lainnya.
  • Bukan Sekadar Pikun: Menyimak Pedoman Nasional Tata Laksana Demensia 2026
    Pedoman Nasional Pelayanan Klinis (PNPK) Tata Laksana Demensia 2026 memberikan panduan untuk penanganan demensia di Indonesia. Dengan jumlah penderita yang diproyeksi meningkat, pedoman ini mencakup diagnosis, penanganan, dan strategi pencegahan. Kaya akan rekomendasi medis, hal ini penting untuk memastikan perawatan yang efektif bagi pasien demensia.
  • Satu Kali Kejang, Lalu Apa? Membaca Pedoman Nasional Tata Laksana Epilepsi Dewasa 2026
    Kejang pertama pada orang dewasa tidak otomatis berarti epilepsi, tetapi tidak boleh diabaikan. Artikel ini merangkum Pedoman Nasional Pelayanan Klinis epilepsi dewasa 2026: cara membedakan kejang dari pingsan, pertolongan pertama yang benar, peran pemeriksaan penunjang, prinsip terapi, hingga tantangan stigma dan akses obat di Indonesia. Untuk awam dan tenaga kesehatan.
  • Sang Peniru Ulung yang Bisa Diobati: Membaca Pedoman Nasional Tata Laksana Sifilis
    Indonesia kini memiliki Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Sifilis (KMK 291/2026). Artikel ini merangkum stadium penyakit, alur tes serologi, terapi penisilin, tindak lanjut, penanganan pasangan, serta perlindungan ibu hamil dan bayi, disertai catatan kritis agar fasilitas kesehatan, dari Puskesmas hingga rumah sakit rujukan, siap menerapkannya dengan aman dan konsisten.
  • Sebelum Kelas Pertama Dibuka: Cara Kemenkes Menimbang Program Studi Kesehatan Baru
    Keputusan Menteri Kesehatan 294/2026 mengatur syarat rekomendasi untuk membuka program studi kesehatan baru, mencakup kajian kesesuaian dengan kebutuhan tenaga kesehatan, kerja sama dengan fasilitas terakreditasi, dan penjaminan mutu. Tujuan utama adalah menyeimbangkan jumlah lulusan dengan kebutuhan layanan kesehatan di Indonesia, terutama yang berkaitan dengan pemerataan tenaga medis.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

4 tanggapan

  1. Avatar agung

    Congratulations…

    Wah jika saya punya koneksi Internet yang ngebut dan bisa mendatangkan konsultan tersebut saya ingin dipasangkan Arch Linux. 😀

    Kenapa tidak memasang yang LTS saja?

    1. Avatar Cahya

      Mas Agung,
      Koneksi Internet saya tetep lelet Mas, itu sih minjem koneksi Internet kampus, dan kebetulan memang dipasang di server kampus kan berkasnya (<code>repo.ugm.ac.id</code>).
      Saya tidak pernah berpikir untuk memasang versi LTS atau yang biasa, soalnya dari dulu pakai OpenSuse juga tidak ada isitilah LTS 😀 – kalau mau benar-benar LTS, pakai Arch Linux saja ala Bli Dani.

      1. Avatar agung

        Mas Cahya,

        Ou… yang nitip mengunduh berkas Ubuntu 10.10 lewat Intranet kampus kemarin tho! Maksud saya adalah koneksi Internet untuk instal ini-itu dan update beberapa aplikasi. Sekarang mau update Firefox saja masih harus curi-curi peluang hehe. 😀

        Haha… sekarang sudah ndak punya keberanian yang cukup untuk memasang Arch Linux sendiri lagi.

      2. Avatar Cahya

        Mas Agung,
        Saya kalau mau update ndak pakai IM2 yang kenceng itu, cukup pakai MOBI yang cuma bisa sampai 64 kbps. Lambat sih, kemarin malam update Ubuntu sekitar sampai 500 MB perlu semalaman.

        Tapi Arch Linux lagi naik daun sekarang di Distro Watch lho 😀 – kalau OpenSuse lagi turun. Pasang-pasang saja Mas, kalau hancur paling mulai lagi dari awal, he he.. :lol:.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca