Sebenarnya ini sebuah insiden yang tidak terduga. Saya sudah mendengar tentang LibreOffice sebelumnya, namun memang belum berniat bermigrasi ke LibreOffice dan masih menggunakan OpenOffice dari Oracle. Namun tampaknya dunia open source sedang gencar-gencarnya bermigrasi ke LibreOffice yang dikembangkan oleh komunitas dan organisasi nirlaba “The Document Foundation”.
Kejadiannya bermula ketika saya memasang “Tumbleweed” dan melakukan zypper dub dari repositoru tersebut. Ternyata salah satu hasilnya adalah openSUSE melepas OpenOffice dan menggantikannya dengan LibreOffice.
The LibreOffice software is developed by users, just like you, who believe in the principles of Open Source software and in sharing their work with the world in a non-restrictive way. At the core of these principles is the promise of better-quality, highly-reliable and secure software that gives you greater flexibility at zero cost. Beyond this, the driving factor behind the community is personal choice and transparency, which translates practically into wider compatability, more utility and no end-user lock-in to using just one product.
Jika sudah cukup sering menggunakan OpenOffice, maka penggunaan LibreOffice-pun tidak akan menjadi kendala, karena kerangka yang digunakan sama persis.
LibreOffice sebagaimana halnya OpenOffice juga bisa digunakan di Windows dan Mac selain di Linux. Jika Anda ingin mencoba LibreOffice, silakan unduh di sini.


Tinggalkan komentar