Perbincangan sore hari saya di antara hujan bersama narablog Dani Iswara, membuat saya sedikit kecipratan tentang bagaimana memanfaatkan fitur shutter speed yang ada pada sebuah kamera. Apa saya paham? Nah, itu belum tentu. Tapi setidaknya ada beberapa bagian sudah masuk dalam logika saya yang cukup dangkal. Jika mengambil gambar dengan shutter speed yang lebih cepat, maka kemungkinan menangkap gerak statis objek akan lebih detil, sedangkan jika lebih lambat maka gerak dinamis objek akan lebih terikuti. Ah, kecuali analoginya dibalik dan bukan objek yang bergerak.
Gambar pertama ini diambil oleh Bli Dani, dengan shutter speed (moh lupa) sekitar 1:250, hanya saja karena saat mengunggah ke Flirck ada sedikit masalah, jadi separuh gambarnya mengalami abnormalitas warna.
Dan gambar kedua ini, saya sendiri yang mengambilnya dengan shutter speed yang lebih lambat. Ha ha…, sayang sekali tangannya gemetaran, sepertinya memang tidak berbakat dalam fotografi.
Nah, kira-kira, lain kali akan dapat ilmu apa lagi ya dari Bli Dani.



Tinggalkan Balasan ke julie Batalkan balasan